Pengantin Pengganti Penolak Kutukan

Pengantin Pengganti Penolak Kutukan
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Fina itu galak, suka mengatur, boros, tidak sabaran dan sudah berkeriput. Sedangkan Kayla, dia jelas jauh lebih muda, tubuh dan parasnya masih bagus dan cantik, bahkan dia selalu menerima setiap pemberian Panji tanpa banyak mengeluh. Dilihat dari segi fisik maupun sifat, jelas sekali banyak alasan untuk Panji selingkuh. Namun, alasan utamanya tentu saja karena dia bukan pria yang setia.


Fina semakin gelap mata, dia sungguh tidak terima saat gadis di depannya ini mengaku telah hamil anak suaminya. Tiba-tiba saja dia menghamburkan foto-foto yang dia pegang. Lantas mencoba maju dengan kedua tangannya yang terbuka ke arah Kayla. "Kau ... dasar jal*ng!" teriaknya penuh amarah.


"Hentikan!!" pekik Panji yang tiba-tiba beranjak dengan cepat untuk menghadang Fina yang hendak menyakiti Kayla.


"Om Panji?" Kayla kaget sekaligus bingung. Bukannya tadi sugar daddy-nya ini mengaku tidak mengenal dirinya, akan tetapi sekarang justru maju untuk melindungi dirinya.


"Apa-apaan kau?! Kau mencoba melindungi pelac*r cilik ini?!" tanya Fina dengan tatapan nanar.


"Ya, aku melindunginya karena dia hamil anakku! Kau tidak boleh menyakiti bayiku yang ada di perutnya!" balas Panji penuh ketegasan.


"Kau lebih berpihak padanya dibanding aku? Aku ini istri sahmu!!" protes Fina yang kemarahannya semakin menjadi-jadi.


"Masa bodoh dengan status! Yang jelas kau tidak boleh menyakitinya!" tegas Panji sekali lagi.


"Kenapa? Kenapa, Panji?! Kenapa kau mengkhianatiku?! Selama bertahun-tahun aku sudah berada di sisimu! Aku mendampingimu! Dan aku selalu mendukungmu! Bagaimana bisa kau justru terpikat pada bocah ingusan sepertinya?!"


"A-aku bukan bocah ingusan!" bantah Kayla yang tiba-tiba mendapatkan keberanian untuk bicara entah dari mana. Dia juga berdiri, menghadapi Fina secara terang-terangan meskipun masih berlindung di belakang Panji.


"Asal kamu tahu, selama ini Om Panji selalu bilang padaku kalau kamu itu wanita yang hanya mau enak sendiri! Kamu sama sekali tidak menghormati Om Panji sebagai suamimu! Akulah yang selama ini selalu menghiburnya, Om Panji lebih bahagia bersamaku! Dan anak di perutku ini, adalah bukti dari rasa cinta kami!" ucap Kayla dengan segala pembelaan diri.


"Ya, Kayla benar! Kami saling mencintai! Dan aku juga sudah tidak mencintaimu! Makannya aku cari perempuan lain! Dan aku akan bertanggung jawab demi bayiku, aku akan menikahi Kayla! Kalau kau tidak suka, kita bisa bercerai sekarang juga!" sahut Panji yang seketika membenarkan ucapan sugar baby-nya. Memang benar bahwa rasa cintanya pada Fina telah sepenuhnya hilang.


"A-apa ...?" Fina ternganga, dia semakin kehilangan akal sehatnya. Hatinya sangat terluka saat dia mendapatkan balasan karma yang teramat mengejutkan. Akhirnya dia sadar, bahwa selama apa pun hidup bersama, tetap tidak menutup kemungkinan adanya peluang pengkhianatan. Dan terlebih lagi kata-kata Panji barusan sangat menusuk baginya, seolah-olah dia hendak dibuang dari kehidupannya.


"...." Diam-diam Sherina menyeringai, dia yang sedari tadi mengamati, merasa sangat terhibur dengan keributan yang dia saksikan langsung di depan matanya.


Haha, rasakan! Orang jahat akan mendapatkan balasan yang setimpal! Dan aku sedikit terkejut saat ayahku tidak lari dari tanggung jawab, ini semakin menarik saja. Dan yang lebih mengejutkan lagi, rupanya mereka berdua menjadikan cinta sebagai alasan perselingkuhan mereka. Sungguh miris, di saat seperti ini, cinta seakan tidak ada harganya lagi.

