Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 69 Tawaran (Kembali seperti Semula)


__ADS_3

Saat semuanya sedang terharu ria, Ben datang mendekat untuk menjeda suasana yang meliputi Jenny, Raja dan Bulan. Pria tinggi yang sekarang menjadi kekasih Kiran itu memberikan sebuah naskah tebal pada Raja sehingga membuat alis suami Bulan itu terangkat bingung.


“Apa ini?” tanya Raja pada Ben. Ia menatap tajam wajah mantan asistennya dengan hati-hati.


“Naskah,” jawab Ben singkat, padat dan jelas.


“Aku tahu ini naskah, tapi untuk apa?” tanya Raja agak sewot dengan Ben. Ia sedikit melirik judul naskahnya yang juga langsung membuatnya tertarik karena wajah di sampul naskah tersebut, agak mirip dengan wajah Raja.


“Untuk Anda perankan Tuan. Silahkan dibaca dulu isi ceritanya, saya yakin Anda pasti suka. Terlebih lagi, pada penulisnya,” terang Ben sambil tersenyum. Ia memerhatikan Raja yang sedang sibuk mencari-cari nama penulis naskah seperti yang dijelaskan Ben padanya. “Itu adalah napen dari penulis akun Instagram ****_******, Tuan. Saya rasa, Anda tahu siapa dia.” Ben menambahkan karena melihat Raja masih bingung.


“Apa?” pekik Raja. “Kau bilang apa tadi?” tanya Raja sekali lagi.


“Penulis naskah ini ada di belakang Anda. Kebetulan, dia sedang menggendong bayi mungil yang tampan dan lagi tertidur. Sang penulis meminta tunanganku, Kiran untuk membantu memviralkan ceritanya. Dan akhirnya berhasil, naskah itu diadaptasi dari novel yang sudah dulu dicetak dan sekarang tim produser di sini, ingin Anda memerankannya. Tentu saja atas permintaan penulisnya sendiri,” terang Ben lagi, kali ini agak panjang dan terperinci.


Raja mulai memahami maksud semua penjelasan Ben. Seketika ia menoleh pada Bulan karena Raja memang tahu, siapakah penulis yang dimaksud Ben. Ini kejutan lain yang diberikan Bulan pada Raja sampai ia tidak tahu harus berkata apa. Ternyata dibalik layar, diam-diam Bulan berusaha mengembalikan popularitasnya sebagai artis dengan meminta Raja bermain film dalam naskah yang Bulan ciptakan sendiri.


“Jadi … cerita ini … kau yang tulis?” tanya Raja setelah ia ada di depan istrinya.


Bulan mengangguk pelan, ia menatap wajah Arsen yang tertidur lelap dalam gendongannya setelah di beri ASI. Sembari tersenyum, Bulan memberanikan diri melihat wajah tampan suaminya yang menatapnya dengan tatapan nanar dan sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata.


“Sejak kapan?” tanya Raja lagi mulai menginterogasi.


“Sejak dulu,” jawan Bulan lirih, sudah saatnya Raja tahu sisi Bulan yang lainnya. “Jauh sebelum aku mengenalmu dan belum bertemu denganmu, aku sudah menulis cerita itu. Itu cerita lama, tapi lumayan banyak yang suka. Dari cerita itulah aku mengidolakan dirimu. Tak pernah kusangka, aku … malah ditakdirkan untukmu, tapi … aku pulalah penyebab hancurnya reputasimu.” Bulan menghela napas panjang. Ada kelegaan begitu besar di hati Bulan setelah ia memberitahu Raja segalanya.


“Sama halnya dirimu yang tak ingin aku hidup menderita dan tersiksa, akupun akan melakukan segala macam cara untuk mengembalikanmu ke tempat semula. Aku sengaja meminta nona Kiran dan tuan Ben serta memanfaatkan pengaruh besar mereka untuk membantu mempromosikan cerita itu beberapa bulan lalu sebelum kita pergi ke luar negeri. Tak disangka, banyak yang suka juga dan diluar sana, semua penggemar tokoh utama dalam novel itu berharap, kau benar-benar bisa bermain dalam cerita yang kubuat. Sebab, tokoh utamanya … adalah kau sendiri.” Mata Bulan menatap penuh harap Raja.


