Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 31 Tingkah Raja


__ADS_3

Sakit, pedih, perih, hancur serta hati serasa terluka yang amat sangat, itulah yang dirasakan Alta, ibu Bulan, saat mendengar rencana besar suaminya. Ia sangat menyesali keputusannya 22 tahun yang lalu saat keluarga Permata memintanya menikah dengan Mark, orang yang kini menjadi suami sirinya karena ia telah mengandung Bulan akibat kesalahan satu malam yang tak sengaja mereka berdua lakukan.


Keluarga Permata alias kakek Bulan, menjajikan kebahagiaan untuknya dan untuk masa depan Bulan karena ayah Alta adalah sahabat dekat kakek Bulan. Kini, jelas sudah alasan Mark tetap mempertahankannya meski diantara mereka berdua tidak ada cinta. Mark hanya ingin harta warisan ayahnya. Ia sama sekali tak menginginkan kehadiarannya dan Bulan di rumah ini.


Sadar akan kesalahan yang dulu pernah Alta lakukan, ia tak bisa berbuat apa-apa saat putrinya diperlakukan tidak adil di rumah ini mengingat ia hanyalah istri siri alias orang ketiga diantara Mark dan Marry, ibu tiri Bulan. Hubungan keluarga ini tak sebaik yang orang luar lihat. Rumah ini dipenuhi dendam dan amarah serta api permusuhan yang begitu besar menyelimuti hati seluruh keluarga Mark sejak kehadiran Alta dan Bulan di rumah mereka.


Namun, Alta tak peduli dengan semua itu. Yang ia inginkan adalah masa depan Bulan terjamin dan terhindar dari hinaan serta cemoohan orang lain tentang status Bulan, tapi ternyata dugaan Alta salah besar. Menikahi Mark nyatanya tak membuat hidupnya dan putrinya bahagia. Sebaliknya, Alta telah membuat hidup Bulan bagai di neraka.


Seperti yang terjadi sekarang, ia tak tega melihat putrinya menangis seorang diri di kamarnya. Perlahan, Alta masuk ke kamar putrinya dan mencoba menenangkan Bulan. Alta mengusap punggung putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Tenangkan dirimu, Sayang. Kau harus sabar menghadapi semua ini," ujar Alta ikut menangis bersama putrinya.


Bulan langsung bangun dan memeluk ibunya. "Bulan sudah bersabar sejak Bulan dilahirkan, Ibu. Bulan terima semua perlakuan menyakitkan mereka demi Ibu. Bulan sudah melakukan banyak cara agar kita berdua bisa hidup bahagia, tapi Bulan gagal. Maafkan Bulan, Bu ... maaf jika Bulan mengecewakan Ibu," isak Bulan sesenggukan dan semakin membuat Alta bingung. Ia sungguh tidak mengerti apa maksud ucapan putrinya ini.


"Kenapa kau minta maaf, Sayang. Ini semua bukan salahmu, tapi salah ibu. Harusnya ibulah yang minta maaf padamu, maaf karena sudah membuat hidupmu menderita. Tadinya ibu pikir dengan masuk ke dalam keluarga ini, kita bisa hidup nyaman dan bahagia, sungguh ibu tidak menyangka kalau bakal berakhir seperti ini. Ibu bahkan tak bisa berbuat apa-apa saat mereka memaksamu menikah dengan pria tua cacat yang harusnya lebih pantas menjadi ayahmu daripada suamimu. Ibu tak berdaya Bulan, ibu tak bisa melindungimu," isak Alta masih sambil memeluk putrinya.


Semakin merasa bersalahlah Bulan pada ibunya. Bukan karena ibunya salah mengambil keputusan, tapi karena gadis itu tak sanggup memberitahu kalau dirinya tengah hamil diluar nikah. Sama seperti yang dulu pernah dialami Ibunya.


"Ibu ... bisa tinggalkan aku sendiri, aku butuh waktu untuk menenangkan diri." Bulan mengusap air matanya dan air mata ibunya.


Percuma juga mereka berdua menangis, toh tetap takkan ada yang berubah. Lusa, Bulan tetap akan menikah dengan pria tua cacat rekan bisnis ayahnya.


"Kau yakin? Tak ingin ibu temani malam ini?"


"Aku sungguh ingin sendiri, Ibu. Besok saja temani aku kalau suasana hatiku sudah membaik."


"Ya sudah kalau begitu. Terserah kau saja, jika kau ingin sesuatu, panggil saja ibu." Alta mengusap lembut rambut putrinya lalu beranjak keluar dan menutup kembali pintu kamar Bulan.

