Pengantin Milik Raja

Pengantin Milik Raja
Bab 22 Pengumuman Besar


__ADS_3

Situasi saat ini benar-benar memojokkan Dinda. Sudah gagal mendapatkan penghargaan dan hadiah, eh malah dapat malu serta caci maki dari semua orang pula. Namun, bukan Dinda kalau ia mudah menyerah begitu saja karena ia adalah wanita yang ambisius dan juga bermuka gedeg alias kebal. Ia sama sekali tidak peduli dengan komentar miring yang kini ditujukan semua orang padanya. Para staf hotel lainnya sebenarnya juga tidak suka dengan sifat Dinda yang suka berlagak seperti pemilik hotel dan selalu memerintah sana sini seenak udelnya sendiri.


Begitu melihat Dinda telah terpelosok ke dalam lubangnya sendiri, semua rekan-rekan Bulan langsung bersorak-sorai senang. Sebab, setelah ini, tidak akan ada yang menindas ataupun semena-mena pada mereka lagi. Selama ini, mereka diam karena tidak ingin mencari masalah. Pernah ada yang melapor kalau Dinda suka seenaknya pada para pelayan hotel lainnya, tapi karena kurangnya bukti, pelapor itu malah dituduh yang bukan-bukan dan dipecat dari pekerjaannya. Sejak saat itu, tidak ada yang berani melawan Dinda dan semakin berkuasalah dia.


Tidak dapat digambarkan bagaimana perasaan semua pelayan hotel menyaksikan kejadian ini. Merekapun turut bahagia karena akhirnya Bulan mendapatkan keadilan karena sebelumnya mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa saat rekan malangnya itu dipecat secara sepihak. Bahkan Tari, sahabat dekat Bulan, baru sadar kalau temannya yang banyak ditimpa segudang masalah itu ternyata bisa berubah sangat cantik sekali bak seorang putri. Bulan malah tampak paling cantik di sini mengalahkan penampilan artis ternama lainnya yang diundang untuk mengisi acara.


Sedangkan Dinda, rupanya masih tidak mau menyerah dengan mudah. Tak berhasil meluluhkan hati Kenzie agar mau memaafkannya, Dindapun beralih kepada Bulan agar mau membantunya.


"Bulan, tolong aku, kita sudah bekerja bersama-sama, kan? Apa kau tega membuatku dipecat dari sini?" rayu Dinda tanpa merasa malu sama sekali. Bahkan semua orang mengecapnya sebagai orang yang tidak punya malu.


Dinda ini benar-benar tidak sadar diri. Mungkin ia lupa kalau dirinya telah memecat Bulan begitu saja dan sekarang, dengan entengnya ia meminta bantuan Bulan untuk tidak dipecat. Enak sekali jadi Dinda. Urat malunya sudah putus dan hilang entah kemana.


"Aku ingin membantumu, Kak. Tapi aku bukan siapa-siapa di sini. Apa yang bisa kau harapkan dari orang rendahan sepertiku? Semua keputusan ini ada ditangan para atasan. Aku ... tak punya hak apapun meskipun aku sangat ingin membantumu. Maafkan aku, Kak. Maaf karena tidak bisa membantu," jawaban yang sangat bijak dari Bulan.


Tapi bukannya berbesar hati menerima apa yang terjadi atas perbuatan Dinda sendiri, wanita itu malah menyalahkan Bulan dan mengancam akan menghancurkan hidup Bulan hingga hancur sehancurnya.

__ADS_1


"Semua ini gara-gara kau!" teriaknya marah. "Awas kau Bulan! Akan kubalas kau suatu hari nanti! Camkan itu baik-baik! Aku akan buat kau hancur! Kau dengar itu!" seru Dinda meluapkan amarah yang sudah tak bisa ia tahan.


Tentu saja Bulan dan semua orang langsung terkejut. Bukannya mengakui kesalahan dan memperbaiki diri, Dinda malah menyalahkan orang lain atas apa yang telah menimpanya. Sorak sorai kembali terdengar gemuruh meneriaki Dinda yang semakin buruk saja di mata semua orang. Mereka bahkan berseru untuk segera mengusir Dinda dari tempat ini.


