Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
episode 56 Kesabaran Bulan


__ADS_3

Tamparan keras yang diberikan Jenny pada Bulan membuat kaget semua orang yang ada di hotel ini, termasuk Bulan sendiri. Dalam sekejap, Bulan dan Jenny menjadi pusat perhatian banyak orang dan mereka semua bertanya-tanya, ada apakah gerangan. Mengapa Jenny bisa bertindak sekasar itu pada Bulan


Di mata teman-teman mereka, Jenny memang orang yang tertutup akan masalah pribadinya tapi cenderung lebih suka pamer akan barang-barang mewah yang ia punya. Hal itu karena ia adalah ibu dari seorang artis ternama, nggak afdol kalau ia tak punya barang mewah untuk dipamerkan.


Kiran sudah hendak mengomel tapi tangannya digenggam erat oleh Bulan sebagai tanda untuknya agar Kiran tak lagi ikut campur urusannya. Sebenarnya, Kiran juga tak menyukai Bulan karena Raja di pertemuan pertamanya kala itu. Namun, entah mengapa ia tidak suka saja dengan sikap menyebalkan Jenny yang wanita itu tunjukkan di depan semua orang terlebih pada saat menampar wajah Bulan tanpa sebab.


Dalam hati, Kiran bersorak senang kegirangan karena ia tak jadi berjodoh dengan artis papan atas sekelas Raja. Jika kala itu perjodohan mereka berhasil, mungkin Kiran bakal mati muda gara-gara punya ibu mertua seperti Jenny.


“Beraninya kau berkata seperti itu pada temanku? Siapa kau?” sengal Jenny dengan tatapan marah. “Huh, kau itu hanya wanita kotor yang bisanya hanya menjebak pria agar bisa bersamamu. Masih untung aku bersikap baik padamu! Inikah balasanmu padaku? Aku mengajakmu kemari supaya kau tahu seperti apa perbedaan kelasmu dengan kelas kami, mau kau lulusan Harvard atau apalah, aku tidak peduli, bagiku kau hanya wanita rendahan yang menjiijikkan. Tindakanmu menjebak pria supaya mau tidur denganmu itu benar-benar membuatku ingin muntah di wajahmu! Cantik, tapi tak punya urat malu!”


Jenny benar-benar menghina Bulan habis-habisan dihadapan semua orang yang ada di sini. Ia sengaja menjatuhkan mental menantunya sendiri supaya ia pergi meninggalkan Raja selama-lamanya.


Semua orang juga terkejut mendengar pernyataan Jenny. Tatapan mata mereka langsung berubah aneh saat melihat Bulan. Tanpa tahu kebenarannya, mereka semua terprovokasi oleh ucapan wanita yang entah kenapa membenci Bulan sampai seperti itu.


Sedangkan Bulan sendiri memilih diam, ia sengaja menahan dan menelan mentah-mentah hinaan yang dilontarkan oleh ibu mertuanya sendiri. Untunglah Bulan kuat karena hal semacam ini sudah biasa Bulan terima bahkan jauh sebelum dirinya mengenal Raja. Meski ingin menangis, Bulan mencoba bertahan. Ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang-orang yang menatap jijiik dirinya.


Sekali lagi, Bulan tak ingin membalas perbuatan Jenny yang sudah mempermalukan dirinya dan menginjak-injak harga diri Bulan di depan semua teman-teman sosialitanya. Sebaliknya, Bulan tak ingin menyebabkan masalah demi menjaga popularitas Raja. Ia tak ingin siapapun mengorek informasi tentang Bulan dan hubungannya dengan Raja sekarang. Biarlah semua orang menganggap rendah dirinya, asalkan nama Raja tetap baik terjaga.

__ADS_1


Wanita yang berstatus sebagai istri Raja ini memutuskan pergi saja dari hotel demi menghindari hal-hal tidak diinginkan. Bukannya Bulan takut atau jadi pengecut, tapi kerena ia tak ingin ada masalah apapun. Dengan memendam rasa sakit yang besar, perlahan, Bulan beranjak pergi menjauh, dan entah kenapa, Kiran malah mengikutinya pergi juga. Jangankan Bulan, sebagai wanita, model cantik itu ikutan kesal juga.


Daripada menghadiri pesta membosankan gara-gara emak-emak rempong itu, lebih baik Kiran pergi saja dari sini. Iapun juga sebenarnya enggan datang ke acara nggak jelas ini, tapi ibunya terus memaksa Kiran agar datang menggantikan ibunya yang sedang mengantar ayahnya control kesehatan ke rumah sakit. Itulah alasan kenapa Kiran ada di sini sekarang dan sangat terkejut melihat kehadiran Bulan datang bersama ibu Raja. Dari awal, ia sudah menduga kalau hal seperti ini bakal terjadi.


