
Baik Raja ataupun Bulan sama-sama menyalurkan hasrat birahii mereka berdua di atas ranjang bergoyang di tengah malam. Bibir Bulan gemetar dan juga takut. Meski ini bukan pertama kalinya ia melakukan hubungan suami istri dengan orang yang sama, tetap saja Bulan merasa ada yang aneh dalam dirinya saat Raja suaminya, menyentuh seluruh tubuh Bulan terutama dibagian sensitifnya. Bulan ingin berhenti, tapi sentuhan lembut tangan Raja semakin memicu hormonnya untuk terus mengalami pelepasan.
Yang namanya surga dunia itu sungguh sangat nikmat bagi yang sudah merasakan dan mengalaminya, seperti yang dirasakan Bulan dan Raja sekarang. Raja melakukannya dengan pelan dan hati-hati sehingga Bulan menikmati goyangan pedang etalibun Raja yang masuk ke dalam mahkota berharga Bulan. Malam indah mereka berdua di malam pertama pernikahan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.
Sesekali Raja berhenti ditengah-tengah aktivitasnya bergenjoot ria untuk menatap wajah cantik Bulan yang terus memejamkan mata. Entah karena istrinya ini malu atau karena terlalu menikmati, bagi Raja, ia bahagia melihat Bulan telah menjadi wanita miliknya seutuhnya. Mungkin semua ini merupakan hal baru dalam hidup Raja. Bersama Bulan, hidup Raja semakin berwarna.
"Boleh aku memberitahumu sesuatu?" tanya Raja sambil ngos-ngosan begitupula dengan Bulan yang mulai berani membuka mata dan melihat Raja tepat berada di atasnya.
"Apa?" tanya Bulan terengah-engah.
Jantung wanita cantik ini masih berdebar kencang sampai Raja sendiri bisa mendengarnya. Tubuh mereka berdua melekat erat seolah enggan terpisahkan. Tak ada sekat apapun diantara keduanya.
"Mulai sekarang, Bulan hanya milik Raja. Kau milikku selamanya. Tidak akan ada yang bisa memilikimu selain aku. Bukan hanya tubuhmu, tapi hati dan cintamu, hanya tercipta untukku. Kau paham?" mata elang Raja menatap tajam manik mata Bulan bergantian.
Bulan tidak menjawab, tapi matanya berkaca-kaca. Ia terharu sekaligus bahagia. Wanita mana sih yang bisa menolak pesona pria tampan yang menjadi idola banyak wanita dan kini terang-terangan menyatakan bahwa Bulan adalah milik Raja. Awalnya, Bulan mengira kalau ini hanya mimpi. Namun, kenikmatan yang Raja berikan membuat wanita cantik itu yakin kalau cinta Raja padanya itu nyata.
Sang artis sendiri juga tak pernah menyangka bakal merasakan sebahagia ini bisa memiliki Bulan, wanita yang tak ia kenal tapi bisa membuatnya merasakan sesuatu yang tak pernah Raja rasakan sebelumnya. Ia langsung memeluk Bulan dengan erat dan melanjutkan aktivitasnya, yaitu Raja menusuk-nusuk Bulan dengan pedang etalibunnya.
Sensasi gairah yang tinggi, dirasa nikmat oleh keduanya. Raja dan Bulan saling memberi dan menerima. Keduanya benar-benar menunaikan ritual Raja tertusuk Bulan dengan sempurna sampai akhirnya keduanya mengalami pelepasan bersama.
Kedua tangan Raja masih menggengam erat kedua tangan Bulan. Pelan tapi pasti, sang artis mencabut pedangnya dari mahkota milik istrinya dan menutupi tubuhnya serta tubuh Bulan dengan selimut hangat. Rona bahagia terpancar jelas di wajah pasangan suami istri yang baru saja menikah. Raja menopang satu tangannya di kepala dan menatap Bulan tanpa henti.
__ADS_1
"Kenapa menangis?" tanya Raja membantu mengusap air mata Bulan yang keluar dari mata indahnya. "Apa ... aku terlalu kasar padamu? Kau merasakan sakit?" tanyanya khawatir.
"Tidak, bukan itu ..." Bulan memegang tangan Raja dan menggenggamnya. "Aku cuma berharap ini bukan mimpi. Aku terus meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bukan wanita yang pantas untukmu. Masih banyak wanita lain diluar sana, yang lebih pantas mendapatkan cintamu dan berbaring di sini bersamamu. Bukan aku ..."
