Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 60 Ungkapan Hati Raja


__ADS_3

Jantung Bulan serasa berdetak dengan sangat kencang ketika Raja menatapnya dengan segudang cinta yang ia punya. Ini bertama kalinya Raja menatap istrinya dengan tatapan yang bisa meluluhlantakkan hati Bulan. Tatapan tajam itu, membuat bibir wanita yang langsung dimabuk kepayang oleh suaminya serasa kelu sehingga ia jadi gugup untuk bersuara. Raja juga tak benar-benar menindih tubuh istrinya karena ia tahu pasti tahu kalau Bulan sedang mengandung buah hati mereka berdua.


Tanpa perlu banyak berucap, Raja langsung melancarkan serangan jurus ciuman mautnya diseluruh wajah Bulan hingga istrinya ini jadi terangsaang. Hormon progesteronnya meningkat drastis kala Raja terus menghujani Bulan dengan ciuman. Raja juga tak membiarkan Bulan berbicara dan mengajaknya menikmati proses eksekusinya dengan gairah cinta yang membara.


Hanya dalam waktu sekejap, keduanya sudah sama-sama tak memakai sehelai benangpun dan hanya bertutupkan selimut tebal agar Bulan tidak merasa kedinginan meski pemanas ruangan sudah dinyalakan. Sebagai gantinya, Rajalah yang terpaksa bermandikan peluh karena ia menusuk Bulan sambil berolah raga dan menjaga perut istrinya dengan baik agar tak tertindih tubuh kekarnya.


Adegan sweet Bulan tertusuk Raja berjalan lumayan lama dan keduanya sama-sama menikmati setiap prosesnya. Raja tak pernah lepas dari wajah Bulan dan terus melummat mesra bibir lembut istrinya tanpa jeda. Ciuman maut yang diberikan Raja semakin memacu kencang detak jantung Bulan hingga suara deesahannya begitu menggoda iman Raja untuk tak berhenti bermain segera. Ia ingin menikmati momen indah tusuk menusuk ini lebih lama dari biasanya.


Dan pada akhirnya, mereka sama-sama mengalami pelepasan bersama-sama. Raja berbaring di samping Bulan dan menggenggam erat tangan lembut istrinya. “Ini ronde pertama, masih ada ronde-ronde lainnya sebanyak kebohongan yang sudah kau lakukan padaku. Aku akan menghitungnya dari setiap DM yang pernah kau kirimkan saat menjadi fans gelapku hingga DM terakhir,” ujar Raja sambil ngos-ngossan. Ia mengambil handuk kecil yang ada di atas meja kamarnya dan mengusap peluhnya.


“Hah?” mata Bulan langsung melotot, ia ingin bangun, tapi bajunya dilempar Raja jauh dari jangkauannya sehingga ia hanya bisa menutupinya dengan selimut tebal. “Itu karena ada banyak sekali … belum lagi saat kita ngobrol masalah kegiatan yang akan dan sedang kau lakukan? Bisa jutaan pesan di dalamnya.”


“Bagus kan? Berarti ada jutaan ronde di sini.” Raja menyeringai melihat istrinya menggigit bibirnya sendiri dan tampak pasrah putus asa. “Ayo kita mandi, setelah itu kita makan malam bersama.” Raja menggendong Bulan masuk ke dalam kamar mandi.


Tak ada yang bisa dilakukan Bulan selain menuruti suaminya meski ia juga sangat shock dengan perubahan drastis sikap Raja yang begitu sweet padanya lebih dari biasanya.


“Apa kita akan tinggal di sini?” tanya Bulan ditengah-tengah aktivitasnya mandi bersama dengan Raja.

__ADS_1


“Iya, aku akan mengurangi jadwalku dan fokus pada kehamilanmu sampai kau melahirkan. Mulai sekarang, kau akan ikut bersamaku kemanapun aku pergi, baik itu syuting atau kemanapun. Aku takkan meninggalkanmu sendirian lagi. Aku juga hanya akan menerima job yang tak memberatkanmu supaya kau aman dan nyaman bersamaku.”


“Tapi aku baik-baik saja, kau tak perlu mengorbankan karirmu hanya demi aku, Raja.”


