
Pertanyaan Bulan sempat membuat Raja tertegun. Semenjak tadi pagi, isi kepala Raja hanya dipenuhi tentang Bulan. Hal itu membuat Raja lupa akan siapa dia sebenarnya. Bahkan kerena terlalu serius menunggui Bulan pingsan, ia lupa menaruh ponselnya sendiri yang pastinya, ada jutaan pesan masuk didalamnya termasuk pesan tentang serangkaian jadwal keartisan yang harus Raja jalani setiap harinya.
Rupanya, sang artis sendiri juga lupa kalau hari ini ia hanya mengambil cuti sehari yang artinya, besok ia harus beraktivitas kembali seperti biasanya. Namun kegalauan Raja dipatahkan oleh Ben.
Asisten kepercayaan Raja itu menjelaskan bahwa tujuan ia datang ke kamar sang majikan adalah untuk memanggil Raja dan Bulan agar mereka berdua segera berkumpul di lantai bawah. Sebab ada hal penting yang harus didiskusikan bersama seputar pernikahan Raja dan Bulan yang akan digelar sebentar lagi seperti keinginan Kenzie.
"Seluruh keluarga besar tuan Raja, sudah menunggu anda berdua untuk berkumpul di bawah. Mari ikut saya, nona Bulan ... akan saya tunjukkan kamar anda supaya anda bisa berganti pakaian yang layak," ujar Ben ramah tapi Raja langsung memelototinya.
"Apa maksudmu dengan pakaian layak? Memangnya pakaian yang dia kenakan itu tidak layak apa?" sengal Raja tapi Ben tak menggubris omelan tuannya. Ia tetap membawa Bulan keluar kamar Raja menuju ruangan lain. "Ben! Kau berani mengacuhkanku!" seru Raja semakin kesal melihat kepergian Bulan bersama asistennya.
"Ini demi kebaikan saya Tuan, khusus untuk malam ini, saya tidak akan mematuhi apapun perintah anda. Daripada wajah tampan saya kena bogem mentah lagi dari para bodyguard nenek anda. Lebih baik saya cari aman. Sebaiknya, anda segera turun atau para bodyguard mengerikan itu datang kemari menyeret anda lagi." Ben memalingkan muka dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Bulan.
"Awas kau Ben! Ini semua kan idemu! Sialan! Sejak kapan kau jadi ciut melawan para pengawal nenekku!" Raja cuma bisa mendengus kesal.
Namun si artis ini juga penasaran akan kehadiran seluruh keluarga besarnya di rumah ini. Entah kenapa, Raja jadi sedikit was-was tentang masalah yang dihadapi Raja sekarang. Apakah mereka semua mengetahui kebenaran bahwa Bulan ... tengah mengandung anaknya. Sebab yang Raja tahu, ibu Raja itu sangat pemilih dan selektif, tak mudah juga bergaul dengannya. Makanya Raja memilih hidup sendiri daripada terus kena omel ibunya setiap hari.
***
Raja sudah ada di ruang keluarga berkumpul bersama seluruh keluarga besarnya minus kakak dan kakak ipar Raja. Saat ini, kakak Raja sedang ada pekerjaan di Amerika dan baru bisa kembali bulan depan. Sedangkan adik perempuan Raja, Maharani serta ibu dan ayahnya sedang duduk diam menatap tajam wajah sang artis yang sejak tadi tak juga berkomentar apa-apa. Bulan juga masih belum turun juga. Entah apa saja yang dilakukan Ben pada wanita yang sebentar lagi bakal menjadi istri Raja.
"Memalukan! Bagaimana bisa kau menghamili wanita itu? Apa yang ada di otakmu, ha?" cetus ibu Raja memulai pembicaraan. Ia sungguh sangat shock ketika putra kesayangannya, telah membuat aib keluarga.
"Namanya Bulan, Ma. Bukan wanita itu!" Raja membenarkan nama Bulan dengan sikap cueknya.
"Terserahlah! Mama nggak peduli dengan siapapun nama wanita itu. Mau Bulan kek, mau Bintang kek, mama nggak peduli. Kau bikin mama kecewa, Raja. Dari sekian banyak wanita yang tergila-gila sama kamu, kenapa kau pilih sembarangan wanita yang nggak jelas asal usulnya! Bikin malu keluarga saja," cetus ibu Raja marah.
"Ma!" Raja bangun berdiri karena ia tak setuju dengan perkataan mamanya. Meski Raja sangat menyayangi ibunya, ia tetap tidak suka jika wanita yang ia hormati ini menganggap rendah Bulan apalagi saat ini, gadis itu tengah mengandung cucu ibunya sendiri.
"Bulan bukan wanita sembarangan, Ma!" seru Raja lagi. "Dia wanita baik-baik. Bulan bahkan menolak Raja berkali-kali karena ia sadar diri akan siapa dirinya. Tapi Rajalah yang menginginkan Bulan, Ma. Karena Raja tidak mau anak Raja kelak, terlantar dan terbuang begitu saja. Bagaimanapun juga, Bulan mengandung anak Raja, cucu Mama dan Ayah. Suka atau tidak suka, Bulan adalah bagian dari keluarga kita!" tandas Raja.
"Hooo ... jadi gitu ... kamu lebih belain wanita itu daripada mama kamu sendiri? Aku mamamu Raja, mama yang sudah besarin kamu? Sekarang kamu berani menentang Mama?" ganti ibu Raja yang emosi.
