Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 65 Pilihan


__ADS_3

Bagaimana bulan tidak menangis? Saat Raja dan Ben masuk ke sebuah ruangan, Kiran memberitahu Bulan soal niat Raja yang akan mengadakan konferensi pers serta pengunduran diri Raja dari dunia keartisannya. Mendengar hal tersebut, tangis Bulan langsung pecah. Raja tak mengatakan apa-apa padanya soal keputusan besar yang bakal mengubah hidup suaminya. Bulan tak pernah menyangka, sebesar itu cinta Raja untuknya.


Padahal, saat ini, suaminya sedang dirundung rasa sedih yang begitu dalam lantaran Raja lebih memilih dirinya ketimbang ibu yang melahirkannya. Keputusan Raja ini masih belum diketahui ayah dan neneknya kerena mereka berdua sedang ada di Kanada untuk membujuk kakak Raja agar mau kembali pulang ke rumah setelah sekian lama pergi. Entah apa yang akan terjadi jika ayah dan nenek Raja tahu soal ini.


Bulan memang meninggalkan segalanya demi bisa hidup dengan Raja, tapi wanita berbadan dua itu tak ingin Raja meninggalkan keluarganya dan dunia yang membesarkan namanya hanya demi Bulan. Sungguh bukan itu yang Bulan inginkan. Namun, jika suaminya sudah mengambil sebuah keputusan, artinya keputusan tersebut mutlak dan tidak bisa diubah lagi.


“Apa kau bisa mengubah keputusan Raja, Bulan?” tanya Kiran memecah kesunyian.


Dalam hal ini, Kiran merasa sangat bersalah pada Bulan dan juga Raja meski awalnya ia membenci dua orang yang kini sudah sah menjadi pasangan suami istri. Namun, kebencian itu mengikis seiring dengan bertumbuhnya rasa cintanya pada Ben.


Tidak ada sahutan dari Bulan karena memang ia tidak tahu harus berkata apa. Istri Raja itu terlihat seolah sedang memikirkan sesuatu. Pandangan matanya kosong dan sendu. Air mata Bulan juga terus mengalir membasahi pipi lembutnya.


“Untuk mendapatkan posisi seperti Raja sekarang tidaklah mudah, Bulan. Banyak hal yang harus dilalui Raja hingga ia sampai ke titik ini. Sayang jika ia harus mundur dari dunianya sekarang. Maafkan aku, aku tahu ini memang salahku. Tapi … akulah yang harusnya bertanggungjawab dan ia tak perlu mengundurkan diri sebagai artis. Aku akan menanggung semua resiko yang sudah kusebabkan. Biarkan aku yang mundur dan Raja, harus tetap berada di posisinya. Sebab, yang terjadi pada kalian berdua ini berawal dari keteledoranku dan juga ambisiku.”


Bulan mengusap sisa bulir air matanya setelah ia mendengar usulan Kiran. Selalu ada jalan disetiap masalah dan Bulan mulai memikirkan cara agar semua orang tak merugi karena dirinya. Bulan tidak boleh lemah, saat ini kekuatan Raja adalah dirinya, Jika dia lemah, maka Raja juga akan semakin terpuruk karenanya.


“Nona Kiran, Raja adalah suamiku. Keputusannya adalah keputusanku juga, jika memang dia sudah mengambil langkah yang menurutnya terbaik, maka aku tak bisa mencegahnya. Tapi … sebagai wanita yang sangat mencintai pria idaman hatinya, aku tak bisa membiarkan Rajaku menderita karenaku. Sebab itulah … aku minta bantuan darimu bila suamiku memutuskan untuk mundur dari dunia hiburan yang ia geluti selama ini.” Bulan menceritakan rencananya pada Kiran dan kekasih Ben itu langsung tetegun tanpa bisa berkata-kata.


“Benarkah yang kau katakan? Kau …” tanya Kiran tercengang-cengang.

__ADS_1


“Benar Nona, Anda bisa memeriksanya jika tak percaya. Mungkin sedikit gila dan memalukan, tapi tidak ada salahnya di coba. Mohon bantuanmu.” Bulan menundukkan kepalanya tanda serius meminta bantuan Kiran menyelamatkan karir suaminya.


Saking terkejutnya Kiran, ia sampai terhuyung mundur dan memeriksa ponselnya seperti yang diberitahukan Bulan padanya barusan. Mulut Kiran menganga lebar menatap layar ponselnya sendiri.