__ADS_1


Mungkin putrinya memang butuh waktu untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau begitupula dengannya. Alta juga butuh waktu sendiri memikirkan apa yang bakal ia lakukan begitu Bulan menikah.


***


Diluar rumah Bulan, Raja sudah sampai di balkon kamar Bulan setelah ia memanjat dinding pagar rumah orang lain dan memasuki rumah Bulan. Suasana malam yang semakin larut menguntungkan Raja. Dengan diam-diam, dia menaiki tangga yang tadi sudah disiapkan Ben agar ia bisa naik ke kamar Bulan tanpa ada yang tahu.


Saat sampai, Raja melihat ada wanita paruh baya yang wajahnya mirip Bulan. Dua wanita beda usia itu sedang berpelukan. Raja menduga kalau wanita itu adalah ibu Bulan dan memang benar. Si artis terpaksa menunggu di luar pintu balkon dan mencuri dengar pembicaraan ibu dan anak itu.


Syukurlah Bulan meminta ibunya untuk meninggalkannya sendirian. Dengan begitu, Raja bisa masuk ke dalam untuk menemui Bulan. Setelah memastikan tidak ada orang lain lagi yang masuk ke dalam kamar, Raja memberanikan diri mengetuk pintu balkon.


Tok tok tok!


Terdengar suara ketukan pintu yang langsung membuat terkejut Bulan. Gadis itu langsung menoleh ke sumber suara pintu tersebut dan ia kaget ada seseorang dibalik pintu balkonnya. Berkali-kali Bulan mengusap matanya untuk memastikan penglihatanya. Namun, karena ini sudah malam, wajah orang itu jadi tak terlihat jelas.


"Itu hantu apa manusia, sih?" gumam Bulan jadi takut sendiri.


Tok tok tok!


Dengan ragu dan penuh waspada Bulan mendekat ke arah pintu balkonnya dan mulutnya langsung menganga lebar setelah tahu siapakah orang yang ada di balik pintu tersebut. Secepat Kilat Bulan memutar kunci dan membuka pintunya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Bulan dan sang artis langsung nyelonong masuk begitu saja sebelum ada orang yang melihat.


"Kau menangis," komentar Raja sambil memperhatikan wajah Bulan.


"Kau datang hanya untuk mengatakan itu? Apa kau ingin membunuhku? Jika ayahku tahu maka ..."


"Aku tahu," potong Raja sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Bulan agar Bulan berhenti bicara. "Makanya jangan berisik. Kalau kau berisik kita bisa ketahuan."

__ADS_1


"Apa kau sudah gila? Untuk apa kau datang kemari. Cepat pergi dari sini! Jangan buat masalah lagi!" Bulan mendorong tubuh Raja ke dekat pintu keluar balkon.


"Bulan, hentikan!"


"Aku tidak mau dengar apapun darimu. Suasana hatiku sedang buruk sekarang, sebaiknya kau pergi dari sini!" ujar Bulan sambil terus mendorong tubuh Raja sekuat tenaga.


Namun, Raja menghindari dorongan tangan Bulan sehingga gadis itu hampir jatuh terjerembab kalau saja Raja tak segera memasang perlindungan pada Bulan sebelum gadis itu menyentuh tanah. Alhasil Rajalah yang jatuh ke lantai dengan posisi terlentang dan Bulan ada diatasnya.


"Kau tidak apa-apa? Apa bayi kita baik-baik saja?" tanya Raja pada Bulan. Mereka berdua saling bertatapan.


Secepat kilat Bulan bangun berdiri dan langsung jadi salting sendiri. Ia sungguh tidak tahu apa yang terjadi padanya. Kehadiran Raja malah membuat Bulan galau.


"Katakan, ada apa kau kemari?" tanya Raja.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja."


"Aku sangat baik, sekarang pergilah," cetus Bulan tak ingin terbawa perasaan.


"Aku akan pergi, tapi aku juga akan segera kembali. Sampai jumpa lagi. Bye!" Raja tersenyum sambil mengangkat dua jarinya dipelipis. Ia membuka pintu balkon Bulan dan menuruni tangga lalu memanjat dinding tetangga Bulan dan menghilang ditelan gelapnya malam.


"Apa dia baru saja jadi batman?" gumam Bulan memerhatikan gerak-gerik Raja.


Bulan heran ada apa dengan artis itu? Bisa-bisanya Raja datang ke kamar Bulan seperti maling saja. Apa kata dunia jika seluruh fans fanatiknya tahu kalau idola mereka melompati pagar dan masuk ke kamar wanita tanpa izin.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2