"Ssssttt!" Raja menempelkan jari telunjuknya di bibir Bulan. "Berani bicara begitu lagi, aku akan benar-benar menusukmu lagi dengan pedang etalibunku supaya kau percaya kalau aku sungguh menginginkanmu dan tak menginginkan yang lain lagi. Karenamu aku terpaksa harus melajang diluar dan beristri kalau di rumah. Bulan Sayang, bagaimana caraku meyakinkanmu supaya kau percaya kalau aku sudah jatuh cinta padamu. Apaaa ... kita publikasikan saja pernikahan kita ..."
"Tidak ...." sela Bulan cepat.
"Kenapa?"
"Kita berdua sudah membahas ini. Tolong jangan bahas lagi ...."
"Jangan menatapku seperti itu, kau menakutiku!" Bulan memalingkan wajahnya dan memunggungi suaminya. Namun Raja menarik bahu Bulan supaya kembali menghadapnya.
"Kenapa takut? Wajahku ini sangat tampan. Harusnya kau terpesona padaku, bukan takut padaku. Kita sudah sah sekarang. Kau istriku dan aku suamimu." Raja mulai senyam-senyum lagi mendengar ucapannya sendiri.
Sepertinya suasana ketegangan yang sempat terjadi diantara Bulan dan Raja kembali mencair. Raja mencium kening Bulan dengan mesra lalu turun ke bibir manis istrinya.
"Ternyata seperti ini," ujar Raja masih menatap Bulan.
"Apanya?" tanya Bulan tidak mengerti maksud kalimat terakhir yang diucapkan Raja.
__ADS_1
"Rasanya," jawab Raja.
"Rasa apa, sih? Kau mau makan?" Bulan masih belum ngeh.
"Rasanya bercintaa, rasanya ciuman, rasanya jatuh cinta, rasanya punya istri, rasanya mengunjungi calon anak, hehehe ... enak juga, mau lagi ... boleh?" canda Raja minta nambah jatah.
"Ehm ... Raja ... aku ... ngantuk," kilah Bulan langsung berubah merah padam. Ternyata artis papan atas itu mesum juga. Entah kenapa Bulan jadi malu sendiri mendengar ucapan suaminya.
"Ya sudah, ini juga hampir pagi. Aku lupa kalau kau juga butuh istirahat. Besok saja kita lanjutkan kalau aku sudah pulang kerumah. Apa anakku bahagia di dalam karena baru saja dikunjungi ayahnya, ya?" tanya Raja menggoda Bulan.
"Mana aku tahu? Aku tidur dulu. Aku benar-benar ngantuk." Bulan pura-pura tak menanggapi ocehan Raja yang semakin membuat merah wajah Bulan.
Bulan bahagia, sunguh sangat bahagia. Ingin rasanya ia kembali menyadarkan dirinya sendiri tapi kali ini, Bulan ingin sedikit egois. Ia ingin menerima cinta Raja dan menjalani hari-harinya bersama artis papan atas kelas kakap yang terkenal acuh tapi fansnya bejibun. Mungkin akan ada prahara dalam kehidupan Bulan dan Raja terlepas dari status mereka yang berbeda kasta.
Namun kali ini, Bulan tak mau memikirkan itu, apa yang terjadi nanti, ia siap menghadapi. Yang penting sekarang, Bulan sangat bahagia karena ada Raja disisinya. Sudah tidak ada lagi yang diinginkan Bulan. Untuk pertama kalinya, Bukan merasa kalau ia telah hidup kembali, Bulan menemukan semangat hidup kembali. Bahkan ia bertekad ingin melahirkan dan membesarkan anaknya dengan baik apapun yang terjadi.
Sedangkan Raja, ia tersenyum dan memeluk Bulan agar istrinya ini tertidur dalam dekapannya. Dan benar saja, baru juga beberapa menit Raja memeluk Bulan, terdengar napas teratur yang menandakan kalau wanita yang mengandung anaknya sudah langsung tertidur lelap.
"Dia sudah tidur," gumam Raja sambil mencium mesra kening Bulan. "Akhirnya aku punya istri dan sebentar lagi punya anak. Takdir benar-benar misteri. Selamat datang di kehidupanku, Bulan."
***
__ADS_1