"Ma ... sudahlah ... kita datang ke sini untuk membantu memecahkan solusi, bukan cari ribut." Ayah Raja menengahi. "Nasi sudah jadi bubur, Raja benar. Bagaimanapun juga, anak yang dikandung Bulan adalah cucu kita. Terima saja itu."
"Iya kalau benar?" sengal ibu Raja. "Gimana kalau anak itu hasil dari perbuatan orang lain dan gadis itu sengaja menjebak anak kita dengan mengaku-ngaku anak yang dikandungnya adalah anak Raja! Secara, Raja kan artis tenar, siapa sih yang nggak mau sama dia?"
"Ma!" teriak Raja tak terima, sebab awalnya Raja juga berpikiran seperti itu tentang Bulan, tapi Ben membuka pintu hatinya dengan membeberkan fakta sebenarnya sehingga pikiran Raja tentang Bulan berubah. Jelas sang artis tak terima jika Bulan kembali dituduh yang bukan-bukan.
__ADS_1
"Apa?" sahut Ibu Raja dengan nada tinggi. Matanya juga melotot saking marahnya. "Sekarang kau berani meneriaki mamamu?"
"Anak yang dikandung Bulan itu anak Raja. Bulan cuma melakukannya dengan Raja. Tidak dengan laki-laki manapun! Rajalah yang memang menghamili Bulan. Mama jangan berpikiran yang bukan-bukan tentang Bulan!" Raja terpaksa bicara agak intim mengenai apa yang terjadi antara dirinya dan Bulan tanpa rasa malu.
Maharani, adik Raja yang masih duduk di bangku SMA, bahkan sampai menutup telinga karena ia merasa belum saatnya mendengar hal intim seperti itu.
"Anak ini benar-benar!" geram ibu Raja. Ia sudah tak bisa menahan kesabaran lagi. "Setan apa yang sudah merasukimu sampai kau membela mati-matian wanita itu, ha?" teriaknya.
"Jenny! Sudah! Tidak bisakah kau diam!" teriak nenek Raja yang sejak tadi diam saja. Namun sepertinya, suasananya sudah tak terkendali lagi sehingga Kenzie harus segera mengambil tindakan. "Hentikan perdebatan ini! Aku memanggil kalian semua bukan untuk cari ribut. Kita nikahkan saja Raja dan Bulan malam ini. Aku sudah menyiapkan semuanya. Kalian yang ada di sini, akan jadi saksi pernikahan mereka. Itu sudah keputusanku yang tak bisa diubah."
"Tunggu Ibu ... bagaimana dengan karir Raja? Apa yang akan dikatakan dunia kalau sampai mereka tahu ... Raja sang idola idaman mereka sudah menikah dan menghamili anak orang? Karirnya bisa hancur lebur," seru ibu Raja keberatan dengan keputusan mertuanya.
"Tidak ada yang boleh tahu soal pernikahan ini!" seru seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Bulan. "Saya bersedia menikah dengan tuan muda Raja ... asal pernikahan ini tak dipublikasikan. Dengan begitu, tuan Raja akan tetap jadi idola," tandas Bulan tanpa ragu. ia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih tanpa lengan.
BERSAMBUNG
***
.
.
.
hai hai ... ada hal penting yang harus aku beritahukan pada kalian semua yang sudah dukung aku dari awal berkarya hingga sekarang ... meski aku bukan otor pemes seperti otor lainnya, aku tetap semangat nulis karena dukungan kalian yang memahami dunia haluku.
Karena itulah aku bakal kasih reward buat yang terus mendukung semua karya-karyaku. Siapa saja yang bakal dapat reward?
Ketentuannya ada dibawah ini:
akun yang jadi top fans di novel Valexa, Pengantin Pilihan Raja, dan novel Takdir Cinta Kinan.
__ADS_1
Komentar terbaik di novel Valexa, Pengantin Pilihan Raja, dan novel Takdir Cinta Kinan
Komentar favorit di novel Valexa, Pengantin Pilihan Raja, dan novel Takdir Cinta Kinan
Reader favorit di novel Valexa, Pengantin Pilihan Raja, dan novel Takdir Cinta Kinan
Ranking hadiah mingguan di novel Valexa, Pengantin Pilihan Raja, dan novel Takdir Cinta Kinan
Rangking hadiah bulanan di novel Valexa, Pengantin Pilihan Raja, dan novel Takdir Cinta Kinan
Pengumuman siapa aja yang dapat, akan aku umumkan besok. Satu akun satu kategori biar yang lain dapat juga. maksudnya, kalau udah masuk kategori top fans meski masuk di hadiah mingguan, tetap dia cuma dapat hadiah di top fans saja ... gak apa-apa kan ... biar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Jangan lihat nominal rewardnya ya ... karena ini cuma wujud rasa terimakasihku pada kalian yang setia mendukung semua karyaku. Mungkin gak ada artinya, tapi kalian semua berarti banget buatku.
Buat nanti yang belum dapat jangan berkecil hati karena aku bakal bagi reward lagi nanti. Dan pastinya itu sewaktu-waktu ...
__ADS_1
Terimakasih semuanya minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin.
Salam manis dariku dan lope lope sekebon tehnya Shena serta seluas sawahnya Yuna ... love you all.