
Tak hanya Bulan saja yang ready to war dengan mertuanya sendiri. Rajapun juga bersiap pasang badan untuk melindungi Bulan. Ia tahu niat jelek ibunya yang akan dilakukan pada istrinya selagi ia tidak di rumah. Makanya Raja menyuruh Ben memasang cctv di setiap sudut ruangan rumahnya agar ia bisa memantau apa saja yang akan dilakukan ibunya terhadap Bulan.
Raja tersenyum saat Bulan tak gentar menghadapi ancaman dan intimidasi ibunya tepat saat ia baru saja pergi meninggalkan rumah. Rupanya istrinya jauh lebih tegar dan kuat dari yang ia duga. Ada sedikit kelegaan di hati Raja sekarang mengingat Bulan takkan mudah ditindas oleh ibunya sendiri. Raja mematikan tabletnya dan kembali fokus pada pekerjaannya.
“Apa saja jadwalku hari ini, Ben?” tanya Raja dari dalam mobilnya.
“Banyak sekali Tuan, salah satunya ada acara makan malam di hotel. Anda terpilih sebagai dewan juri dalam ajang pencarian bakat, juga merupakan salah satu pengisi acara life yang dihadiri banyak sekali artis papan atas lainnya. Tak menuntut kemungkinan, Anda akan sering melakukan perjalanan keluar kota dan keluar negeri juga.”
“Oh tidak, kenapa jadwalku semakin lama semakin padat saja? Aku tak bisa menjaga Bulan jika seperti ini terus. Apa menurutmu, aku harus vakum sampai Bulan melahirkan?” tanya Raja meminta pendapat Ben.
“Saya rasa, itu bukan ide bagus, Tuan. Ibu Anda jelas tidak akan setuju dengan keputusan Anda. Selain itu, para awak media akan mencari tahu kenapa Anda memilih vakum disaat karir Anda berada di puncak. Dan jika mereka sampai mengulik informasi tentang keberadaan dan status Anda dengan nona Bulan, maka semua itu akan berakhir. Anda jangan khawatir, Tuan. Saya dan yang lainnya akan terus mengawasi dan menjaga nona Bulan selagi Anda sibuk.”
Jawaban Ben sangat masuk akal. Raja sendiri tak bisa berkutik dan hanya bisa menghela napas panjang memikirkan Bulan yang harus berjuang keras demi bisa mendapat pengakuan dari ibunya. Untuk saat ini, ia mengikuti saran asisten kepercayaannya.
***
Sementara di rumah ibu Raja, Bulan sengaja dibuat repot oleh Jenny. Ibu mertuanya itu meminta Bulan melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci dan melakukan banyak hal lain yang tidak seharusnya dilakukan oleh wanita hamil seperti Bulan. Namun, ibu Raja tidak peduli, ia tetap meminta bulan melakukan apa yang ia minta tanpa syarat apapun.
Karena ini adalah perang, Bulan mengikuti perintah ibunya, tapi tanpa ibu Raja tahu, pengawal Raja menggantikan seluruh pekerjaan Bulan seperti memasak, dan juga pekerjaan rumah lainnya. Awalnya Bulan menolak tapi Raja memberitahu lewat telepon kalau ia harus menjaga kehamilannya dengan baik dan banyak beristirahat.
__ADS_1
“Jangan buat aku kembali pulang ke rumah dan cari keributan dengan mama, Bulan. Kalau bukan kerena menuruti permintaanmu, aku takkan pernah mengizinkanmu bertemu dengan mama. Lakukan saja apa yang aku katakan, istirahatlah! Biarkan pengawalku yang menggantikanmu. Kau jangan khawatir ketahuan karena para pengawalku kompak ketika mereka bekerja sama menjagamu. Sampai ketemu lagi malam nanti. I love you.” Raja mematikan sambungan teleponnya dan Bulan hanya terpaku mendengarnya.
Segitu bucinkah Raja pada Bulan sampai harus bertindak konyol begini. Tentu saja ancaman Raja tidak main-main dan terpaksa ia menuruti perkataan suaminya daripada masalahnya bisa runyam kalau sampai Raja pulang sekarang.
Ketika Jenny datang, pengawal yang menggantikan Bulan langsung bersembunyi seolah Bulanlah yang mengerjakan semua pekerjaan Rumah. Dan Bulan memang sengaja berakting sibuk sana sini. Jenny pun puas akan apa yang dilakukan Bulan dan kembali pergi ke kamarnya.