“Heh, tunggu!” Kiran sengaja mencegah langkah Bulan yang hendak menuju pintu keluar. “Kenapa kau diam saja? Kenapa kau tak katakan saja kalau kau adalah kekasih Raja? Jika nenek lampir itu tahu hubunganmu dengan putranya, ia takkan mungkin berani menghinamu seperti ini,” cetus Kiran tanpa tahu masalah yang dihadapi Bulan sebenarnya.


Kiran bahkan juga belum tahu kalau pria yang sempat dijodohkan dengannya sudah menikah dengan Bulan secara diam-diam. Yang Kiran tahu hanyalah Raja menghamili Bulan seperti yang sang artis itu pernah ucapkan di hari pertama mereka berkencan buta dulu.


“Akan lebih baik bila seperti ini, nona Kiran, terimakasih atas perhatianmu dan maaf, saya harus pergi.” Bulan tak ingin banyak bicara lagi, ia ingin secepatnya pergi dari sini dan kembali ke rumah lalu mengunci kamar dan mengurung diri sendiri tanpa Bulan tahu kalau ada sepasang mata menatapnya tajam sejak tadi.


“Apa kalian semua tahu?” teriak Jenny menggunakan pengeras suara agar semua orang bisa mendengar suaranya. “Wanita itu, wanita yang hendak pergi bagai seorang pengecut itu … dia … hamil diluar nikah dengan orang nggak jelas dan menjebak seorang pria baik-baik untuk menikahinya diam-diam. Huh, memalukan, menjijiikkan! Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa kau melakukan tindakan serendah itu? Apa kau benar-benar tak punya malu? Kalau aku jadi kau! Aku akan menghilang dari hidup orang yang mau menikahimu itu agar tak menjadi beban hidupnya lagi. Kau dengar itu?” Jenny menunjuk wajah Bulan dengan sau tangannya dari kejauhan sambil menatapnya marah penuh amarah.


Semua pandangan langsung terarah pada Bulan. Apa yang dilakukan Jenny ini seakan meminta Bulan agar ia segera pergi meninggalkan hidup Raja dan tak lagi menampakkan batang hidungnya dihadapan Raja ataupun dihadapan semua keluarga Raja lainnya.


Kenapa Jenny membuka aib menantunya di sini dan mati-matian menutup aib keluarganya sendiri? Hal itu karena Jenny ingin tindakannya ini mendapat dukungan penuh dari semua teman-teman sosialitanya. Dengan begitu, Bulan akan semakin tertekan dan beneran pergi dari hidup putranya selama-lamanya.


“Itu nenek punya mulut lamis amat, ya! Bener-bener gila … wuah … nggak bisa dibiarin, nih.” Kiran hendak buka suara dan ingin membeberkan hubungan Bulan dengan Raja, tapi tangan Bulan sigap membekap mulut Kiran agar model tersebut tak jadi bicara.

__ADS_1


Bulan menggelengkan kepala sambil berkaca-kaca memohon agar Kiran tak membuka rahasianya dengan Raja dihadapan semua orang.


“Tidak, nona Kiran … aku mohon, jangan lakukan dan jangan katakan apapun. Aku mohon, Nona … aku mohon,” pinta Bulan mulai berlinang air mata.


Kiran tertegun, sebagai wanita … bagaimana bisa Bulan mengorbankan harga dirinya demi melindungi orang seperti Raja. Sebenarnya Kiran tak suka cara Bulan, tapi matanya memancarkan cinta yang begitu kuat dan membuat Kiran seakan tak bisa berkata-kata lagi. Iapun juga tak bisa berbuat apa-apa meski ia punya sejuta pertanyaan dalam benaknya tentang apa yang dilakukan Bulan demi suaminya. Sebesar dan sedalam itukah cinta Bulan untuk Raja sehingga bumil itu menerima semua hinaan dan cacian yang dilontarkan padanya tanpa membalas sedikitpun.


Disaat dua wanita ini saling diam dengan perasaan mereka masing-masing, tiba-tiba Jenny berteriak lagi dan melemparkan kue acara pesta berukuran besar ke arah Bulan dan Kiran berdiri.


“Heh! Kalian berdua! Terima ini!” teriak Jenny dan sebuah kue besar melayang melesat terbang menuju tempat Kiran dan Bulan.


Kejadian itu begitu cepat sehingga Bulan dan Kiran tak sempat menghindar. Namun, di detik-detik terakhir kue itu hendak mendarat, tiba-tiba dua orang laki-laki ber jas hitam datang melindungi dua wanita shock itu dengan jas mereka masing-masing. Kue-kue itupun jatuh menimpa pria ber jas tersebut karena keduanya berdiri tepat di depan Bulan dan juga Kiran.


“Kau … tidak apa-apa, Sayang?” tanya pria berjas hitam yang tak lain dan tak bukan adalah Raja, suami Bulan sendiri.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2