Pengantin Pengganti Penolak Kutukan

Pengantin Pengganti Penolak Kutukan
Jangan Harap Bisa Menindasku!


__ADS_3

Menjadikan Sherina sebagai sosok yang dikucilkan, itulah rencana yang dibuat oleh Cleo dan Ariana. Mereka berdua ingin Sherina menemani mereka berbelanja, lalu barang belanjaan mereka diberikan pada Sherina untuk dibawa. Mereka ingin membuat Sherina bagaikan pembantu, dan mempermalukannya di depan umum.


Bahkan, Sherina tak diberikan waktu untuk bersiap-siap. Setelah selesai mencaci maki Sherina, Ariana langsung mengajak supaya segera berangkat. Mereka berdua mengucilkan Sherina sejak dalam perjalanan, Ariana dan Cleo duduk di kursi belakang, mereka berdua tak henti-hentinya berbincang yang sepertinya menyenangkan.


Sedangkan Sherina, dia duduk di kursi depan di sebelah sopir yang mengemudi. "Huff ...." Sherina menghela napas, lalu membuang mukanya ke samping dan melihat pemandangan ke luar jendela mobil.


Mereka berdua ini kenapa sih? Apa mulut mereka tidak pegal? Sejak tadi berisik terus, bahkan pak sopir sampai mengerutkan kening. Sepertinya dia juga terganggu. Entah hal macam apa yang mereka rencanakan padaku.


Selang beberapa menit kemudian, sopir telah mengantarkan mereka ke mall terbesar yang letaknya ada di pusat kota. Setelah mobil selesai diparkirkan dengan mulus di area bawah tanah, sang sopir dengan cakap turun lebih dulu, membukakan pintu mobil untuk Ariana dan Cleo, tetapi tidak untuk Sherina.


"Oh, jadi begini ...." gumam Sherina sambil menyeringai.


Rupanya seperti ini cara mereka. Ingin memperlakukan aku dengan berbeda supaya aku menyadari kesenjangan status di antara kalian. Heh, ini tidak apa-apanya bagiku. Hal seperti ini cuma trik kecil saja yang sungguh mudah aku hadapi.


Sherina membuka pintu untuknya sendiri. Dan begitu dia turun, ketika berjalan melewati sang sopir dia berkata, "Pak sopir sudah tak muda lagi, di usia seperti ini memang tidak baik bekerja terlalu keras. Tidak apa-apa, untuk seterusnya tak perlu membukakan pintu untukku lagi. Lagi pula aku sangat sehat dan punya dua tangan, mampu melakukannya sendiri~" ucap Sherina dengan nada menyindir.


"Apa maksudmu?! Kau bilang kalau kami tak punya tangan yang sehat?!" bentak Ariana yang merasa tersinggung.


"Tidak, aku tidak pernah bilang begitu. Ibu sendiri yang bilang ..." jawab Sherina dengan tampang pura-pura bodoh.


"K-kau!!"


"Sudahlah, Ma, tidak perlu digubris," sahut Cleo yang mencoba menenangkan Ariana.


"Cih!" Ariana berdecih kesal, dia lantas menggandeng Cleo untuk berjalan lebih dulu bersamanya. Sedangkan Sherina, dia ditinggal di belakang begitu saja.


Setelah memasuki area dalam mall yang besar ini, Ariana dan Cleo sepakat untuk mendatangi sebuah outlet baju yang merupakan brand merek terkenal. Bermacam-macam pakaian disediakan dan dikelompokkan dengan lengkap, entah itu pakaian untuk pria atau wanita, berdasarkan modelnya, berdasarkan musim tren, atau bahkan berdasarkan kegunaannya.


Yap, uang berbicara. Ariana dan Cleo mendapatkan perlakuan yang lebih spesial karena mereka berdua termasuk ke dalam golongan pelanggan VIP. Semua sales yang berada di outlet ini mengenali mereka berdua. Namun, tak ada satu pun di antara mereka yang mengenali Sherina.


