Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 50 Salah Tempat


__ADS_3

Ibu mertua Bulan ternyata mengajak menantunya makan di sebuah restoran Italia favoritnya. Entah apa tujuan wanita yang bernama Jenny ini mengajak istri putranya datang kemari, yang jelas itu bukanlah hal yang baik. Wanita yang akrab disapa nyonya Steave ini langsung memesan Spaghetti alla Bolognese favoritnya. Sedangkan Bulan dipersilahkan untuk memesan makanannya sendiri.


Meski Bulan berasal dari keluarga berada, ia tak begitu suka makanan luar negeri. Bahkan jika ayahnya mengajak makan malam bersama ke tempat-tempat seperti ini, Bulan tidak pernah ikut serta. Ia lebih memilih tidur di rumah dan menyendiri ketimbang harus menjadi bahan olokan keluarganya yang lain.


Sebenarnya, Bulan tak suka datang ke restoran Italia atau restoran mewah lainnya. Ada rasa trauma tersendiri yang membuat Bulan teringat akan keluarganya yang jahat juga ibunya yang entah seperti apa kabarnya saat ini. Seketika ekspresi Bulan jadi tegang dan keringat dingin mulai menyerang. Luka hati Bulan akan hari di mana Bulan hendak dihabisi ayahnya sendiri mulai teringat kembali.


"Kenapa malah diam saja? Pilih daftar menu yang kau suka. Ini restoran mahal, aku tidak membawamu ke sembarang tempat." Ibu Raja mulai menyombongkan diri.


Bulan berusaha keras mengontrol emosinya dan mencoba bersikap normal. Ia mengalihkan perhatiannya dengan membaca daftar menu makanan yang ia pegang. Ada pizza, spaghetti, ravioli, lasagna, parmigiano, reggiano, dan ministrone. Menu 1, 2, 3, dan 4, Bulan sudah tahu rasa dan bentuknya seperti apa. Ia sama sekali tak suka semua makanan itu. tinggal menu parmigiano, reggiano, dan ministrone yang tidak Bulan tahu sehingga iapun asal pilih menu ministrone.


Bulan sangat terkejut ketika menu ministrone yang ia pesan ternyata adalah sup kental. Sup tersebut dimasak dari kuah tomat diberi isi berupa polong, bawang, seledri, tomat cincang dan wortel, lalu di tambah pasta. Sungguh, istri Raja itu sangat tidak menyukai masakan yang banyak mengandung sayuran. Ia pun hanya menelan saliva ketika menu pesanannya dihidangkan dihadapannya.


Gawat, aku sama sekali tidak suka menu ini. Bagaimana ini? batin Bulan. Ia merasa telah salah memilih menu makanan.


"Kau memilih menu makanan yang bagus. Sangat cocok dengan latar belakangmu yang merakyat dan tidak jelas itu," ledek mertua Bulan sambil tersenyum sinis menikmati spaghettinya.


Ministrone sup memang dikenal sebagai makanan merakyat ala khas masyarakat Italia. Hampir semua orang di Italia mengkonsumsi menu tersebut setiap hari dan dijadikan menu sehari-hari di sana. Itulah kenapa nyonya Steave menyamakan status Bulan yang ia anggap sebagai gadis biasa saja dengan menu makanan merakyat Italia.


"Ada satu hal yang harus kau dengar. Tinggalkan Raja untuk selamanya. Keu menghancurkan hidup dan karirnya. Kau pikir Raja mencintai wanita rendahan sepertimu? Dia hanya anak baik yang polos, dan tak tega melihat wanita malang sepertimu hidup nggak jelas begitu. Makanya dia mau menikahimu. Kau harusnya sadar diri siapa kau sebenarnya. Ini masih belum terlambat, aku akan memberikan uang sebanyak yang kau inginkan asalkan kau pergi dari hidup putraku untuk selamanya." Jenny menyerahkan selembar cek berjumlah fantastis pada Bulan.


Tetapi Bulan hanya diam tak bereaksi. Entah ia mendengar ucapan ibu Bu mertuanya atau tidak, yang jelas Bulan terus menatap buku daftar menu makanan yang ia pegang seolah menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


"Bulan! Kau dengar aku tidak?" bentak ibu Raja sehingga Bulan jadi gelagapan.


"E ... maaf, Ma ... tiba-tiba saja kepalaku pusing, Mama ... bicara apa tadi?"


