Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 49 Diam adalah Emas


__ADS_3

Kembali saat Bulan masih tertidur disaat Raja sudah pergi terlebih dulu untuk melakukan kegiatan keartisannya yang sudah terjadwal setiap harinya. Sebagai artis ternama, Raja memang punya segudang kesibukan dimana setiap hal yang dilakukan Raja akan menjadi pusat perhatian para fans fanatiknya.


Dimana ada Raja, disitulah fansnya berada. Raja bagaikan magnet yang menarik setiap orang untuk mengetahui gerak-geriknya tanpa terlewat sedikitpun, terutama para kaum hawa. Meskipun status Raja kini sudah memiliki istri, tetap saja tak mengubah kehidupannya menjadi seorang artis ternama yang digandrungi banyak wanita.


Mata Bulan langsung terjaga, ia tergolek di tempat tidurnya dan mendapati Raja sudah tidak ada disisinya. Ingatan akan kebersamaannya dengan Raja semalam membuat pipi Bulan langsung bersemu merah. Tak pernah terbayangkan dalam hidup Bulan kalau ia akan menjadi istri dari seorang artis yang bahkan hampir semua wanita di dunia ini mengidolakan Raja. Sekeras apapun Bulan menyangkal, inilah kenyataanya. Bulan bahkan tidak tahu kapan dirinya jatuh cinta pada artis papan atas ini. Semuanya terjadi begitu saja tanpa Bulan sadari.


Kalau dipikir-pikir Raja memang sosok makhluk Tuhan paling indah di dunia ini. Tak heran bila banyak kaum hawa tergila-gila dengannya. Apalagi kepribadian Raja yang dinilai baik di mata semua orang. Ia juga tak pernah mengecewakan para fans fanatiknya. Namun, ada sedikit kekhawatiran di dalam hati Bulan, entah bagaimana reaksi penggemar Raja jika mereka tahu bahwa idolanya telah berkeluarga.


Saat asyik melamun, pandangan mata Bulan tiba-tiba terarah pada secarik kertas yang menempel di samping meja tempat tidur Bulan. Rupanya, sang artis meninggalkan pesan manis untuk Bulan sehingga wanita cantik itu menyunggingkan senyumnya. Surat cinta dari Raja merupakan bukti nyata bahwa apa yang ia alami ini bukanlah mimpi belaka.


Aku akan pulang cepat, kita akan habiskan waktu bersama lagi setelah aku kembali. Nikmati harimu sambil menungguku pulang. Jika ingin sesuatu, bilang pada miss Lu. Dia kepala pelayan di rumah dan akan selalu siap melayanimu. Di bawah laci meja, ada ponselku yang berisi nomerku, kini ponsel itu jadi milikmu. Kalau kau merindukanku, kau bisa hubungi aku.


Dari suami tercintamu, Raja.


Begitulah kira-kira pesan yang ditulis Raja untuk Bulan. Tak bisa dibayangkan betapa bahagianya Bulan membaca tulisan tangan Raja yang rapi dan indah dipandang. Apalagi tulisan tangan tersebut khusus hanya diperuntukkan untuk Bulan.


Apa yang akan terjadi jika para fans Raja tahu kalau artis idola mereka jadi bucin padanya. Membayangkan hal itu, Bulan jadi merinding disco sendiri. Sebab, fans Raja jauh lebih menakutkan daripada hantu fenomenal yang terkenal di negara ini.


"Pantas saja dia jadi artis kelas kakap, tulisannya bagus banget gini," gumam Bulan berbaring lagi di atas ranjang seolah tak ingin terbangun dari mimpi indahnya. Ia terus memandangi secarik kertas tulisan tangan suaminya dan tak henti-henti tersenyum senang.

__ADS_1


Namun kebahagiaan Bulan di pagi hari tak bisa berlangsung lama. Mendadak ibu Raja alias mertua Bulan datang dan langsung nyelonong masuk ke kamar. Mentang-mentang Raja sedang tidak ada di rumah, ibu Raja seenak jidatnya saja memasuki kamar putranya tanpa permisi dulu.


"Huh, menantu apaan kau ini! Jam segini baru bangun sementara suamimu dari tadi pagi sudah keluar untuk mencari uang? Apa pantas kau disebut istri, ha? Bangun dan cepat temui aku di bawah!" bentaknya pada Bulan.


Tak ada yang bisa dilakukan Bulan selain diam karena ia sendiri juga merasa tidak enak pada ibu mertuanya dan juga Raja. Sekalipun dirinya sudah menjadi istri artis ternama, bukan berarti Bulan bisa berleha-leha dan bersantai ria sementara suaminya memang notabennya sedang mencari nafkah diluar sana. Bulan bergegas melakukan apa yang diperintahkan ibu mertuanya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak disangka, Bulan mengalami morning sickness sehingga ia harus muntah-muntah dan harus sedikit lama di kamar mandi. Kepalanya terasa sangat pusing dan tubuh Bulan sangat lemah, tapi karena tak ingin mengecewakan dan membuat marah mertuanya. Bulan mencoba bertahan dan segera turun menemui ibu Raja.