__ADS_1


"Ehem! Kalian seru sekali. Meskipun kelihatannya seru, aku tidak berminat bergabung bersama kalian. Kedatanganku kemari cuma untuk menunjukkan jalan pada Kayla di mana rumah Ayah berada~ Aku pergi, semoga kita tidak berjumpa lagi~" Sherina melambaikan tangannya dan berjalan pergi dengan langkah kaki yang angkuh. Dia ingin menunjukkan pada kedua orang tua jahat itu, bahwa saat ini dialah pemenang yang sesungguhnya.


Sedangkan Fina dan Panji, meskipun mereka kesal pada Sherina, mereka tetap tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka berdua sudah dibuat kapok, mereka tidak berani menyinggung Sherina lagi yang jelas-jelas memiliki pendukung seperti Vicky Bashara di belakangnya. Sungguh bodoh jika mereka berdua justru kembali melawan ataupun membalas. Namun, untuk sekarang bukan Sherina yang menjadi fokus mereka, karena mereka terus memperdebatkan soal hubungan dan bayi yang dikandung oleh Kayla.


"Haiss ... rupanya teriakan mereka terdengar sampai keluar sini," gumam Sherina begitu sampai di depan teras. Dia kembali masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh sang sopir.


"Pulang ke kediaman!" titah Sherina.


Urusanku di sini sudah selesai, tapi bukan berarti balas dendamku telah usai! Masih banyak perhitungan yang perlu aku selesaikan dengan mereka berdua! Kebangkrutan dan perpecahan kalian ini baru permulaan! Aku hanya akan puas jika kalian berdua sudah angkat kaki dari rumah ibuku ini!


***


Sesampainya di kediaman, Sherina langsung masuk ke kamarnya seperti biasanya untuk menghindari bertemu dengan Ariana. Meskipun satu masalah telah dia selesaikan, dia tidak bersantai-santai. Dia langsung memeriksa dokumen yang sebelumnya diberikan oleh Vicky. Semalam karena terlalu memikirkan masalah Kayla, dia tidak sempat untuk membaca dokumen itu. Dan sekarang dia senggang, dia memutuskan untuk memeriksa dokumen-dokumen itu sekaligus.


Namun, setelah Sherina membaca dan memahami isi dari tiap-tiap dokumen. Dia bingung harus bereaksi seperti apa. Di satu sisi, laporan keuangan itu tidak begitu bagus, perusahaan Dream Glow Cosmetics masih dalam keadaan merugi. Akan tetapi, di sisi lain dia merasa senang. Karena dia tahu orang yang menyusun laporan ini adalah seseorang yang dia kenal. Dia bersyukur karena setelah Vicky mengakuisisi perusahaan itu, ternyata dia tidak memecat orang-orang kepercayaannya.


"Astaga, Vicky ..." gumamnya dengan kening yang mengerut.


Selain itu, akuntan yang menyusun laporan ini juga adalah orang yang sudah bekerja sejak ibuku masih memimpin perusahaan. Bisa dibilang mereka adalah pegawai setia yang juga mendukungku. Vicky bisa mengetahui hal ini, bahkan dia juga memberikan mereka tetap di berada di perusahaan. Ternyata Vicky sampai sebaik ini demi aku, tapi aku ... karena emosi sesaat, dulu aku malah marah padanya.


Sherina tertegun untuk beberapa saat. Namun, setelahnya dia mendadak bangkit dari duduknya dengan semangat. "Aku tahu! Sekarang aku tahu apa yang harus aku minta ke Vicky!"


Dengan terburu-buru, Sherina mengambil tasnya lagi dan segera turun ke bawah. Sekali lagi dia meminta sopir kediaman untuk mengantarkannya ke suatu tempat.


"Kita akan ke mana, Nyonya?" tanya si sopir.


"Ke kantor pusat BSH Enterprise! Aku mau bertemu suamiku! Tolong yang cepat, ya! Soalnya aku buru-buru!" jawab Sherina.


"Baik, Nyonya ...." Sopir mengangguk.

__ADS_1


Jarak antara kediaman dengan kantor BSH Enterprise tidak begitu jauh, Sherina bisa tiba di perusahaan suaminya dalam waktu yang singkat. Namun, begitu dia sampai di sana. Setelah dia melewati pintu masuk utama, dia mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari security yang berjaga.


