Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 61 Keputusan Besar seorang Raja


__ADS_3

Untuk sementara, Raja mengacuhkan Bulan yang sedang merajuk padanya karena bentakannya. Hal itu Raja lakukan demi kebaikan Bulan sendiri agar tak terus ditindas Jenny. Ia juga tak ingin Bulan ikut campur lagi permasalahannya dengan ibunya. Sebab, Raja juga sudah tidak bisa menahan diri lagi atas semua hal yang dilakukan Jenny terutama kebiasaannya yang suka ikut campur urusan rumah tangga putra-putranya.


Kedatangan Jenny kemari sebenarnya hanya untuk memastikan apakah pria yang membawa Bulan pergi dari pestanya di hotel adalah Raja atau bukan. Jika Bukan, ia ingin mengadu domba Raja dengan Bulan. Tapi sepertinya, usaha Jenny sia-sia. Karena jelas kalau pria yang membawa pergi Bulan dari hotel adalah putranya sendiri.


Wanita paruh baya itu sungguh tidak suka dengan kehidupan Raja yang memperlakukan istrinya bagai dewi fortuna turun dari kahyangan di rumah ini. Wanita yang Jenny anggap sebagai wanita rendahan, sama sekali tak pantas bersading dengan Raja. Harusnya putranya itu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik ketimbang Bulan.


“Sebaiknya, Mama pergi dan jangan ganggu kehidupan kami lagi,” ujar Raja sambil menatap lurus ibunya. Raut wajah Raja terlihat sangat serius seolah ia tak sedang bergurau ataupun bercanda.


“Tinggalkan saja wanita itu dan carilah wanita lain yang lebih baik darinya Raja, Mama sama sekali tidak suka dengan Bulan. Kau sudah terjebak dengan bujuk rayunya yang mengatakan kalau anak yang dikandungnya adalah anakmu. Bisa saja dia berhubungan dengan pria lain setelahmu atau sebelum dirimu. Lalu memanfaatkanmu agar kau mau menikahinya. Jangan pernah percaya pada wanita seperti dia!” seru Jenny mulai mematik api untuk membakar perasaan Raja terhadap Bulan.


Alih-alih termakan omongan Jenny, Raja malah tertawa terbahak-bahak sehingga membuat ibunya bingung sendiri. “Dasar gilaa! Apa yang kau tertawakan, ha?” tanya Jenny kesal dengan sikap putranya yang sama sekali tidak menghormatinya.


“Ma, aku sudah dewasa, aku bukan anak kecil yang baru saja lahir. Aku juga tak bisa memberitahu Mama kehidupan ranjangku bersama Bulan. Sekarang aku tahu kenapa kakakku lebih memilih pergi tak kembali dan hidup di luar negeri. Karena Mama, pernikahan kakak hancur berantakan. Sampai sekarang ia tak pernah menikah lagi sejak istrinya meninggalkannya dengan menyisakan penyesalan begitu besar dalam diri kakak karena ia terlalu percaya pada Mama.”

__ADS_1


“Kenapa kau malah mengungkit-ungkit kakakmu? Kau menyalahkanku atas kepergian Rossa? Wanita ular itulah yang memutuskan pergi, bukan Mama!” ganti ibu Raja yang marah dan merasa tertuduh. Ia bahkan menangis buaya untuk menarik simpati Raja.


Sayangnya, Raja yang sudah hafal betul seperti apa perangai ibunya, sama sekali tak termakan tangisan buaya Jenny sedikitpun. Sebaliknya, ia malah tersenyum ketir melihat akting ibunya yang ternyata, menurun padanya sehingga ia menjadi artis papan atas ternama meski ia lebih suka di dunia tarik suara ketimbang berakting.


“Jangan kira aku tidak tahu apa yang Mama lakukan demi memisahkan kakak dan kakak ipar, Ma. Aku tahu semuanya, apa yang dialami Bulan tak jauh beda dengan apa yang pernah di alami kakak ipar. Yang berbeda adalah sikap kakak, ia terlalu sayang pada Mama sampai tak bisa melihat betapa besar cinta kakak ipar padanya. Aku takkan pernah biarkan hal itu terjadi padaku juga Ma, lebih baik aku kehilanganmu daripada kehilangan hidupku. Bulan adalah napasku sekarang, dia adalah jantung dan paru-paruku. Menyakitinya, sama saja dengan menyakitiku.


“Terserah Mama mau mengangap Bulan sebagai wanita apa, aku sama sekali tidak peduli. Bulan hanya milikku, Ma. Akan ku jaga milikku bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawaku demi melindunginya. Dan takkan kubiarkan siapapun menyakitinya ataupun memisahkannya dariku sekalipun orang itu adalah mamaku sendiri. Terimakasih atas kunjungan mama kemari. Selamat tinggal dan jangan pernah berharap kalau kita bakal ketemu lagi.” Tatapan mata Raja menunjukkan kalau ia serius dengan ucapannya. Bahkan secara halus, ia mengusir ibunya sendiri.