“Pengorbanan yang kau lakukan demi menjaga popularitasku juga jauh lebih besar Bulan sayang. Kau pikir hatiku tak sakit saat ibuku memperlakukanmu seperti sampah? Demi buah hati kita dan juga kenyamananmu, agar kau tak stress, aku membiarkan ibuku begitu saja meski aku ingin sekali …”


Bulan menutup mulut suaminya dengan satu tangannya, saat ini keduanya berguyur di bawah derasnya air shower yang membasahi tubuh pasangan suami istri itu. “Jangan pernah membenci ibumu, karena bagaimanapun juga, beliaulah yang melahirkanmu sehingga aku bisa memilikimu sekarang. Tanpanya, kau takkan ada di dunia ini dan kita berdua takkan bisa seperti ini sekarang.” Mata Bulan mulai berkaca-kaca menatap sendu wajah sedih suaminya.


“Aku takkan mendengarkanmu lagi kali ini, meski dia adalah ibuku, tetap saja perlakuannya terhadap dirimu sudah terlalu kejam. Jelas-jelas dia tahu bahwa kau hamil anakku sekaligus cucunya sendiri, kenapa ia tega berbuat kasar padamu? Jika dia memang ibuku, harusnya ia tak seperti itu.” Tangan Raja mengepal kuat saat Ben berlutut dihadapannya dan memberitahunya untuk menjauhkan Bulan dari ibunya sementara ini.


Cuma itu perlindungan terbaik yang bisa dilakukan Raja untuk Bulan agar istrinya ini tak merasa tertekan yang bisa berimbas pada janin yang dikandungnya. Dan benar saja, baru juga dibicarakan, ibu Raja alias Jenny datang dengan sopirnya dan langsung berhenti di depan vila mewah milik Raja.


Sedangkan Bulan bergegas memunguti pakaiannya dan mengenakannya lagi karena ia lumayan malu juga kalau ketahuan habis ditusuk-tusuk suaminya sendiri. Ia tak punya baju ganti karena ini pertama kalinya Bulan diajak Raja kemari.


Ibu Raja terkejut melihat putranya keluar menemuinya hanya dengan memakai pakaian handuk saja dan melihat rambutnya basah di mana-mana. Lebih mengejutkan lagi, Bulan juga baru saja keluar dan rambutnya sama bahasahnya dengan Raja. Benar-benar pemandangan yang bikin orang canggung melihat pasangan suami istri sama-sama berbasah-basahan ria.


Sekali lihat, orang pasti bisa menebak apa yang baru saja mereka lakukan bersama apalagi di tempat sepi nan sunyi begini. Meski mereka berdua sudah sah menikah, entah mengapa Jenny tidak suka dengan kemesraan yang sengaja Raja perlihatkan padanya.

__ADS_1


“Kenapa Mama kemari? Masih belum cukup Mama menghina Bulan dan merendahkannya dihadapan banyak orang?” bentak Raja tanpa basa basi.


“Raja …” Jenny berusaha menjelaskan tapi kata-katanya langsung disela oleh Raja.


“Aku tidak mau mendengar apapun dari Mama. Mulai sekarang, jangan pernah datang menemuiku. Anggap putramu ini sudah mati. Jika sampai Mama masih menginjakkan kaki Mama di rumah ini, aku tak segan lapor polisi,” ancam Raja. Ia masih marah mengingat apa yang sudah dilakukan Jenny pada Bulan.


Sedangkan Bulan, menggenggam erat tangan suaminya agar emosinya tak meluap. Ia sungguh tak ingin ada pertengkaran yang bisa memecah belah keluarga hanya karena dirinya.


“Duduklah, Nyonya.” Bulan mempersilahkan ibu mertuanya duduk agar ketiganya bisa bicara baik-baik.


“Tidak Bulan!” tolak Raja mentah-mentah. “Jangan bersikap baik lagi padanya karena kau bakal dikira cari muka didepanku! Setulus apapun dirimu padanya, kau takkan pernah dianggap menantu olehnya,” tandas Raja dan ia beralih menatap Jenny.


“Tapi Raja ….”Bulan tak sependapat dengan suaminya.


“Sudah kukatakan, aku tak mau dengar apapun lagi darimu soal Mama. Sudah cukup kau membujukku untuk terus sabar menghadapinya. Kali ini aku tak bisa memaafkannya sekalipun kau merayuku. Masuklah ke dalam! Se-ka-rang!” perintah Raja pada Bulan. Sambil menatap kesal suaminya, Bulan berjalan masuk ke kamarnya dan menangis.


Beberapa waktu lalu Raja bersikap manis penuh cinta padanya, tapi sekarang malah marah-marah nggak jelas. Dasar plin plan! Batin Bulan dan menutup kamarnya karena dongkol akut dengan Raja.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2