Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 43 Jatuh Cintalah Padaku!


__ADS_3

Raja menghela napas dalam-dalam. Ia merutuki Ben yang membuatnya kesal bukan kepalang. Entah darimana asistennya itu dapat pakaian aneh model bin nyeleneh yang jelas sangat tidak cocok dipakai Bulan karena tubuh istri Raja itu tidak gemuk-gemuk amat, cenderung kurus malah. Sebenarnya, bukan salah Ben juga sih. Pria dingin itu mana tahu berapa ukuran yang pas untuk Bulan karena ia tak pernah berani menatap Bulan lebih dari 5 menit. Sebab, bagi Ben, Bulan adalah milik tuannya dan hanya Raja yang berhak melihat Bulan sepuasnya.


Kecanggungan yang terjadi antara Bulan dan Raja membuat sang artis jadi tidak nyaman juga. Namun, Raja punya cara tersendiri agar hubungan mereka tak lagi canggung seperti sekarang meski pernikahan ini terjadi karena ada sedikit unsur keterpaksaan.


"Ayo kita bersenang-senang," ajak Raja sambil tersenyum senang. Namun Bulan malah menyalah artikan maksud ucapan Raja.


"Hah?" mata Bulan langsung menatap Raja yang tersenyum padanya.


Pikiran gadis itu lari kemana-mana. Ia mengira kata 'bersenang-senang' versi Raja adalah manghabiskan malam pertama mereka bersama di mana Bulan masih belum siap. Ia bingung dan canggung juga tak tahu apakah harus menolak atau menuruti keinginan Raja karena sekarang, artis top yang ada dihadapannya ini adalah suaminya.


"Tuan, Raja ... aku ... ehm, aku belum ..."


"Kenapa kau panggil suamimu ini 'tuan', hm? Panggil saja 'Raja', 'Sayang' juga boleh," kekeh Raja senyam-senyum melihat wajah pucat Bulan. "Ayo!" Raja menarik satu tangan Bulan tapi Bulan mencoba berontak.


"Tapi ... aku belum siap," cetus Bulan mulai takut.


"Kau tidak perlu bersiap-siap, ayo!" Raja masih menarik tangan Bulan tapi gadis itu masih enggan bergeming dari tempatnya.


"Tidak Tuan, Ra ... e ... maksudku Raja ... aku belum bisa menunaikan tugasku sebagai istri, tolong beri aku waktu untuk beradaptasi dengamu ... banyak hal yang terjadi padaku dan aku ... aku ... belum siap, melayanimu ... tolong, mengertilah," ujar Bulan terbata-bata.


"Menunaikan tugas sebagai istri? Tugas yang mana? Kau tak perlu melakukan tugas apapun, aku juga tak minta kau melayaniku karena sudah banyak asisten rumah tangga di sini dan sudah ada Ben yang selalu mengurus serta mengatur jadwalku. Aku mau mengajakmu bersenang-senang diluar, bukan di sini. Aku tahu ... kau belum menerimaku sepenuhnya begitu pula denganku, terlebih pernikahan kita terkesan mendadak dan kau minta menyembunyikannya dari khalayak. Aku sendiri juga bingung, tapi tak tahu harus bagaimana. Ini hal baru bagiku.

__ADS_1


"Awalnya, hidupku hanya untuk para fansku. Tapi sekarang sudah ada kau disisiku. Aku hanya ingin membuatmu nyaman bersamaku, bukan karena aku adalah artis papan atas yang tampan dan banyak dipuja wanita, melainkan sebagai ayah dari anak yang kau kandung."


Bulan tertegun, ia jadi semakin malu karena telah salah paham pada Raja. Bagaimanapun juga, mereka berdua memang sudah menikah. Dan Raja melakukan semua ini hanya untuk dirinya dan calon anak mereka.


Mana ada artis top sekelas Raja langsung mau bertangungjawab tanpa syarat atas apa yang ia lakukan pada Bulan meski Raja tak sepenuhnya bersalah. Mungkin, Raja satu dibanding 1000 orang yang mau mengakui kesalahannya apalagi jika sampai hal ini diketahui publik, maka habislah karir Raja di detik ini juga.


"Maafkan, aku ... maaf aku sudah bersikap buruk padamu. dan maaf karena sudah salah paham atas niat baikmu ... aku ..." isak Bulan, ia tak sanggup berkata-kata lagi.