Seketika Jeny tercengang mendengar putra kesayangannya berani berkata seperti itu padanya. Kebenciannya pada Bulan jadi semakin besar karena Jenny menganggap bahwa Bulan telah meracuni pikiran putranya sehingga membuat Raja berani melawan dan membencinya. Bahkan putranya ini benar-benar memutuskan hubungan ibu dan anak meski secara biologis, tak ada kata mantan anak ataupun kata mantan ibu.


“Kau akan menyesali ini, Raja. Cepat atau lambat, kau akan tahu bahwa Mama melakukan semua ini demi kebaikanmu. Mama tidak percaya bahwa Bulan adalah wanita baik-baik. Keluarganya saja tidak jelas? Dia terlahir dari hubungan diluar nikah? Harusnya kau pertimbangkan itu juga!” bentak Jenny kesal karena tak terima dengan perlakuan putranya.


“Bagaimana Mama bisa bicara seperti itu, Ma? Tidakkah Mama berpikir? Akulah yang menghamili Bulan! Aku membuat masa depannya hancur berantakan karena ia harus menanggung aib keluarga. Bulan hampir saja mati ditangan ayahnya karena ulahku! Apa Mama masih belum sadar juga? Kenapa ia memilih menyembunyikan pernikahannya denganku ketimbang mempublikasikannya dihadapan banyak orang? Itu karena dia menjaga nama baik keluarga kita dan membiarkan nama baik keluarganya hancur, Ma?” Raja jadi semakin emosi mendengar ucapan ibunya yang menghina status Bulan karena terlahir dari hubungan terlarang kedua orangtua Bulan meski pada akhirnya ibunya menjadi istri kedua ayahnya.

__ADS_1


“Sepertinya wanita itu benar-benar meracuni otakmu sehingga kau sama sekali tak mau mendengarkan ucapan Mama!” teriak Jenny.


“Jika aku mendengarkan ucapan Mama dan menuruti keinginan Mama meninggalkan wanita yang kucintai, maka hidupku akan jauh lebih hancur dari hidup kakak. Maaf Ma, aku tak sekuat kakak. Aku tidak bisa meninggalkan Bulan karena aku tak bisa hidup tanpa dirinya. Silahkan pergi dari sini selagi aku masih bersikap baik. Ini terakhir kali aku memberikan penghormatanku karena Mama sudah melahirkanku.” Raja membungkukkan tubuhnya dengan menahan segala rasa dihadapan mamanya lalu pegi masuk ke dalam kamarnya di mana sudah ada Bulan di dalam.


Raja berdiri di balik pintu kamar sambil memejamkan mata atas keputusan besar yang ia ambil dalam hidupnya. Ia tahu tindakannya ini bukanlah tindakan yang terpuji. Sebagai anak, Raja bisa dikatakan anak yang durhaka pada ibunya, tapi … ia tak bisa diam dan melihat saja istrinya diinjak-injak oleh ibunya sendiri. Akan berbeda ceritanya jika Jenny mau sedikit membuka hati untuk Bulan. Semua ini takkan terjadi.


Seketika, Bulan berlari memeluk tubuh suaminya dan mencoba menenangkan perasaan suaminya yang sedang kacau balau tak karuan. Teriakan kemarahan Jenny, masih terdengar jelas ditelinga Raja dan Bulan. Namun, kedua pasangan sejoli ini saling menguatkan satu sama lain. Bahkan Bulanlah yang jadi menangis sesenggukan setiap kali ia melihat raut kesedihan terpancar jelas di wajah tampan suaminya.


‘Maafkan aku, Raja … maaf … hanya kata maaf yang bisa kuucapkan untukmu,” isak Bulan dalam pelukan suaminya. Ia semakin merasa bersalah karena buhungan ibu dan anak ini retak karena dirinya.


“Aku mencintaimu Bulan, lebih dari apapun. Jangan pernah tinggalkan aku karena aku takkan bisa hidup tanpamu. Kita akan bahagia bersama, bertiga dengan calon buah hati kita.” Raja semakin memeluk erat istrinya. Ia memutuskan sebuah keputusan penting dengan meninggalkan semua yang ia punya hanya untuk Bulan seorang.


“Aku takkan pernah meninggalkanmu, sekalipun kau membunuhku, aku akan terus berada disisimu. Aku … juga mencintaimu Raja. Kau hidupku dan matiku sekarang.” Bulan mengalungkan kedua tangannya di leher Raja. Keduanya malah berciuman mesra tanpa peduli pada teriakan Jenny yang mengeluarkan sumpah serapahnya untuk Bulan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2