
Tak peduli dengan reaksi Bulan yang tercengang-cengang menatap Raja atas permintaan nyeleneh bin anehnya, sang artis yang baru saja mundur dari dunia keartisannya langsung mencium mesra istrinya dihadapan banyak orang. Hal itu Raja lakukan karena ini pertama kali dalam hidupnya, ia bisa melakukan apa saja tanpa perlu khawatir akan menjadi skandal yang bikin tidak bisa tenang.
Sebelumnya, Raja selalu berhati-ati disetiap tindak tanduknya demi menjaga nama baiknya sebagai artis ternama. Tapi sekarang, hal tersebut sudah tak perlu Raja lakukan lagi, karena ia telah bebas sebebas-bebasnya. Raja bisa melakukan apapun yang ia suka bahkan bila ia dikatakan gila sekalipun, Raja tidak peduli.
Suami Bulan ini hanya akan menjadi dirinya sendiri. Bagai burung yang keluar dari sangkar, itulah pepatah yang pas untuk Raja sekarang. Bersama Bulan, Raja ingin mengarungi indahnya dunia tanpa beban. Ia ingin bahagia bersama Bulan sembari menanti kehadiran buah cinta mereka berdua. Sudah diputuskan, mulai detik ini, pria tampan beristri ini hanya akan melakukan apa yang ia suka tanpa peduli pada apa yang dikatakan orang lain tentangnya.
“Ayo kita bulan madu lagi, kali ini … takkan kubiarkan siapapun mengganggu hidup kita,” ujar Raja setelah selesai mencium mesra Bulan. Ia tahu semua mata sedang menatap takjub ulahnya, tapi siapa yang peduli. Di mata Raja hanya ada Bulan seorang.
“Bulan madu untuk apa? Sudah ada Raja kecil di dalam perutku, tak perlu bulan madu lagi.”
Raja tersenyum dan mengusap pelan perut istrinya. “Kalau begitu, kita babymoon. Negara mana yang kau inginkan, jangan menolak, jika kau menolak … maka akan ada Raja kecil lain tumbuh di perut indahmu.”
“Ya nggak bisalah, yang satu saja belum keluar, mana bisa tumbuh lagi? Saat sekolah dulu, IPA kamu lulus nggak, sih?” ledek Bulan.
“Teori bisa berubah Sayang, seiring dengan perkembangan zaman. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Mau coba? Ayo kita buktikan kalau kau tidak percaya. Kita pergi ke Norwegia sekarang juga. Pesawat kita sudah menunggu.” Raja mengatakan kalimat tersebut dengan senyum mereka ruah.
“Tunggu … kenapa kita harus ke Norwegia?” tanya Bulan bingung.
__ADS_1
Raja mengalungkan kedua lengannya di leher Bulan sambil berkata,“Karena saat sekolah dulu … guru geografiku pernah mengatakan, bahwa tempat yang paling enak untuk bulan madu bersama pasangan adalah negara Norwegia. Negara itu merupakan negara yang memiliki malam lebih panjang dibandingkan siang. Dengan begitu … kita bisa menghasilkan Raja-Raja junior sebanyak mungkin.” Satu kedipan mata, langsung ditujukan Raja untuk Bulan.
“Hah?” Mulut Bulan terbuka lebar menatap wajah genit suaminya. Baru kali ini Bulan melihat sisi lain dari seorang Raja. Mesumnya ternyata sudah melebihi batas tampung.
“Ah, bukan hanya itu … setelah dari Norwegia, kita akan pergi ke Atlantik, tepatnya di wilayah Troms yang terkenal dengan Polar Nightnya selama musim dingin. Kita akan tinggal di sana selama 2 bulan dimulai dari bulan November hingga januari. Di sana, tidak ada siang. Yang ada hanyalah malam panjang … dengan begitu … kau dan aku …”
“Stop!” Seru Bulan menghentikan ucapan suaminya. “Jangan diteruskan, kau mengajakku bulan madu atau bikin penjara untukku?” Bulan lama-lama dongkol juga dengan Raja yang entah kenapa bisa bicara ngelantur kemana-mana.
“Hahaha … dua-duanya Sayang, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu dan membayar semua waktu yang terbuang saat tidak ada disisimu.” Raja merangkul bahu Bulan dan mengajaknya pergi keluar gedung hanya berdua saja. Ia menolak dikawal oleh siapapun dan mengendarai mobil Ferrari merahnya sendiri.