"Heh." Ariana maupun Cleo sama-sama menyeringai sinis, mereka berdua tak berniat untuk mengenalkan siapa Sherina agar dia dikira menjadi pelayan mereka.


"Halo, aku adalah istri sah Vicky Bashara!" ucap Sherina dengan senyuman dan tanpa rasa sungkan.


"Ah, maafkan saya! Silakan masuk, Nyonya!" ucap salah satu sales associate yang telah salah paham.


"Benar-benar tidak sadar diri, dia malah memanfaatkan identitas Vicky," gerutu Ariana yang teramat kesal sampai-sampai tangannya ikut gemetar.


"Tidak apa, Ma. Jangan marah, kita lihat nanti dia mau bagaimana, aku yakin dia tak punya cukup uang untuk berbelanja di sini, dan saat itulah kita mempermalukan dia!" bisik Cleo supaya Ariana tak mengacaukan rencana.


Pada akhirnya, meskipun Sherina tidak terdaftar sebagai pelanggan VIP, dia tetap mendapatkan pelayanan seperti Ariana dan Cleo. Mereka bertiga duduk di tempat yang sudah disediakan. Lalu beberapa sales associate datang dan mengenalkan beberapa produk unggulan dan edisi terbatas yang mereka miliki.


Dengan keahlian pemasaran yang mumpuni, para sales associate ini menjelaskan semua informasi detail produk. Juga menjelaskan kebijakan seperti diskon dan garansi untuk mendorong pembelian produk tersebut.

__ADS_1


"Hahh ...." Sherina menghela napas. Dia tak seperti Cleo ataupun Ariana yang antusias berada di sini. Ketika melihat barang-barang bermerek dan mahal ini, lagi-lagi membuatnya teringat pada mantan suaminya.


Entah kenapa aku merasa muak melihat barang-barang ini. Ini mengingatkanku pada kak Satya yang selalu memberikan aku barang-barang mahal untuk menghibur. Aku kira semua pemberiannya itu tulus, rupanya dia cuma membuatku senang dan merasa diperhatikan, untuk menutupi perselingkuhannya dengan Sofia. Ck, rasanya ingin sekali aku membakar barang-barang pemberian kak Satya.


Sherina sama sekali tidak menyimak dengan baik. Alhasil, belum ada satu pun barang yang dia pilih untuk dibeli. Sedangkan Ariana dan Cleo, mereka sudah memberi beberapa untuk memuaskan kesenangan berbelanja mereka.


"Sherina, kenapa kau belum memilih satu pun? Apakah karena semua barang-barang di sini terlalu mahal untukmu?" tanya Cleo yang pura-pura polos.


Sontak saja membuat pandangan para sales associate ini berubah. Mereka yang semula menendang tinggi Sherina, sekarang beranggapan jika Sherina sama sekali tidak disayangi dan diberikan uang yang cukup oleh Vicky.


"Eh? Tidak kok," jawab Sherina yang tersadar dari lamunan.


"Mohon katakan alasan Nyonya. Tidak mungkin Nyonya beralasan kalau produk-produk kami ini jelek, kan?" celetuk salah seorang sales associate. Dia merasa kesal, karena dia sudah mengeluarkan banyak napas dan merangkai kata-kata untuk menawarkan berbagai produk. Namun, semua yang dia tawarkan belum ada yang memikat Sherina untuk membelinya.


"Ah, tidak ... produk-produk kalian bagus, aku suka. Hanya saja ... aku sudah punya, jadi tidak mungkin juga aku beli 2 barang yang sama, kan?" tanya Sherina dengan senyuman, bermaksud untuk membalikkan penghinaan dari sales associate yang lancang ini.


"M-maafkan saya! Saya tidak bermaksud untuk membuat Nyonya tersinggung!" Sales associate itu seketika menunduk seakan merasa bersalah. Dia benar-benar takut jika hal ini sampai diadukan ke atasannya.