"Jangan panggil aku mama! Aku bukan mamamu!" sengal Jenny tak terima.


"Maaf Nyonya," ujar Bulan lirih. Tiba-tiba rasa mual mulai menyerang Bulan.


Sungguh, Bulan tak bisa berkonsentrasi dengan apa yang dibicarakan mertuanya. Tubuhnya memang di sini, tapi hati dan pikirannya ada di tempat lain.


"Kenapa kau hanya diam saja? Makanlah menu yang sudah kau pesan. Jangan buang-bunag uang. Harga sup itu tak sepadan dengan pakaian yang kau kenakan saat ini sekalipun putrakulah yang membelikannya untukmu." kata-kata ibu Raja terdengar nyelekit sekali di hati. Segitu bencikah ia pada Bulan sampai wanita paruh baya itu menginginkan Bulan pergi meninggalkan Raja.


"Jangan seperti ini, Nyonya. Saya tak butuh uang ini atau apapun."


"Jangan sok suci! Terima saja dan enyahlah dari kehidupan Raja." nada suara Jenny mulai meninggi.


Deg!


Jantung Bulan langsung berdetak kencang. Jadi ini, alasan ibu Raja memberinya cek? Mertuanya itu ingin Bulan meninggalkan putranya. Suasana hati Bulan langsung buruk. Ia tidak tahu harus berkata apa. Meninggalkan Raja disaat ia mulai membuka hati untuk suami artisnya? Jelas itu sangat sulit bagi Bulan.


"Aku tak perlu buru-buru kalau kau masih bingung, aku jga tak mau dianggap wanita kejam oleh anakku. Kau bisa persiapkan dirimu mulai dari sekarang. Makanlah menu yang sudah kau pesan itu. Keburu dingin. Dan juga habiskan! Jangan sampai ada sisa sedikitpun supaya uang yang kukeluar kan tidak sia-sia."

__ADS_1


Ibu mertuanya Bulan ini benar-benar tidak punya hati tapi tidak mau dianggap keji. Bulan tak kehabisan kata-kata dan lebih memilih diam saja. Bagaimanapun juga, Jenny adalah orang yang lebih tua darinya dan wajib Bulan dihormati, apalagi wanita menyebalkan itu adalah orang yang harus ia anggap seperti ibunya sendiri.


Bulan terus mengamati hidangan sup kental yang terlanjur ia pesan dengan hati was-was tak karuan. Rasanya ia sangat mual dan ingin sekali muntah. Sayangnya, ibu Raja tidak peduli dan acuh tak acuh pada menantunya. Bulan tak ingin makan makanan ini. Namun, tatapan mata Jenny memaksa Bulan untuk menelan sup ministrone itu.


Lama-lama, Bulan pun sudah tidak tahan dan ia langsung berlari ke belakang untuk memuntahkan seluruh isi perutnya. Untung Bulan tepat waktu sampai di toilet dan langsung muntah-muntah di wastafel.


"Hueek! Hueeek!" Bulan terus muntah sampai perutnya kosong.


Tiba-tiba, dari arah belakang Bulan, muncul seseorang dan membantu Bulan memijit tengkuk Bulan supaya wanita itu bisa mengeluarkan semua yang tertahan di tenggorokan. Setelah semua keluar, Bulanpun lega meski tubuhnya langsung lemas karena tenaganya berkurang akibat muntah-muntah tadi.


"Aku sudah tidak apa-apa, terimakasih," Bulan membersihkan mulutnya dan betapa terkejutnya ia setelah melihat orang yang membantunya sedang berdiri dibelakangnya. Bulan melihat orang tersebut melalui cermin di depan Bulan.


"Ra-Raja?" Seketika Bulan balik badan menatap wajah cemas suaminya. Ia terkejut tapi juga langsung sadar kalau tempat ini bukan tempat yang tepat untuk sang artis papan atas sekelas Raja. "Kau! Bagaimana kau bisa masuk kemari! Keluarlah! Ini toilet wanita." Bulan mendorong suaminya yang tak bergeming dari tempatnya.


Raja menahan kedua tangan Bulan dan menggenggamnya. "Ini bukan toilet wanita, Bulan sayang, tapi toilet pria. Kau salah masuk toilet, untung aku datang tepat waktu sebelum ada banyak pria masuk ke dalam toilet ini," terang Raja dan Bulan langsung tertegun mendengarnya.


"Apa?" kali ini Bulan benar-benar terkejut.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2