"Usir dia dari sini!" teriak Kenzie yang ikut emosi mendengar ancaman Dinda yang ditujukan pada Bulan. Teriakan nenek Raja mewakili isi hati semua orang yang sudah tidak tahan melihat perangai buruk wanita bermuka dua itu.


Beberapa petugas keamanan langsung mencekal dan menyeret paksa Dinda keluar dari hotel. Tak perlu pertimbangan lagi untuk memutuskan hubungan kerja dengan Dinda. Jelas karakter yang dimiliki wanita itu tak sesuai dengan kredibilitas hotel mewah bintang 5 ini. Dengan secara tidak hormat, Dinda dipecat dari hotel untuk selama-lamanya dan ia pun pergi dengan segudang dendam kesumat yang membara.


Beberapa saat setelah kepergian Dinda, MC mencoba menenangkan suasana dan kembali menguasai panggung. Para audience pun juga diharapkan tenang kembali untuk mendengarkan penjelasan dari sang pemilik hotel atas insiden tak terduga ini. Tak lupa, beliaupun juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berjanji memberikan kompensasi untuk mengganti momen yang tidak menyenangkan ini.


Terlepas dari itu semua, rupanya masalahnya belum selesai sampai di sini. Hingga detik ini, semua orang masih penasaran tentang sosok wanita cantik yang datang bersama dengan nenek Raja. Jika wanita itu adalah mantan pelayan yang dipecat Dinda, kenapa ia mau saja diajak datang kemari lagi dengan penampilan yang berbeda. Apa hubungan Bulan dengan Kenzie. Pertanyaan itu langsung ditujukan pada nenek Raja tentang kehadiran Bulan di tengah-tengah acara malam ini.


Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, Kenzie meminta mike pada sang MC untuk menyampaikan berita penting yang berkaitan erat dengan keluarganya. Terutama tujuan kehadirannya bersama Bulan di tempat ini.


"Mungkin kalian semua bertanya-tanya kenapa aku membawa Bulan, mantan pelayan hotel ini untuk datang kemari bersamaku dan tetap menyuruhnya ada disampingku sampai acara ini selesai. Tidak hanya kalian saja yang penasaran, seluruh keluargakupun juga tidak ada yang tahu apa hubunganku dengan Bulan," seru Kenzie dan semua orang terdiam mendengarkan ucapan sang nyonya besar. Termasuk Raja sendiri. Sejak tadi, matanya terus menatap wajah cantik Bulan dengan perasaan campur aduk tak karuan.

__ADS_1


"Malam ini, dihadapan kalian semua ...," lanjut nenek Raja. "Secara resmi aku umumkan calon pendamping hidup cucuku, Abyas Raja Athrazka, sang artis ternama yang banyak dipuja kaum hawa. Wanita terpilih itu ... adalah Bulan Sergey Permata!" seru Kenzie dengan lantang dan langsung membuat semua orang terkejut, juga shock berat.


Terlebih lagi Bulan sendiri. Ia baru tahu kalau Raja, artis ternama yang telah merenggut kehormatannya adalah cucu dari nenek Kenzie. Dan itu membuat Bulan jadi kaget sekaget-kegetnya. Ia sungguh tidak pernah menyangka dan kini ia juga tidak tahu bagaiman lagi menghadapi persoalan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ini benar-benar rumit.


Tanpa izin ataupun persetujuan Bulan, tiba-tiba saja sang nenek yang sudah ia angagp sebagai neneknya sendiri ini ternyata menjodohkannya dengan cucu kandungnya. Lebih parahnya lagi adalah cucu Kenzie ternyata Raja. Pria yang merenggut kegadisannya.


"Tu-tunggu Nek," ujar Bulan mendekat kepada Kenzie. "Ada apa ini? Nenek tidak bercanda, kan? Dan ... a-apa Nenek bilang tadi? Cucu Nenek itu ...."


Belum sempat Bulan melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba saja sebuah tangan meraih dan menarik paksa tangan Bulan lalu menuntunnya turun dari panggung disaat semua orang masih belum tersadar dari rasa keterkejutannya karena kabar yang baru saja diumumkan sang nenek.


Siapa yang tidak terkejut melihat sang artis yang tidak ingin Bulan temui, kini ada dihadapannya dan langsung mengajaknya pergi begitu saja meninggalkan panggung tanpa bicara sepatah katapun.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2