Raja langsung memeluk Bulan dalam pelukannya. "Aku tahu, kau sudah mengalami banyak kesulitan gara-gara aku, hidupmu sudah sulit dan karena diriku ... kau hampir saja mati ditangan ayahmu. Untung nenekku mengurungku di sini, jika sampai aku ada di sana dan melihat apa yang telah terjadi padamu, maka mungkin saat ini aku sudah ada di penjara dan di cap sebagai pembunuh." Raja mulai mengungkapkan kekesalan dan perasaanya.


Bulan menangis, ia tak menyangka Raja mengetahui kejadian saat dirinya hampir saja dibunuh oleh ayahnya sendiri. Ia juga kaget, sebegitu kesalkah Raja atas apa yang menimpanya. Mungkin nenek Rajalah yang memberitahu sebelum Raja datang ke mari. Bulan sungguh sangat trauma, ia sampai lupa kalau ibunya masih ada di sana.


"Bagaimana dengan ibuku? Tuan Raja ... bisakah kau pertemukan aku dengan ibu?" Bulan mulai panik dan cemas, ia terlalu terkejut sampai lupa pamitan pada ibunya. Raja melepas pelukannya dan mengusap sisa bulir air mata Bulan.


"Tapi ..."


"Semuanya akan baik-baik saja, Bulan. Jangan merasa bersalah lagi. Dalam hal ini, akulah yang harus disalahkan. Saat nenekku menjodohkanmu denganku, aku menuduhmu yang bukan-bukan dan menyakiti hatimu. Maaf atas ucapanku yang waktu itu. Sekarang kita sudah jadi pasangan suami istri, bagaimana kalau kita mulai dari awal. Jika kau belum siap jadi istriku, bagaimana kalau kita mulai dari pacaran dulu. Aku ... akan mengumumkan pada fansku kalau aku sudah punya pac ..."


"Jangan!" sela Bulan langsung. "Tolong, jangan umumkan apapun, mereka akan langsung mengorek informasi tentang siapa wanita yang jadi pacarmu, aku tidak mau mereka tahu siapa aku. Biarkan saja seperti ini. Aku tidak mau tertekan dengan status kita, akan lebih baik bagiku dan anak ini jika semua orang tak tahu hubungan kita."


"Mau sampai kapan kita menyembunyikan pernikahan kita?" tanya Raja tidak setuju dengan pemikiran Bulan.

__ADS_1


"Sampai kita berdua siap, kau akan kehilangan banyak fans fanatikmu dan aku akan mendapat banyak cibiran dari mereka. Jika kau siap, maka aku akan mencoba siap juga."


"Aku siap kehilangan fansku, mungkin karirklu akan meredup dan hancur, tapi tidak masalah bagiku. Aku akan beralih profesi menjadi dokter atau CEO diperusahaan ayahku atau meneruskan bisnis kuliner keluargaku. Tak masalah bagiku jika aku tak menjadi artis." Raja meyakinkan Bulan bahwa hubungan mereka tak perlu disembunyikan, tapi Bulan tetap ngotot tidak setuju.


"Aku tidak mau kau berkorban lebih banyak dari ini, Raja. Aku belum siap menerima pengorbananmu yang begitu besar untukku karena aku merasa ... aku bukanlah orang yang pantas menerima pengorbananmu. Aku sendiri juga tidak tahu bagaimana caraku membalas kebaikan hatimu. Tolong jangan berkorban lebih banyak lagi, aku mohon."


Raja terdiam, ia mencoba memahami situasi Bulan yang mungkin memang masih tertekan, terlepas dari apa yang menimpa gadis itu selama ini. Bulan hampir saja meregang nyawa di tangan ayahnya dan sekarang, Bulan yang malang masuk ke dalam keluarga Raja dimana ada banyak sekali konflik serta tekanan sosialitas didalamnya.


Salah satunya adalah ketidaksukaan ibu Raja terhadap Bulan. Wajar, jika Bulan meminta untuk tak menambah beban lagi jika para fans fanatik Raja tahu siapakah Bulan bagi Raja.


"Ada satu cara untuk membalas pengorbananku untukmu, dan aku yakin ... kau bisa melakukannya." mata Raja menatap tajam wajah sendu Bulan.


"Apa itu ...?" tanya Bulan.


"Jatuh cintalah padaku, maka aku akan korbankan hidupku dan semua yang kumiliki hanya untukmu," jawab Raja tandas, dan juga tegas.


BERSAMBUNG


***


Visual Bulan dan Raja

__ADS_1



__ADS_2