Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 44 Raja Jatuh Cinta


__ADS_3

Bulan tertegun, tatapan mata Raja mengisyaratkan kalau apa yang dia ucapkan itu benar. Sama sekali tidak ada kebohongan di dalamnya. Sungguh, ini bagai mimpi bagi Bulan. Gadis itu ingin mencubit pipinya sendiri tapi tak mungkin ia melakukannya dihadapan Raja. Bulan ingin percaya dengan ucapan Raja yang secara tak langsung telah menyatakan cintanya. Namun, gadis itu malah tak menganggap serius kata cinta suaminya.


Siapa yang percaya coba? Pria sekelas Raja, artis ternama papan atas dunia, tampan, tajir melintir dengan dikelilingi para fans fanatik berjumlah bejibun, telah menyatakan cinta pada gadis biasa yang bahkan kehadirannya saja tak diterima di dunia ini. Sungguh sangat tidak masuk akal. Bulan menolak takdir cinta yang seperti ini. Rasanya sangat tidak adil bagi Raja jika ia jatuh cinta padanya. Bahkan itu adalah hal yang mustahil terjadi menurut Bulan.


"Tuan Raja ... jangan jatuh cinta padaku dan jangan memintaku jatuh cinta padamu. Aku tidak bisa dan juga tidak sanggup. Apa kau buta tuan Raja? Kau sempurna, tapi lihat aku? Mana mungkin wanita sepertiku layak kau cintai?"


"Kenapa kau tak layak? Kau manusia sama sepertiku dan aku mencintaimu Bulan," sela Raja.


"Itu bukan cinta Tuan." ganti Bulan ikutan menyela. "Kau jangan menyalahartikan rasa kasihanmu padaku dengan cinta. Jelas itu berbeda. Diluaran sana, ada banyak sekali wanita sempurna yang lebih cocok untukmu dibandingkan aku. Aku sama sekali tidak pantas untukmu! Jangan buat aku semakin bersalah padamu."


"Kenapa tidak pantas? Apa kau tak pernah mendengar pepatah yang mengatakan kalau cinta itu membutakan segalanya? Awalnya aku merasa bulshit dengan kata-kata pepatah model begitu, tapi ternyata ... setelah aku mengalaminya, pepatah itu benar. Cinta memang membuatku buta, aku tak lihat apapun di dirimu selain cinta. Aku jatuh cinta padamu, Bulan. Bukan karena kau mengandung anakku. Tapi karena aku benar-benar mencintaimu. Mungkin Tuhan mengirimku untuk menjadi penerang dihidupmu yang gelap ini. Dan aku harap kau mau menerimaku menjadi bagian dari hidupmu." Raja memegang kedua tangan Bulan lalu mencium punggung tangan itu.


Sedangkan Bulan sendiri berurai air mata karena ia masih belum bisa percaya kalau ada seorang pria sempurna jatuh cinta adanya. Namun, tak dapat dipungkiri, kalau hatinya serasa bahagia melihat Raja benar-benar mencintai dirinya.


"Memang akan ada badai yang menghadang hubungan kita, tapi kita berdua akan sama-sama menghadapinya. Kau dan aku tak bisa jalan sendiri-sendiri. Kita berdua harus bergandengan tangan dan berjalan bersama-sama melawan semua badai itu. Jika kita berdua bersatu, aku yakin segala rintangan alang melintang, akan bisa kita lalui dengan mudah." Raja berlutut dihadapan Bulan tanda ia serius menjalani bahtera rumah tangga dengan wanita yang kini tengah hamil anaknya. "Bulan Sergey Permata. Maukah kau menjalani sisa hidupmu bersamaku dan berjanji mencintaiku dengan tulus?" tanyanya penuh harap pada Bulan.


Tangis Bulan semakin menjadi dan langsung memeluk Raja sampai tubuh pria itu terdorong jatuh ke belakang dengan posisi Bulan ada di atas tubuh Raja. Sang artis mengerang kesakitan lantaran punggungnya membentur lantai dengan keras dan melindungi Bulan agar tak ikutan terjatuh ke lantai.


"Maaf, aku kelepasan! Kau tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?" tanya Bulan mulai cemas. ia jadi sangat merasa bersalah dan tidak enak hati pada Raja. Tubuh artis Raja ini sangat mahal. Akan fatal jadinya bila sampai terjadi apa-apa pada Raja.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, tubuhmu tidak berat kok, kau sepertinya kurang gizi. Harusnya wanita hamil itu lebih berisi."