"Berhenti! Apa keperluan Anda kemari?" tanya security itu dengan tatapan merendahkan.


"Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Sherina dengan tatapan tajam. Dia sungguh kesal, tak mau waktunya terbuang sia-sia untuk meladeni seseorang seperti ini.


"Saya tahu, tapi saya tidak bisa membiarkan orang yang tidak berkepentingan masuk ke kantor ini!" ucap security itu lagi. Namun, kali ini dia berbicara lebih keras. Sontak saja resepsionis dan para pegawai yang saat ini berada di lobi mengedarkan pandangannya ke arah Sherina. Kini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang.


Ya, sebenarnya mereka semua tahu bahwa orang yang sedang dalam masalah ini adalah istri dari atasan mereka. Akan tetapi, mereka semua lebih memilih untuk diam dan tidak ikut campur. Mereka menganggap bahwa hal yang dilakukan oleh security ini sudah benar. Dia bertindak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Bahwa, tidak sembarangan orang yang tidak berkepentingan dilarang memasuki kantor BSH Enterprise.


Sekilas security ini mungkin menjalankan tugasnya. Namun, dia memang memiliki niat untuk sengaja mempersulit Sherina. Alasannya, dia tahu bahwa Sherina menikah dengan Vicky hanya sebagai istri yang menerima kutukan. Sedangkan wanita yang penting dan berhubungan spesial bagi CEO mereka, tentu saja adalah Cleopatra Camellia. Bukan hanya security, seluruh pegawai yang berada di lobi ini juga mengetahuinya. Oleh karena itulah mereka semua membiarkan Sherina tertindas, tak peduli bagaimana dengan status Sherina yang sebenarnya.


Sherina menyeringai, dia merasa geli saat orang-orang bodoh ini hendak mempermalukan dirinya. Lalu, tiba-tiba saja dia menunjuk pada kartu identitas yang terpasang di baju security itu. "Heh, Evan Yuda, akan aku ingat namamu!"


Sherina tak ambil pusing, dia segera berbalik dan keluar dari pintu dengan sendirinya. Dan security yang bernama Evan ini masih tidak memedulikan Sherina. Namun, tak berselang lama kemudian datanglah Oliver. Asisten pribadi Vicky, dia datang dengan berlari tergesa-gesa. Semua orang di lobi seketika menundukkan pandangan mereka.


"Jadi kau yang bernama Evan?" tanya Oliver dengan tatapan garang.


"B-benar, itu saya ..." jawabnya sambil menunduk. Dia ketakutan pada Oliver yang punya aura menyeramkan, dia masih belum mengerti di mana letak kesalahannya.


"Bagus, segera ke bagian HRD sekarang juga! Kau dipecat!" tegas Oliver.


"D-dipecat? Salah saya apa ...?" tanya Evan dengan tubuh gemetar.


"Kau sudah melakukan kesalahan besar! Bukannya menyambut istri atasan dengan baik, kau justru malah menghinanya!" Oliver lantas melihat ke arah 3 orang resepsionis yang bertugas. "Ini juga peringatan bagi kalian! Kalian ada di tempat kejadian, tapi kalian diam saja! Bertingkahlah dengan baik kalau masih mau kerja di sini! Di luar saja banyak yang menginginkan perkerjaan kalian! BSH Enterprise tidak butuh pegawai yang lalai!"


"...." Ketiga-tiganya seketika menundukkan kepala. Merasa takut dan lega karena mereka masih mendapatkan pengampunan.


"Huh!" Oliver melengos, lalu melangkah ke luar pintu untuk menjemput Sherina. Dan ketika semua orang tahu bahwa Sherina diperlakukan secara khusus oleh Oliver. Mereka semua tersadar bahwa telah menyinggung orang yang salah.

__ADS_1


"Rasakan!" ucap Sherina saat melewati Evan si security yang tak punya sopan santun. Dia tersenyum puas saat melihat orang yang mencari masalah dengannya telah mendapatkan balasan.


Cih, salah sendiri karena tidak menghargai orang. Berani menyinggungku, jangan harap bisa lolos dari hukumannya! Begini bagus juga, sekalian bisa memberikan pelajaran bagi yang lain! Supaya mulai sekarang, tidak akan ada seorang pun yang berani merendahkan aku lagi!


__ADS_2