
Keesokan harinya, Raja terkejut karena mendapati Bulan dan putranya, Arsen … sudah tidak ada disampingnya. Awalnya, Raja tidak curiga dan mengira kalau istrinya pasti sedang mengajak buah hati mereka jalan-jalan pagi di halaman rumah mereka atau sedang bermain bersama di luar. Namun, mata Raja langsung teralih pada secarik kertas yang terletak rapi di atas meja, tepat di samping Raja.
Raja mengambil kertas tersebut dan langsung membacanya. “Sial!”
Betapa terkejutnya Raja sehingga ia langsung lompat turun dari atas ranjang dan mengenakan pakaian seadanya setelah mengetahui isi pesan yang sengaja ditinggalkan Bulan. untuknya Ia bergegas berlari keluar menuruni tangga dan memanggil-manggil sopirnya.
“Gon!” teriak Raja dari dalam rumah pada sopir Raja yang selalu standby di tempatnya.
Sang sopir yang mendengar teriakan majikannya, langsung bergegas lari menemui Raja. “Iya Tuan,” ujar sang sopir siap mendapat perintah.
“Cepat antar aku ke bandara sekarang. Dan siapkan pesawat pribadiku yang lain,” seru Raja pada sang sopir.
“Siap Tuan!” Sopir tersebut berjalan cepat menuju pintu keluar dan menghubungi seseorang seperti yang diperintahkan Raja.
Sementara suami Bulan menyiapkan semua hal yang dibutuhkan dengan buru-buru. Ia sangat mencemaskan Bulan dan putranya tapi juga tak bisa menyalahkan istrinya atas tindakan nekat yang dilakukan Bulan. Begitu semuanya siap, Raja masuk ke dalam mobil limusin hitam yang sudah tersedia. Tak banyak barang yang dibawa Raja, ia hanya ingin menemukan istrinya secepatnya.
__ADS_1
Diperjalanan, Raja memikirkan banyak hal yang menjadi dasar istrinya mendadak kabur dari rumah. Sejak Rajha vakum dari dunia keartisannya, ia dan Bulan sangat bahagia, ditambah kehadiran Arsen ditengah-tengah keluarga. Semakiun lengkaplah kebahgiaan Bulan dan Raja. Berkali-kali Raja menelepon Bulan, tapi tak kunjung diangkat juga. Raja hanya menerima satu pesan dari istri tercintanya yang mengatakan bahwa ia dan Arsen baik-baik saja. Namun Raja tetap khawatir juga.
Hingga detik ini, pria tampan itu masih menggenggam erat tulisan tangan Bulan yang berisi kalau Bulan dan Arsen memutuskan kembali ke Indonesia untuk bertemu dengan Jenny. Bulan sengaja berangkat sendiri disaat Raja terlelap dalam tidurnya. Bulan tahu betul, Raja takkan mengizinkannya pergi jika Bulan memberitahu niatnya ini lebih awal, maka cara satu-satunya yang bisa Bulan tempuh adalah pergi diam-diam. Dengan begitu, Raja pasti menyusul Bulan tanpa pikir panjang.
Berjam-jam lamanya Raja ada di atas awan. Dan setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya ia tiba di bandara Soetta. Ini pertama kalinya setelah sekian lama, Raja kembali menginjakkan kakinya di tanah air yang dulu pernah membesarkan namanya saat masih menjadi artis ternama. Setelah lama tinggal di luar negeri, entah mengapa Raja jadi merasa asing di negera sendiri. Iapun tetap memakai masker dan menutupi identitas aslinya agar tidak ada orang yang mengenalinya.
Benar saja, kedatangan Raja kali ini tak banyak mengundang perhatian orang, berbeda dengan dulu, dimanapun Raja berada, ia selelau dikelilingi awak media dan fans hanya demi bisa melihat Raja. Tapi sekarang, tidak ada yang tahu kalau mantan artis yang dulu dipuja-puja kaum hawa, ada disekitar mereka. Raja sendiri juga jauh lebih nyaman dengan kehiupannya yang sekarang meski ia bukan lagi idola banyak orang.
Sebuah mobil Alphard hitam berhenti tepat di depan Raja dan suami Bulan itu langsung masuk kedalamnya. Mobil mewah tersebut melesat cepat meninggalkan bandara menuju ke kediaman Raja di mana Bulan dan keluarganya saat ini berada.