"Mustahil! Kau pasti bohong kalau kau sudah memilikinya!" bantah Cleo seakan tak terima. Karena Cleo tahu betul jika produk-produk ini semuanya adalah keluaran terbaru. Dia tak percaya jika Sherina sudah punya sebelum dirinya. Harga dirinya sebagai seorang top model seperti sedang dipertaruhkan.


"Vicky yang membelikan aku, apa kau juga meragukannya?" tanya Sherina dengan seringai liciknya.


"A-apa?!" Biarpun terkejut, Cleo tak membantah lagi. Dia harus bertindak hati-hati karena Sherina telah menyebut dan berlindung di balik nama Vicky. Jika Cleo masih membantah, itu sama saja seperti dia meragukan Vicky. Tak peduli perkataan Sherina itu benar-benar nyata atau kebohongan.


"Tidak perlu diantar, bungkus semua barang belanjaan kami! Semuanya akan kami bawa sendiri!" jawab Ariana.


"Baik, Nyonya ... akan segera kami siapkan!"


Dengan cepat barang-barang belanjaan Ariana dan Cleo telah dibungkus rapi dalam paper bag masing-masing. Totalnya ada 5 buah paper bag yang ukurannya lumayan besar.


"Sherina, bisakah kau membantu ibu? Ibu mertuamu ini sudah tak terlalu mampu untuk membawa barang-barang ini. Maukah kau melakukannya?" tanya Ariana dengan tampang memelas.


Sejenak Sherina tertegun, dia paham betul apa maksud dari permintaan ibu mertuanya ini. "Baiklah, aku mau, biar aku saja yang bawa. Tetapi, tanganku ini kasar, jangan salahkan aku kalau barang-barang ini rusak, ya! Lagi pula ada garansi!"


Sherina lantas membawa semua paper bag itu sekaligus. Caranya menenteng benar-benar disengaja dengan kasar, bahkan sampai menyeretnya di lantai. "Ayo! Mari jalan!" ajak Sherina dengan santainya.


Heh, jangan meremehkan aku! Tugas membawa barang seperti ini terlalu mudah buatku! Ini masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan siksaan dari ibu tiriku. Fisikku tidak selemah wanita gemulai seperti kalian.


"Sial, dia malah membawa barang-barang mewah kita seperti menyeret koper!" umpat Ariana yang semakin kesal.


"Bersabarlah, Ma ... aku yakin kalau rencanaku tidak akan gagal! Kita akan berkeliling dan belanja barang lebih banyak lagi, lalu kita suruh Sherina supaya membawa semuanya! Mari kita jadikan dia sebagai pembantu!"


"Kau benar, Cleo. Kita harus menghancurkan harga dirinya di depan umum!"

__ADS_1


Benar saja, Cleo dan Ariana masih tak puas berbelanja. Mereka mendatangi beberapa outlet lagi untuk membeli barang-barang yang berbeda. Seperti tas, sepatu, perhiasan dan parfum. Sebisa mungkin mereka membuat Sherina kesusahan.


Hingga tanpa terasa hari sudah menjelang sore, Ariana dan Cleo sudah merasa cukup puas untuk hari ini. Dan ketika mereka bertiga hendak menuruni sebuah tangga eskalator, Sherina tertinggal di belakang karena banyaknya barang yang dia bawa. Bahkan, salah satu di antaranya sampai terjatuh. Nasib baik ada seseorang yang mengambilkan untuk Sherina.


"Terima kasih!" ucap Sherina.


"Sama-sama, eh ... bukannya ini adalah Sherina Dharmawangsa? Yang kabarnya jadi istri pengganti dari CEO ternama, Vicky Bashara?" ucap orang yang baru saja menolong Sherina.


"Anda kenal saya?" tanya Sherina dengan tatapan heran.


