
Bulan langsung panik, ia menoleh ke segala arah dan menemukan tanda kalau toilet yang ia masuki ini benar-benar toilet pria. Bentuk toiletnya saja juga berbeda. Dalam hati, istri Raja itu merutuki sendiri kebodohannya karena bisa salah masuk kamar mandi. Entah apa yang akan terjadi padanya kalau suami artisnya ini tak datang tepat waktu melindunginya. Bulan sama sekali tak bisa membayangkannya.
Raja tersenyum melihat wajah panik istrinya yang terlihat lucu. Ia mengambil beberapa tisyu dan membantu mengelap mulut Bulan dengan lembut. "Tidak perlu panik lagi, selama ada aku, kau aman," ujar Raja mengintip wajah Bulan yang terus menunduk. "Bulan, lihat aku," pinta Raja.
"Nggak mau," jawab Bulan cepat. Ia sungguh malu di depan suaminya sendiri. Bagaimana bisa ia salah masuk toilet pria.
Lagi-lagi, Raja kembali tersenyum dan menyentuh dagu istrinya supaya mau mengangkat wajah dan menatapnya. Dengan cepat, Raja memberi hadiah kecupan manis di bibir Bulan sehingga untuk kesekian kalinya Bulan kembali muntah lagi.
"Hueek!" Bulan tiba-tiba muntah dan mengenai pakaian Raja.
Spontan Bulan langsung menghadap wastafel dan membersihkan mulutnya lagi sehingga membuat Raja bingung dan kikuk sendiri. Hanya berciuman saja bisa membuat Bulan muntah-muntah. Untungnya Raja memaklumi dan melepas pakaiannya hingga hanya mengenakan kaos dalam saja.
"Maaf, itu spontan," ucap Bulan terbata-bata jadi tidak enak hati dengan Raja. Ia buru-buru membersihkan bekas muntahannya ditubuh suaminya.
"Tidak apa-apa, aku yang salah. Sudah hentikan, jangan buat aku terangsang," goda Raja dan Bulan langsung tersipu malu menjauh dari suaminya.
Raja mengelap tubuhnya sampai bersih dan meminta salah satu anak buahnya membawakan jasnya. Ia hanya memakai jas agar tak bertelanjang dada. Bulan diam-diam memerhatikan tubuh seksi suaminya dan entah kenapa ia merasa panas sendiri. Padahal udara di dalam toilet dingin karena AC.
"Kau baik-baik saja? Kau butuh sesuatu?" tanya Raja cemas.
Bulan menggelang pelan dan memeluk tubuh seksi suaminya. "Terimakasih, untuk semuanya, aku sangat baik. Bahkan jauh lebih baik saat ada kau di sini bersamaku," ujar Bulan lirih dan menyandarkan kepalanya di dada Raja.
__ADS_1
Rasa bahagia sama sekali tak terbendung di hati Bulan. Bisa bersuamikan seorang artis ternama seperti Raja merupakan suatu anugrah luar biasa yang diberikan Tuhan padanya. Bulan bertekad akan tetap bersama Raja walau apapun yang terjadi. Tak peduli betapa hebat dan dahsyatnya badai yang bakal menerjang hubungan keduanya. Bulan takkan mudah goyah. Ia akan mempertahankan Raja agar selalu ada disisinya sekalipun ia harus bertaruh nyawa.
Dipeluk Bulan seperti ini, membuat Raja tak bisa berkata-kata. Akhirnya cintanya terbalas juga, Raja sekarang tahu sudah tak ada keraguan di hati Bulan atas ketulusan cintanya. Iapun membalas pelukan istrinya dan menikmati momen kebersamaan mereka.
Diluar toilet, Ben dan anak buah kepercayaannya mencegah para pria masuk ke dalam toilet dimana sekarang ada Raja dan Bulan di sana. Sebenarnya, para pria itu protes, tapi karena anak buah Ben mulai pasang wajah sangar dan menakutkan, nyali merekapun ciut dan memilih pergi daripada harus berakhir di kantor polisi.
"Kau sungguh tidak apa-apa? Kau yakin kau baik-baik saja? Apa kita perlu ke dokter supaya kau tidak muntah terus?" tanya Raja membelai lembut pipi istrinya.
"Tidak, tidak perlu ke dokter. Aku tidak apa-apa. Kau tenang saja." Bulan tersenyum. Ia sangat senang suami artisnya ini begitu perhatian padanya.
"Ben!" seru Raja dari dalam memanggil asisten kepercayaannya.
"Iya Tuan!" ujar Ben langsung bergegas masuk begitu Raja memanggilnya.
"Tidak Raja," cegah Bulan. "Ibu datang kemari bersamaku. Dia baik padaku, aku tidak ingin ada masalah yang akan memperkeruh suasana. Jangan khawatirkan aku, bagaimanapun juga, ibumu ... sekarang jadi ibuku, meski saat ini ia tidak menyukaiku, aku yakin suatu saat nanti ia menyayangiku seperti dia menyayangimu. Jangan lakukan apapun. Aku mohon," pinta Bulan sambil memeluk erat lengan suaminya.