Mulai detik ini, Raja hanya ingin berduaan dengan Bulan. Menurutnya, berdua itu lebih baik daripada sendiri. Raja bahkan sudah membebaskan Ben dari pekerjaannya sebagai asisten Raja. Ia bahkan berpesan agar tidak mengganggunya selama ia menikmati perjalanan momen babymoon Raja dengan Bulan. Ben pun tak bisa menolak dan menuruti semua keinginan Raja tanpa syarat.
Namun, bukannya tenggelam, nama Raja malah semakin tenar. Bagaimana tidak tenar? Kabar sang artis ternama yang sudah tak lagi single rupanya tak hanya merebak di dalam negeri saja, tetapi juga sudah merambah ke luar negeri dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya. Apalagi, di zaman serba teknologi canggih ini, kejadian luar biasa, pasti cepat sekali menjadi buming dalam hitungan detik tak terkecuali kehidupan pribadi Raja.
Sayangnya, saat ini Raja lebih memilih bungkam dari segala pemberitaan. Ia ingin menikmati masa vakumnya sebagai pria beristri biasa bersama Bulan tanpa peduli pada hiruk pikuk hebohnya dunia luar yang menumpas tuntas tentang kehidupan seorang Raja. Meski banyak sekali media sosial yang ingin mewawancarai sang artis soal kehidupan barunya bersama Bulan, Raja menolak untuk tampil dihadapan publik.
Seperti yang sudah ia katakan pada Bulan, Raja benar-benar bertolak ke Norwegia dan akan melanjutkan perjalanan ke Atlantik di bulan November sampai bulan Januari. Dalam kurun waktu itu, Raja takkan kembali ke tanah air ataupun kembali ke layar televisi. Ia juga menolak undangan di depan kamera manapun meskipun ia ditawar dengan harga tinggi. Raja sungguh tak peduli dengan karirnya. Ia hanya ingin menemani Bulan hingga istrinya melahirkan.
__ADS_1
***
10 bulan telah berlalu. Bulan melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Arsen Byas Athrazka. Arsen Lahir di Eropa tepatnya di Swedia. Bulan sangat menyukai negara ramah lingkungan tersebut sehingga ia ingin melahirkan putra pertamanya di sana. Tak terbendung betapa bahagia dan senangnya Raja beserta nenek serta ayah Raja. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran anggota keluarga Athrazka yang baru di tengah masalah keluarga yang sedang menimpa keluarga mereka.
Sejak kepergian Raja dan Bulan keluar negeri, ayah serta nenek Raja ikut tinggal bersama dengan Raja dan Bulan di Eropa sekembalinya mereka dari Atlantik. Ayah Raja bahkan sengaja meninggalkan istrinya begitu saja tanpa ada kata pisah ataupun cerai.
Sepertinya, Steave menghukum istrinya agar wanita yang sudah melahirkan putra untuknya itu bisa merenungkan kesalahannya. Pria paruh baya itu ingin Jenny berubah dan mau menerima Bulan sebagai bagian dari keluarga mereka. Hingga detik ini, baik Raja ataupun keluarganya tak tahu bagaimana kabar mertua Bulan sekarang.
“Kita harus kembali ke tanah air,” ucap Bulan saat Raja berdiri dalam diam menatap jendela malam di kamar pribadi mereka. Tangan Bulan melingkar erat di perut rata suaminya.
“Kenapa tiba-tiba bicara seperti itu?” Raja balik bertanya dan menggiring istrinya maju kehadapannya. Raja memeluk pinggang Bulan dan menempelkan dahinya di dahi istrinya.
“Arsen sudah berusia lebih dari 40 hari. Kita sudah terlalu lama tinggal di luar negeri. Aku rindu negaraku suamiku. Dan aku yakin, papa … juga merindukan mama. Sudah berbulan-bulan lamanya kita tak tahu menahu bagaimana kondisi mama sekarang. Sebagai anak, tidakkah kau khawatir?” mata Bulan menatap mata indah suaminya.
“Masalah papa dan mama … kita berdua tidak bisa ikut campur Bulan. Aku bisa meminta maaf pada mama dan bahkan bersujud dikakinya jika dia mau menerimamu dan mengakuimu sebagai menantunya.”
“Tapi …”
__ADS_1
“Tidurlah, ini sudah tengah malam, kau kurang tidur akhir-akhir ini.” Raja memotong kata-kata Bulan dan membimbingnya untuk tidur disamping Arsen yang sedang terlelap. Raja memeluk Bulan dari belakang dan menatap nanar dua orang paling penting dalam hidupnya ini.
BERSAMBUNG