"Tentu saja saya kenal! Maaf, saya lupa memperkenalkan diri! Nama saya Violet, saya adalah seorang jurnalis! Sebagai seorang jurnalis, tentu saja saya tahu soal berita pernikahan sosok berpengaruh seperti Vicky Bashara!" ucap Violet dengan senyum ramah.


"Ah, begitu ya .... Senang mengenalmu, tetapi sekarang aku tidak bisa berjabat tangan."


"Haha, tidak apa-apa. Sepertinya belanjaan Anda banyak sekali. Bolehkah saya membantu?"


"Tidak usah, tidak perlu repot-repot," jawab Sherina dengan canggung. Dia merasa tidak nyaman karena Violet ini seperti sok akrab dengan dirinya.


"Sherina, kenapa kau lama sekali?!" tanya Ariana yang tidak sabar. Dia ingin mendekati Sherina, tetapi langkahnya terhenti karena menyadari Sherina sedang berbicara pada seseorang. Dia diam dan mencuri dengar soal apa saja yang Sherina bicarakan.


"Waahh .... Nyonya Sherina sungguh orang yang menarik. Baru sehari menikah dengan Vicky Bashara, tetapi sudah berbelanja segudang barang-barang mewah. Sepertinya Tuan Vicky Bashara sangat mencintaimu, ya!"


"Ya, begitulah. Vicky memang mencintaiku. Dan tolong jangan mengomentari kehidupan pribadi saya lagi!" ucap Sherina penuh penekanan. Dia langsung berlalu meninggalkan Violet yang mengaku sebagai jurnalis itu.


Setelah Sherina menaruh barang-barang itu di bagasi mobil. Tiba-tiba saja dia kembali mendengar perkataan tidak menyenangkan dari ibu mertuanya. "Ck, sungguh tidak tahu malu. Di depan orang lain mengaku jika semua itu barang-barang milikmu. Bahkan juga berbohong kalau Vicky mencintaimu."


"Astaga! Sherina, kau keterlaluan sekali! Kau harus sadar diri kalau kau cuma pengantin pengganti! Kau tak berhak mendambakan cinta Vicky!" cecar Cleo yang seolah merasa sakit hati.


"...." Sherina membisu, tiba-tiba saja melangkah mendekat ke arah Ariana. Dengan sorot mata yang tajam, dia pun berkata, "Cukup! Sudah cukup untuk hari ini!"


"Kau berani menantangku?!" balas Ariana.


"Ya, aku berani. Karena ibu mertua memang sudah keterlaluan. Jangan harap ibu mertua bisa menindasku! Ibu tak tahu apa-apa, orang yang aku ajak bicara itu adalah seorang jurnalis! Dia bisa saja membuat artikel yang mempengaruhi reputasi keluarga Bashara! Aku melakukan ini semata-mata karena menghormati Vicky. Karena Vicky memintaku untuk jadi istri yang mampu menjaga nama baiknya!"


"Jadi, ibu mertua jangan terlalu berbangga diri! Aku memang dijual, tapi aku dibeli untuk jadi istrinya Vicky! Aku bukan dibeli untuk jadi menantu yang bisa dijadikan pembantu!"


Sherina langsung berlalu, masuk ke dalam mobil lebih dulu dibandingkan dengan kedua orang itu. Sedangkan Ariana, dia masih berdiam diri di tempat. Dia teramat kesal dengan ulah Sherina sampai badannya ikut gemetaran.


"Sial, apa-apaan dia itu? Banyak lagak sekali di depanku!"


"Mama, jangan marah di sini, oke? Lagi pula, Sherina berani karena berlindung pada nama Vicky. Tapi, aku yakin kau Vicky pasti lebih membela Mama Ariana ..." bujuk Cleo yang bertujuan mencari muka.


"Kau benar, Cleo. Asalkan aku bisa menciptakan perselisihan di antara mereka, maka Sherina pasti akan habis!"

__ADS_1


__ADS_2