Pengantin Pengganti Penolak Kutukan

Pengantin Pengganti Penolak Kutukan
Manusia Seribu Wajah


__ADS_3

"Sherina!" panggil Davi untuk yang ke sekian kalinya.


"Y-ya?!" jawab Sherina yang baru tersadar dari lamunan.


"Dari tadi aku perhatikan, kau jadi kurang fokus dan banyak melamun sejak kembali dari membeli ice cream untuk anak-anak. Apa kau sedang tidak enak badan?" tanya Davi dengan kening yang mengerut.


"Aku baik-baik saja. Aku cuma sedang memikirkan sesuatu."


Davi teridam sejenak, sejurus kemudian dia berkata, "Pulanglah, tidak apa-apa. Kau bisa memikirkan yang terus mengganggu pikiranmu di rumah."


"Emm ... baiklah, maaf kalau aku membuatmu tidak nyaman," ucapnya dengan sungkan. Memang sejak tadi dia terus memikirkan perihal ayahnya yang mempunyai selingkuhan.


"Santai saja, tidak apa-apa."


Sherina segera menenteng tasnya dan berpamitan kepada anak-anak seperti biasanya sebelum pulang. Sesampainya di kediaman utama keluarga Bashara, perlakuan yang Sherina dapatkan masih sama seperti hari-hari sebelumnya.


Namun, setelah dia berada di dalam kamarnya, dia tampak kebingungan. Mondar-mandir tidak jelas dan berpikir keras. Berpikir tentang bagaimana caranya dia menggunakan video bukti perselingkuhan ayahnya sebagai alat balas dendam.


"Harus aku apakan video ini supaya berguna?" gumam Sherina dalam kebingungannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian tiba-tiba saja Sherina berhenti mondar-mandir. Dia telah mendapatkan sebuah ide untuk memulai rencana balas dendamnya.


"Baiklah, mulai besok aku akan ke sana dan mengintai ayahku dan gadis itu! Aku harus mengumpulkan bukti yang kuat supaya ayah tidak bisa mengelak!"


Seperti yang telah Sherina rencanakan. Kali ini dia keluar dari rumah bersama dengan sopir di kediaman. Biarpun dia sering pergi keluar rumah, Ariana sama sekali tidak berkomentar padanya. Hubungan antara menantu dan mertua ini benar-benar seperti orang asing, tak ada sedikit pun keakraban di dalamnya.


Walaupun diperlakukan seperti itu, Sherina tetap sadar diri. Dia berpesan pada Paman Will, jika ada yang menanyakan ke mana dia pergi, maka dia pergi ke yayasan seperti biasanya. Sampai tahap ini rencana pengintaian Sherina berjalan mulus.


Dia datang ke kafe yang sama dengan kemarin, dan kali ini ada yang sedikit berbeda. Sherina tak lagi mengawasi dari luar, tetapi dia memberanikan diri untuk masuk ke dalam dengan penyamaran. Dia memakai topi dan kacamata hitam yang serasi dengan penampilannya. Bahkan dia juga membawa sebuah buku untuk dibaca serta menutupi sebagian wajahnya secara natural.


"Sudah hampir setengah jam aku di sini, tapi masih tak ada tanda-tanda ayah datang. Aku ingat betul wajah simpanan ayah seperti apa, dan dia juga belum tampak. Aku yakin kalau kemarin sekitar pukul 2 siang aku memergoki mereka. Dan sekarang sudah jam 2 siang lewat. Apa jangan-jangan ayah tidak setiap hari bertemu dengan sugar baby-nya?" gumam Sherina dengan kedua mata yang diam-diam melirik ke kanan kiri.


Lonceng berbunyi ketika pintu kafe terbuka. Dan tampaklah seorang pria yang masuk, perhatian Sherina langsung tertuju pada pria itu. Benar adanya jika pria itu adalah Panji. Penantian Sherina kini membuahkan hasil juga.


"Akhirnya ayah datang juga," gumam Sherina dengan seringai licik.


Sherina terus memperhatikan ke mana Panji melangkah. Namun, dia kaget lantaran Panji menuju ke sebuah meja yang sudah dipesan oleh seorang perempuan. Mirip seperti kemarin, perempuan ini juga kelihatannya masih begitu muda seperti seorang pelajar.


"A-apa?!" Sherina terkesiap. Meskipun dia kaget hingga tangannya gemetaran, dia mengendalikan diri dan emosinya untuk tetap terlihat biasa saja.

__ADS_1


Sialan, rupanya ayah tak cuma punya satu sugar baby. Rupanya dia masih punya simpanan yang lain! Aku semakin membencinya, tak peduli sekalipun dia adalah ayahku! Dia benar-benar bajing*n brengs*k! Semua yang dia hamburkan pastilah uang perusahaan! Aku tidak rela perusahaan peninggalan ibu terus berada di tangan orang sehina dirinya.


Sherina mengambil ponselnya. Awalnya dia berlagak membetulkan lipstick dengan berkaca di layar ponselnya, namun, secara diam-diam dia memotret gambar dan merekam video ayahnya.


"Berhasil," gumam Sherina penuh kepuasan. Tugasnya pengintaian hari ini cukup sampai di sini. Dan supaya tak terlihat mencurigakan, dia baru pergi dari kafe setelah Panji dan sugar baby-nya pergi.


Keesokan harinya di jam yang sama, Sherina datang ke kafe dan memesan meja yang sama seperti kemarin. Dan lagi-lagi dia mendapati jika ayahnya juga berkunjung hari ini. Sherina mulai merasa jika ada sesuatu yang tidak beres. Karena sikap panji yang terang-terangan mengencani gadis muda di tempat umum tanpa rasa malu.


"Hmm ...." Sherina mengernyit saat mengawasi setiap tingkah ayahnya dan sugar baby-nya yang baru lagi.


Dan untuk menjauhkan rasa kecurigaan, hari ini Sherina berdandan seperti mahasiswi culun berkacamata. Jika tidak dilihat dengan saksama, maka tidak akan ketahuan jika orang ini adalah Sherina. Keterampilannya dalam make up memang hebat, bahkan berkat keahliannya ini, Sherina mendapatkan julukan sebagai 'Manusia Seribu Wajah' ketika masih kuliah dulu.


Sudah hari ke-3 aku mengawasi ayah. Dan semua sugar baby-nya juga orang-orang yang berbeda. Tapi anehnya, tempat pertemuan mereka tidak berubah. Kalau begini, hanya ada satu kemungkinan. Pemilik atau orang berkuasa di kafe ini pasti kenalan ayah. Jadi, sudah pasti kebusukan ayah tidak akan ketahuan.


Pengintaian Sherina terus berlanjut. Sudah seminggu Sherina melakukan pengintaian, dan hasilnya dia bisa mengetahui kalau ayahnya mempunyai 4 orang sugar baby. Tetapi, hari ini Sherina tak berniat lagi untuk melanjutkan pengintaian. Karena dia sudah mempunyai cukup bukti di tangannya.


Meskipun tidak melakukan pengintaian, hari ini Sherina tetap mengunjungi kafe tersebut. Dia tahu jika hari ini ayahnya akan melakukan pertemuan dengan sugar baby yang pertama kali dia ketahui. Yaitu Kayla.


"Huh, gadis kotor itu masih menunggu kedatangan ayahku! Tapi, tidak akan aku biarkan pertemuan ini berjalan lancar. Kali ini akan ada yang berbeda! Karena hari ini aku akan melabrakmu!" gerutu Sherina dengan seringai sinis.

__ADS_1


__ADS_2