Sesampainya di rumah, Raja tertegun melihat pemandangan berbeda, ada di rumah ini. Bukan bangunannya yang berubah, melainkan karena ada banyak sekali orang-orang berkumpul dan mereka semua adalah keluarga besar Raja termasuk orang-orang terdekatnya. Bahkan Ben, Kiran serta tim sukses Raja yang tak lain dan tak bukan menejer Raja dan juga kru lainnya, semuanya ada di rumah ini.
Mata Raja jadi berbinar-binar seolah ingin menumpahkan air mata yang selama ini sudah ia tahan. Ia sungguh tak pernah menyangka, ibunya sudah mau menerima Bulan. Ia bahkan sampai tak bisa berkata-kata melihat betapa hangatnya perlakuan Jenny terhadap menantu dan cucunya.
Raja serasa masih belum percaya pada apa yang ia lihat sekarang, tapi … semua ini sungguh nyata dan bukan khayalan semata. Tak dapat dipungkiri juga, Raja sangat merindukan mereka semua yang ada di rumah ini. Ingin sekali menangis, tapi sebagai laki-laki pantang baginya mengeluarkan air mata di depan banyak orang seperti ini.
__ADS_1
“Selamat datang kembali Tuan,” ujar Ben menghampiri Raja dengan senyum merekah ruah tak terkira sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada Raja.
Tanpa suara, Raja memeluk erat asistennya dan memandang semua orang yang juga menatapnya. Raja melepas pelukannya dan berjalan pelan mendekat ke arah Bulan serta ibunya berada. Semua orang langsung terdiam dan menghentikan aktivitas mereka untuk memberi Raja jalan.
Sedangkan Jenny, langsung bergerak maju menutupi tubuh Bulan yang sedang sibuk memberikan ASI. Mata Jenny berkaca-kaca melihat putranya berjalan mendekat kearahnya. Itu adalah tatapan mata putra kesayangannya yang dulu pernah ia lihat saat Raja masih sangat muda. Kini, wanita paruh baya ini bisa melihat tatapan kehangatan itu lagi.
Tangis Jennypun langsung pecah ketika Raja memeluk erat dirinya. Rasa bahagia yang begitu besar membuat Jenny sampai kehilangan kata-kata. Raja mengintip Bulan dari balik punggung ibunya dan ternyum simpul padanya.
Air mata Bulan mengalir menatap wajah semiringah suaminya. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan mesra meski Raja masih dalam kondisi memeluk wanita yang telah melahirkannya. Bulan sangat bahagia karena akhirnya, suaminya ini bisa kembali merasakan kehangatan keluarga.
Bulan jadi teringat saat ia datang ke rumah ini bersama Arsen seorang diri. Ia masih saja diusir oleh Jenny dengan kasar. Namun, Bulan tidak menyerah, ia berlutut tepat di depan rumah mertuanya sambil menggendong Arsen. Tangisan malaikat kecil Bulan, akhirnya mampu meluluhlantakkan hati Jenny sehingga ibu Raja kembali membuka pintu rumahnya untuk Bulan.
Saat itulah, Bulan mengutarakan seluruh isi hatinya dan berharap Jenny mau menerima kehadirannya di keluarga Raja sebagai menantu serta ibu dari cucu Jenny. Keduanyapun berpelukan dan saling memaafkan. Tepat pada saat itu, ayah dan nenek Raja datang dan langsung senang melihat Jenny sudah mulai banyak berubah meski penampilannya tak seglamor dulu. Semua keluarga Raja merasa lega dan bahagia dengan terbukanya hati Jenny untuk Bulan.
Untuk merayakan momen bahagia ini, nenek Raja mengundang semua orang ke rumah dan mengadakan pesta sederhana. Bulan juga mengundang Ben dan Kiran serta kru lama Raja yang dulu sempat tergabung dalam manajemen Raja. Sebab, Bulan tahu, pasti suaminya sedang dalam perjalanan menyusulnya kemari. Dan begitu Raja tiba, suaminya langsung senang karena semuanya sudah kembali seperti sedia kala. Bulan benar-benar sukses mengejutkannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***