Bertepatan dengan itu, Raja keluar ruangan dengan raut muka kesal. Bulan langsung menyongsong tubuh suaminya sambil menangis tersedu-sedu dalam dekapan Raja. Baik Ben ataupun Kiran, hanya bisa diam saja menatap dua sejoli yang sedang saling menguatkan atas apa yang mereka alami sekarang. Ben memberi kode pada Kiran untuk pergi meninggalkan Raja dan Bulan berdua saja. Kiran pun mengerti dan keduanya pergi dari vila Raja dengan sejuta perasaan yang tak bisa dulikiskan dengan kata-kata.


“Ben …” ujar Kiran saat ia ada di dalam mobil bersama dengan kekasihnya.


“Ehm, apa kau ingin dipeluk juga? Tapi aku sedang menyetir.”


“Bukan itu, bodooh … aku hanya merasa … kalau Bulan dan Raja memang berjodoh.”


Kiran memperlihatkan ponselnya pada Ben dan menjelaskan apa yang sudah Bulan jelaskan. Ia yakin, begitu dunia dikejutkan dengan status Raja yang sudah tidak lajang lagi, dan menikahi wanita dari kalangan biasa. Dunia jagat maya akan heboh dan tak menuntut kemungkinan baik Raja ataupun Bulan bakal dihujat habis-habisan. Namun dibalik itu semua, mereka berdua pasti bisa melalui itu semua dan bahkan jauh lebih bersinar dari sebelumnya.


“Bagaimana menurutmu?” tanya Kiran pada kekasihnya.


Awalnya Ben terkejut sama halnya seperti Kiran, tapi ia langsung bisa menguasai diri dan tahu apa yang harus ia lakukan mulai dari sekarang. “Huh, itu seperti kartu AS yang dimiliki nona Bulan untuk tuan Raja. Kau benar Kiran sayang, mereka mungkin sudah berjodoh dari awal.” Ben tersenyum senang.


Bukan karena Ben bisa mendapatkan wanita yang ia suka tapi juga masalah yang bakal menerpa majikannya rupanya ada solusinya. Ekspresi Ben yang tadinya galau akut tiba-tiba berubah jadi berbinar-binar bahagia.

__ADS_1


Asisten Raja itupun kembali menyalakan mobilnya dan melesat cepat pergi meninggalkan kediaman Raja dan Bulan


***


Hari H jumpa pers tentang pengunduran diri Raja dan pengakuannya sebagai artis yang sudah berkeluarga, akhirnya terlaksana juga. Seluruh wartawan dan awak media lain datang memenuhi ruangan yang sudah disediakan khusus oleh pihak Ben selaku tuan rumah yang akan melakukan pers confers. Tak hanya para awak media saja yang datang. Sebagian besar fans fanatik Raja juga memenuhi halaman gedung untuk melihat langsung apa yang akan dikatakan oleh idola mereka.


Segala hal sudah dipersiapkan Ben dengan matang dan sempurna. Termasuk juga pengawalan ketat bagi Raja dan Bulan. Sebab tak menuntut kemungkinan aksi anarkis bisa saja terjadi jika para fans fanatik Raja tak bisa menerima keputusan idolanya. Ben mengambil langkah terakhir dengan menyewa aparat kepolisian guna meningkatkan pengamanan semaksimal mungkin. Ia takkan membiarkan Raja ataupun Bulan terluka.


Diruangan lain, Raja mengagumi kecantikan Bulan yang tampak anggun saat hendak menemaninya melakukan wawancara untuk pertama kali dalam hidup Bulan. Ini juga kali pertama Raja mengadakan jumpa pers guna mengklarifikasi apa yang terjadi dalam hidupnya.


Hal ini sangat berbeda dengan saat dia menghadiri acara-acara akbar lainnya. Raja jauh lebih gugup, tapi ia mencoba tenang karena ini adalah keputusan penting menyangkut masa depannya bersama Bulan. Berat memang, tapi hidup itu adalah pilihan, entah salah apa benar, Raja sudah siap menanggung segala resikonya.


“Kau cantik Sayang, apa kau sudah siap?” tanya Raja sambil menggenggam erat tangan Bulan.


Tidak hanya Bulan saja yang terlihat cantik, Raja juga sangat tampan. “Siap,” ujar Bulan tak bisa lepas menatap wajah sempurna bak malaikat di depannya.


Raja tersenyum simpul, keduanya bergandengan tangan menuju ruang konferensi pers.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2