Sungguh, Bulan tidak tahu apakah Raja setuju atau tidak karena reaksinya datar-datar saja. Untuk sesaat, suasana menjadi hening. Semua orang termasuk juga Bulan menunggu apa yang akan dilakukan Raja setelah mengetahui niat baik istrinya. Secara tidak langsung, mereka semua meminta Raja untuk kembali menjadi artis. Hanya saja, bukan sebagai penyanyi saja, melainkan memerankan tokoh utama yang diciptakan istrinya sendiri.


“Baca dulu ceritanya sebelum memutuskan, aku juga nggak maksa kamu untuk jadi pemeran utamanya meski aku sangat berharap kau bersedia,” tambah Bulan lagi karena Raja tak kunjung bicara.


Wanita cantik itu menunduk sedih dan Jenny mendekati Bulan untuk meminta Arsen beralih tangan di gendongannya. Dengan hati-hati, Bulan menyerahkan putranya pada ibu mertuanya karena tatapan mata Raja lumayan menakutkan juga. Bulan tidak tahu apakah suaminya ini marah atau tidak. Jenny sendiri tak ingin mencampuri urusan rumah tangga Bulan dan Raja lagi. Baginya, kehadiran cucu tampannya adalah segalanya bagi Jenny. Apapun keputusan Raja sekarang, yang bisa Jenny dan keluarganya lakukan hanyalah mendukung Raja.


“Kalian semua … tolong tinggalkan kami berdua,” pinta Raja pada semua orang yang ada di rumahnya tanpa beralih sedikitpun dari mata Bulan.

__ADS_1


Karena pembicaraan ini dirasa terlalu sensitif, semua orang menuruti keinginan Raja meninggalkannya berdua saja dengan Bulan. Setelah pintu ruangan tertutup rapat, Raja langsung menghujani Bulan dengan ciuman mautnya hingga ibu satu anak itu terhuyung ke belakang dan hampir saja jatuh kalau saja Raja tak sigap menangkapnya.


“Hati-hati,” ujar Raja lirih menatap cemas Bulan. Tubuhnya setengah membungkuk karena menahan beban tubuh Bulan.


“Kau menyerangku dengan ganas!” protes Bulan, ia mencoba lepas dari pelukan erat suaminya tapi, usahanya gagal total. Sepertinya, Raja tak punya niat merenggangkan pelukannya.


“Itu hukuman dariku karena kau kabur kemari tanpa izinku. Berapa banyak kejutan lagi yang kau siapkan untukku, Sayang? Katakan saja padaku sekarang. Apa masih ada rahasia lain lagi yang kau sembunyikan dariku?” desak Raja.


“Sudah tidak ada rahasia lagi, ini yang terakhir. Sungguh.” Bulan berkata jujur.


“Hmmm …” Raja manggut-manggut. “Jadi kau ingin aku main film di cerita yang kau tulis ini?” tanya Raja memastikan, tapi ekspresinya sulit sekali di tebak. Kilatan matanya masih menatap tajam mata Bulan.


“Iya, karakter utamanya sangat cocok denganmu. Aku rasa … takkan ada aktor lain yang pantas memerankannya selain dirimu.”


“Tapi honorku sangat mahal. Berani berapa kau membayarku?” tantang Raja.


“Berapapun yang kau minta, aku siap memberikan segala yang kupunya untukmu, Bahkan hidup dan matiku juga sudah ada ditanganmu.” Bulan balik menantang meski dalam hatinya ia sungguh tegang. Bisa-bisanya suaminya ini malah minta bayaran padanya.


Raja tersenyum, ia juga manggut-manggut sendiri. “Siapa yang jadi Shena?” tanya Raja.


Raja sendiri meletakkan naskah ke tangan Bulan. “Aku tak butuh naskah ini karena aku sudah tahu isinya. Aku hanya terkejut karena penulis novelnya adalah istriku sendiri. Aku sungguh tak percaya dan bahkan tak bisa berkata-kata. Tapi … jawab dulu pertanyaanku, siapa aktris yang akan menjadi Shena?”


“Eee … itu … menurutku … nona Kiran. Dia artis papan atas sekarang. Aku rasa dia cocok memerankan Shena.”


“Tidak, Kiran tidak cocok jadi Shena, dia lebih cocok jadi Laura dan Ben jadi Roy. Yang cocok jadi Shena adalah penulis kisah ini sendiri, yaitu kau.”


Mulut Bulan menganga, tak hanya tahu nama tokoh cewek dari cerita yang Bulan tulis, Raja bahkan tahu siapa tokoh-tokoh pendukung dari cerita tersebut. Raja langsung membantu istrinya mengatupkan mulut dengan memberi hadiah kecupan manis di bibir Bulan.