Mendengar ucapan Raja, Bulan jadi malu. Ia mencoba bangun berdiri, tapi tangan Raja malah menarik kembali tangan Bulan hingga istrinya itu jatuh diatasnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Bulan sambil melindungi perutnya.


"Oh maaf, apa bayi kita tidak apa-apa?" kini gantian Raja yang khawatir.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit terkejut."


Raja langsung menggendong Bulan dan membaringkannya di tempat tidur pelan-pelan. "Saat bersamamu aku lupa kalau kau sedang hamil. Apa aku mau makan sesuatu? Bumil biasanya kalau malam suka ngemil."


"Besok saja. Kau butuh istirahat sekarang. Aku tak mau anakku kelelahan setelah apa yang menimpa ibunya seharian ini. Sekarang tidurlah, jika tidak ... jangan salahkan aku kalau ayahnya ingin menengok anaknya." Raja mencium kening Bulan dan ikut berbaring disampingnya. Ia bahkan tak segan memeluk tubuh Bulan dengan senyum mengembang.


Masih belum ada kata cinta keluar dari mulut Bulan, tapi hal itu tidak masalah bagi Raja karena cepat atau lambat Bulan pasti juga mencintainya. Secara dia kan artis, semua wanita normal menyukai dan mengidolakannya. Sangat tidak mungkin jika Bulan juga tidak menyukainya.


Bulan sendiri jadi bingung, tapi bercampur malu juga. Rasanya aneh bila tiba-tiba malam ini ia tidur dengan laki-laki meskipun laki-laki ini adalah suaminya sendiri. Apalagi sekarang adalah malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri. Sungguh, gadis itu malah kesulitan memejamkan mata karena perasaannya campur aduk. Bulan juga tak bisa bernapas kencang seolah ada yang ia tahan.


"Kau kuapakan, hm? Sampai tegang begitu? Bahkan napas pun kau tahan. Aku tak mau jadi duda, jadi bernapaslah," bisik Raja pelan. Ia senyam senyum sendiri melihat betapa gugupnya Bulan saat ada dipelukannya.

__ADS_1


"Bu-bukan begitu ... aku hanya ... belum terbiasa tidur dengan pria asing." Bulan berterus terang.


"Aku bukan pria asing, Bulan batu permata. Aku suamimu sekarang. Kau istri seorang artis ternama yang digandrungi banyak wanita. Harusnya kau bangga, kenapa malah takut begitu. Lagian ini bukan kali pertama kita tidur bersama, malam sebelum kehadiran calon anak kita beberapa waktu lalu, kita sudah pernah seranjang meski aku tidak sepenuhnya ingat bagaimana caraku menjebol gawangmu kee ...."


"Stop! Jangan bahas itu sekarang," sela Bulan cepat. Ia menempelkan jari telunjuknya di bibir Raja sehingga mata keduanya saling beradu pandang.


"Aku ingin mengulang kejadian itu," ujar Raja lembut dengan suara khasnya yang menggoda. Tidak akan ada wanita yang tak kelepek-kelepek bila ditatap Raja seperti itu.


Ada suatu getaran aneh tiba-tiba menyelimuti hati dan jiwa pasangan suami istri ini. Mata Raja tak bisa berpaling dari wajah cantik Bulan begitu pula sebaliknya. Perlahan, Raja mendekatkan wajahnya di atas wajah Bulan dan menyapu bersih bibir indah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Raja tak bisa berhenti menciumi Bulan karena hormon testosteronnya mulai naik drastis begitupula dengan hormon progesteron Bulan. Tangan Raja mulai menjarah kemana-mana sampai satu persatu pakaian istinya tertanggal dan ia lemparkan ke segala arah.


Suara desahaan Bulan semakin membuat Raja ganas. Kini ia tak hanya menciumi seluruh wajah Bulan tapi juga leher dan menggigit kecil telinga wanita yang sedang mendesah pelan di bawah tubuh Raja. Deesahan-desahaan lembut Bulan menggoda iman dan imron Raja untuk segera memasukkan pedang etalibunnya ke dalam mahkota indah Bulan. Keduanya melangsungkan ritual Bulan tertusuk Raja untuk kali kedua di malam syahdu dan penuh cinta dimana mereka berdua sudah sama-sama mulai membuka hati untuk saling mengisi kekosongan yang ada dalam diri mereka masing-masing.


BERSAMBUNG


***


Belum selesai loh adegan mereka, tunggu di episode berikutnya ya .... cuma mau ngetes ini lulus apa nggak wkwkwk ....

__ADS_1


__ADS_2