"Nona, apa anda tidak apa-apa? Biar saya yang bilang pada Nyonya besar supaya membiarkan anda istirahat. Wajah anda sangat pucat dan anda juga belum sarapan. Sejak tadi, tuan Raja menanyakan menu sarapan apa yang anda makan hari ini." Pria lekong yang dipanggil sebagai miss Lu, datang dan membantu memapah Bulan menuruni tangga. Suaranya dibuat-buat mirip seperti wanita padahal jelas fisiknya ini adalah pria.


Awalnya, Bulan terkejut melihat pria lekong datang menghampirinya, tapi Bulan langsung paham kenapa suaminya tak mempekerjakan wanita dirumahnya. Kalaupun ada, pasti usia wanita itu sudah paruh baya. Raja punya alasan kenapa ia seperti itu. Sebab, Raja sangat menghargai fans fanatiknya. Sekilas, Bulan jadi teringat akan kesan pertamanya saat bertemu dengan Raja dulu. Suaminya itu begitu menjaga hati dan perasaan fans setia Raja.


Sebenarnya, pria lekong kepercayaan Raja ini keberatan dengan permintaan nona mudanya. Bagaimanapun juga, ibu mertua Bulan harusnya pengertian kalau menantunya ini sedang hamil muda. Bukannya bersimpati, ibu Raja malah meminta Bulan untuk turun menemuinya di lantai bawah sambil marah-marah nggak jelas. Namun, ia juga tak bisa menolak permintaan Bulan meski hatinya tidak tenang.


"Pakaian apa yang kau pakai itu, ha?" bentak ibu Raja begitu melihat pakaian yang dikenakan Bulan saat menantunya datang menghampirinya. "Dan kau!" tunjuk ibui Raja pada miss Lu. Pergi kau dari sini! Siapa yang menyuruhmu memapah wanita manja ini!" bentaknya dan miss Lu berjalan pergi pamit undur diri.


Karena tak punya baju ganti, Bulan terpaksa mengenakan baju pemberian Ben dimana ukuran baju tersebut jauh lebih besar dibandingkan ukuran tubuh Bulan. Alhasil, penampilan Bulan kali ini memang kedodoran di mana-mana karena tak sesuai dengan bentuk tubuhnya. Sayangnya, Bulan tak berani mengucap sepatah katapun karena menurutnya, diam adalah emas.


Syukurlah sebelum suasana semakin memanas, anak buah Raja datang membawakan semua pakaian Bulan dan berbagai macam kebutuhan yang dibutuhkan Bulan selama ia tinggal di rumah ini. Barang-barang branded tersebut diberikan langsung pada Bulan sehingga membuat ibu Raja semakin geram. Ia bahkan merampas sebagian barang dan memeriksa isinya. Benar-benar mertua tidak sopan dan sok seenaknya.

__ADS_1


"Ada apa ini? Siapa yang menyuruhmu membelikan wanita ini banyak barang dan pakaian mahal itu?" cetus ibu Raja pada anak buah putranya.


"Tuan muda Raja sendiri yang membelinya Nyonya, saya hanya menjalankan perintah Tuan muda untuk memberikan semua barang-barang ini pada nona Bulan," jelas salah satu anak buah Raja dengan tenang.


"Anak itu benar-benar keterlaluan! Apa yang dia pikirkan? Apa ia tahu konsekuensi dari membeli barang-barang ini sendiri di tengah keramaian? Dasar!" geram ibu Raja dan langsung melirik benci Bulan. "Apa ada berita miring soal putraku yang berbelanja barang-barang wanita di mall?" tanya ibu Raja kesal.


"Tidak ada Nyonya, tuan muda Raja berangkat pagi disaat semua mall sedang sepi. Tidak ada yang tahu kalau Tuan muda berbelanja di mall."


Mendengar penjelasan anak buah Raja, mertua Bulan jadi semakin kesal. Hanya demi wanita rendahan yang kini terpaksa menjadi menantunya, Raja sampai rela melakukan hal gila seperti itu. Ini sungguh di luar dugaannya. Sepertinya, putranya itu menikahi Bulan bukan karena wanita yang nggak jelas asal usulnya, tengah mengandung anaknya, tapi karena Raja jatuh cinta pada Bulan. Makanya ia melakukan semua ini demi Bulan.


Aku tidak akan membiarkan hal ini berjalan terlalu lama. Anakku sudah di butakan oleh wanita ini. Lihat saja, hubungan kalian tidak akan pernah berjalan lancar. Cepat atau lambat kalian akan berpisah, batin ibu Raja sambil terus menatap wajah Bulan.


"Cepat ganti pakaianmu dan ayo ikut aku!" cetus ibu Raja dan Bulan langsung menuruti semua kata-katanya tanpa membantah sedikitpun.


Dalam hati, Bulan merasa terharu atas apa yang dilakukan Raja untuknya. Entah suaminya itu sadar atau tidak, kali ini Raja telah menyelamatkan Bulan dari omelan ibu mertuanya soal penampilannya sekarang.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2