“Apa yang kau lakukan? Jika ketahuan, kau bisa dipecat,” gumam Bulan saat untuk kesekian kalinya pengawal suruhan Raja menggantikan pekerjaannya yang sedang membersihkan kamar mandi.
“Tuan Raja membayar mahal saya untuk melakukan pekerjaan ini, Nona. Jangan khawatir, kalau dipecatpun saya tidak rugi karena saya bisa membangun bisnis sendiri,” jawab pengawal Raja yang fokus pada pekerjaannya.
Mereka berdua berhenti bicara ketika mendengar suara derap langkah kaki masuk ke dalam kamar mandi. Dengan sigap, pengawal Raja yang entah bernama siapa itu langsung menggunakan keahliannya untuk melompat merangkak di antara dinding kamar mandi menuju atas plafon dan bersembunyi di sana.
“Kau sedang bicara dengan siapa?” tanya Jenny menginterogasi karena ia mendengar suara Bulan sedang bicara.
Jenny menatap sinis Bulan dan ketika ia balik badan, tanpa sengaja ia terpeleset dan jatuh ke lantai. “Auchh!” erangnya.
Seketika, Bulan terkejut dan hendak menolong ibu mertuanya, tapi tangan Bulan yang terulur di tepis kasar oleh Jenny. “Jangan pegang-pegang, aku bisa bangun sendiri! Kamu ini gimana sih bersihin kamar mandinya? Bikin celaka orang tahu nggak?”bentak Jenny marah dan menyalahkan Bulan.
“Lah, siapa yang suruh Nyonya jalan kemari saat saya sedang sibuk membersihkan kamar mandi. Harusnya Nyonya datang kalau saya sudah selesai. Di luar sana sudah saya kasih tulisan ‘Dilarang Masuk’ sebab menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini ...”
__ADS_1
“Hah … sudah-sudah … jangan banyak cincong, aku mau istirahat di kamar dan jangan ganggu aku!” cetus Jenny memotong kata-kata Bulan karena menantunya ini benar. Ia saja yang tidak baca tulisan yang sudah di pasang Bulan. “Jangan dibantu!” bentaknya lagi padahal Bulan tidak berniat membantu setelah niat baiknya ditolak mentah-mentah oleh mertuanya.
Lah, siapa yang bantu? Batin Bulan.
Jenny berjalan tertatih-tatih keluar sambil memegangi pinggangnya yang terasa sakit akibat terpeleset barusan. Sebenarnya, Bulan tidak tega, tapi mertuanya begitu jahat padanya sampai menolak bantuan darinya. Mau bagaimana lagi, istri Raja itu hanya bisa diam berdiri saja mengamati kepergian mertuanya.
“Seandainya, Ibu mau sedikit membuka hati untuk melihatku, hal ini takkan terjadi,” gumam Bulan sedih. Namun ia tak putus asa dan tetap semangat. Suatu hari nanti Bulan yakin kalau ibu mertuanya bakal mau menerimanya sebagai menantu keluarga ini.
Para pengawal Raja segera berkumpul dan melaksanakan tugas yang diberikan Jenny pada Bulan. Sementara Bulan sendiri disuruh diam dan duduk manis di kursi sambil menonton televisi selagi mertua Bulan istirahat dan untuk sementara ia tak mungkin keluar kamar dalam jangka waktu lama. Beberapa jam kemudian, seluruh pekerjaan rumah yang ditugaskan Jenny pada Bulan telah rampung terlaksana semua.
Namun kemalangan Bulan belum berhenti disitu saja, di kamar, Jenny memikirkan banyak hal untuk membuat Bulan pergi meninggalkan Raja selamanya dan ia langsung menemukan ide tersebut. Iapun bergegas pergi keluar kamar dan membuat Bulan ikut pergi dengannya ke suatu tempat.
“Bulan, cepat ganti baju dan ayo ikut aku pergi,” serunya pada Bulan yang sedang beristirahat dikamarnya.
“Mau ke mana, Ma?” tanya Bulan bingung.
“Sudah! Jangan banyak tanya! Ikut saja!” cetusnya dan Bulan menurut. Keduanya memasuki mobil sedan hitam dan melesat pergi meninggalkan rumah.
Bulan tidak tahu ke mana mertuanya ini membawanya pergi, yang jelas, pastinya bukanlah hal yang baik.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***