Raja diam, tapi bukan berarti ia tidak tahu niat buruk ibunya. Miss Lu yang ia tugaskan di rumah Raja untuk melayani Bulan sudah merekam semua kejadian yang terjadi sejak ibunya datang dan mengomeli Bulan tanpa sebab. Tentu saja Raja yang mendapat kiriman video itu tak bisa tinggal diam dan membatalkan semua acaranya hari ini demi datang menemui Bulan. Iapun tercengang ketika ibunya memberikan selembar cek dan meminta Bulan meninggalkan dirinya. Saat itu Raja marah, tapi ia tetap bertahan sampai Bulan berlari masuk ke dalam toilet dan Raja mengikutinya. Sebab itulah ia dan Ben serta para pengawalnya yang lain ada di sini sekarang.
"Ya sudah, ayo kita temui ibu sama-sama," ujar Raja lembut pura-pura tidak tahu apa-apa padahal ia tahu segalanya.
Sang artis kembali memakai masker, kacamata hitam dan topi hitamnya untuk menghindari sorotan media. Sebab, dimanapun Raja berada selalu saja menjadi pusat perhatian. Itu sudah resiko menjadi artis terkenal dan Raja sudah terbiasa dengan hal itu. Jadi, ia tak terlalu memusingkan dirinya.
__ADS_1
Raja keluar dari dalam toilet sambil menggenggam erat tangan Bulan yang juga memakai masker dan topi pemberian Ben untuk menyamarkan wajahnya kali aja ada fans yang tak sengaja melihat mereka. Keduanya berjalan beriringan layaknya pasangan normal lainnya menuju kursi VIP yang dipesan khusus ibu Raja. Sedangkan Ben mengikut di belakang sambil terus waspada mengamati sekitar. Ia juga memerintahkan pada semua anak buahnya untuk berjaga-jaga jangan sampai ada paparazi memotret Raja di restoran ini.
Kahadiran Raja yang bergandengan tangan dengan Bulan langsung membuat istri Steave ini naik pitam. Ia tidak tahu bagaimana bisa putranya ada di sini padahal ia tak memberitahu siapapun. Wanita yang bernama Jenny inipun menuduh Bulanlah yang memberitahu Raja perihal kedatangannya kemari sehingga putra kesayangannya menyusulnya kemari.
"Huh, aku baru tahu, ternyata istrimu tukang ngadu juga," sindir ibu Raja blak-blakan.
Raja tersenyum dan menarikkan kursi untuk Bulan. Setelah Bulan duduk, baru ia ikut duduk di sebelah istrinya dan menatap tajam mata ibunya. "Bulan juga sama terkejutnya seperti Mama. Dia tidak tahu kalau suami tampannya ada di sini. Kenapa Mama tidak menjaga menantu Mama dengan baik? Padahal dia sedang hamil? Yang ada dikandungan Bulan ini cucumu, Ma. Anakku, darah dagingku!"
"Cukup Raja! Jangan merusak mood Mama!" bentak ibu Raja kesal karena putranya lebih membela istrinya. "Kenapa kau ada di sini? Jadwalmu itu padat banget, pergi dan kembalilah bekerja!"
"Jika Mama ingin aku bekerja dengan tenang, jangan ganggu Bulan. Jika Mama tak bisa menerima Bulan sebagai menantu keluarga kita, jangan buat aku tak bisa tenang memikirkan setiap hal yang akan Mama lakukan pada Bulan untuk memisahkan kami berdua. Sebab, itu takkan pernah terjadi, aku mencintai Bulan, Ma. Bukan karena ia adalah ibu dari anakku, tapi karena dia adalah wanita yang paling cocok untukku. Dan bila Mama masih saja melakukan hal seperti ini lagi, jangan salahkan aku jika Mama kehilangan putra kedua Mama untuk selamanya!" ancam Raja tandas dan juga tegas. Sama sekali tidak ada keraguan di dalam hatinya.
Raja juga mengambil selembar cek yang tadi sempat diberikan ibunya pada Bulan. "Aku terima cek ini sebagai hadiah dari Mama atas pernikahanku dengan Bulan, ini bisa kugunakan untuk bulan madu bersamanya setelah aku menyelesaikan semua proyekku! Kami permisi, Ma. Aku sibuk, Bulan akan pulang bersamaku jadi Mama tak perlu repot mengantarnya.
"Ah ... jika Mama ingin ketemu Bulan, hubungi aku dulu. Sekarang, aku bertanggungjawab penuh pada Bulan, siapapun orang yang ingin bertemu dengannya, harus atas izinku dulu, termasuk Mama!" Raja menghabiskan sup pesanan Bulan yang tak bisa istrinya makan sebagai bentuk ungkapan sindiran atas apa yang sempat ibunya katakan pada Bulan bahwa tak baik membuang-buang makanan mahal.
Sebelum pergi, Raja menikmati sup tersebut sehingga membuat ibunya tertawa sinis melihat perlindungan yang diberikan putranya untuk Bulan. Begitu supnya habis, Raja menggandeng erat tangan istrinya dan pamit pergi seolah tak ada apa-apa diantara ibu dan anak itu.
"Ada apa dengan otak anak itu? Sampai segitunya Raja melindungi istrinya? Kita lihat saja nanti," geram ibu Raja kesal melihat kepergian putra dan menantunya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***