“Aku setuju memerankan tokoh Leopard Bay Pyordova jika kau bersedia menjadi Shena. Jika kau menolak, maka jangan harap aku akan bermain dalam cerita ini.” Ancaman yang manis dari Raja tapi sekaligus membuat shock Bulan.


“Itu jelas tidak mungkin?” seru Bulan menolak.


“Kenapa tidak mungkin?”

__ADS_1


“Pertama, aku bukan artis, kedua aku sudah menjadi seorang ibu. Aktivitasku sungguh padat dan tidak ada waktu untuk syuting. Ketiga, aku tidak bisa berakting. Film itu akan rusak kalau aku yang jadi peran utama wanitanya.” Bulan mencoba memberi penjelasan alasan kenapa ia menolak menjadi Shena.


“Kalau begitu deal, aku tak mau ikut main film ini. Aku akan kembalikan naskahnya pada Ben supaya ia mencari aktor lain.” Raja mengambil kembali naskahnya dari tangan Bulan dan hendak beranjak pergi, tapi Bulan langsung berlari menghalangi langkah suaminya.


“Minggir! Atau adik Arsen akan lahir 9 bulan lagi dari sekarang!” ancam Raja.


“Baiklah! Aku setuju, bermain denganmu.” Akhirnya Bulan mengambil keputusan.


“Oh, iya … aku kembalikan dulu naskahnya dan kita langsung bikin anak.”


“Bukan itu … maksudku … aku setuju jadi lawan mainmu, bukan bikin anak denganmu. Tetapi … jika filmnya gagal karena aktingku buruk, kau sendiri yang tanggung akibatnya dan juga kerugiannya.” Bulan menatap manik mata suaminya setengah mengancam balik.


“Tidak masalah, mau sukses atau gagal, aku sama sekali tidak peduli. Tidak ada yang boleh menyentuhku selain istriku.” Raja menggendong tubuh Bulan keluar dari ruangan untuk memberikan kabar gembira pada semua orang yang menunggunya di luar.


Dengan wajah penuh rona bahagia, Raja dan Bulan mengumumkan keputusan yang mereka ambil bersama. Dengan kata lain, Raja setuju berperan di cerita yang dibuat Bulan dengan berbagai persyaratan yang ada. Awalnya, Ben menolak karena ia dilibatkan dalam cerita tersebut, tapi Raja mengancam dengan ancaman sama seperti yang ia katakan pada Bulan,


Tidak ada pilihan lain, keempat tokoh dalam cerita yang ditulis Bulan sudah ditentukan dan kru film serta tim manajemen Raja langsung mulai mempersiapkan segalanya untuk proses syuting dan produksi film dari cerita yang ditulis Bulan untuk suami tercintanya sekaligus idolanya, Raja.


...THE END...


...***...


Akhirnya … cerita ini tamat juga. Maaf kalau bab/episodenya tidak banyak karena ini diluar skenario aslinya. Sebenarnya kisah Raja dan Bulan ini masih sangat panjang dan banyak sekali lika-liku kehidupan yang harus mereka hadapi bersama. Berhubung ada banyak sekali novel baru. Maka novel ini aku sudahi dulu. Jika ada waktu, nanti aku bakal lanjutin lagi novel ini.


Terimakasih untuk semua yang sudah mengikuti kisah cinta Raja dan Bulan. Untuk tim Refald lovers, aku tahu kalian sudah siap lempar sandal setelah baca ending kisah ini. Wkwkwkwk, tapi aku percaya, kalian pasti memahami kesomplakanku, dan terimakasih untuk kalian semua yang tak pernah berhenti mendukungku dan menyemangatiku. Aku sayang kalian.


Huaaa, sebenarnya … berat banget namatin novel ini, tapi mau gimana lagi, pengen banget fokus sama novel baru dan novel-novel yang lainnya. Tapi tenang aja, nanti aku kasih spesial bonchapnya kok.


Buat yang baca cerita ini harap maklum: Ini adalah cerita fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama, tokoh dan isi cerita maka hanya kebetulan semata.



Oh, iya … jangan lupa ikutan give away di novel ‘TEROR DI DESA ANGKER’ hadiah utamanya ada yang dapat novel cetaknya ‘PLAYBOY JATUH CINTA’.

__ADS_1


Yuk ikutan!


__ADS_2