Pengantin Pengganti Penolak Kutukan

Pengantin Pengganti Penolak Kutukan
Membalas Penghinaan


__ADS_3

KLAK!


Pintu mobil Maybach berwarna hitam terbuka. Sang sopir yang membukakan pintu lalu membungkuk hormat seraya berkata, "Silakan, Nyonya."


Lalu turunlah Sherina dari mobil mewah tersebut, kini dia sudah sampai di Hotel Regal, tempat di mana pesta pernikahan Satya dan Sofia dilaksanakan. Dengan berbekal surat undangan, dia diantarkan oleh petugas hotel yang mengarahkan dirinya ke lokasi pesta resepsi.


Pesta pernikahan ini dilakukan secara outdoor, dengan mengusung tema garden party. Taman hotel yang lapang ini telah dihias dengan sedemikian rupa. Dekorasi yang meriah, souvenir yang unik, menu makanan prasmanan yang lezat, iringan musik yang syahdu, serta tamu-tamu yang glamor.


Sherina masih berdiam diri di kejauhan, dia memperhatikan segala hal yang berada di pesta pernikahan mantan suami dengan adik tirinya. Terlebih lagi saat ini cuacanya cerah berawan dengan semilir angin yang sejuk. Seolah-olah semesta juga merestui dan mendukung pernikahan ini.


Sungguh suasana pernikahan yang penuh sukacita, rasa kesal kembali melanda dan memenuhi hati Sherina. Untuk sesaat, dia teringat jika pesta pernikahannya dengan Satya dulu tak semeriah ini. Sekarang dia berpikir jika sejak awal Satya memang hanya ingin memanfaatkan dirinya. Jika saja dia bisa berbuat sesuka hati, sudah pasti dia akan membanting semua kursi, mengubrak-abrik rangkaian bunga dan menghancurkan pesta yang megah ini.


"Heh, ternyata mereka menghamburkan banyak uang demi acara tidak berguna ini." Sherina menyeringai sinis, lantas berjalan maju untuk memasuki area tengah taman. Dia masih memperhatikan Satya dan Sofia yang tampaknya sibuk menyambut para tamu.


Jika saja hatiku sempit, sudah pasti aku akan menganggap bahwa Tuhan tidak adil. Akan tetapi, aku telah diberikan kehidupan kedua untuk menyaksikan ini semua. Kehidupan yang baru ini sama saja dengan kesempatan kedua. Bukan kesempatan untuk kembali terpuruk dan menderita, tapi kesempatan untuk berhenti bersikap bodoh dan membalas semua penghinaan yang kalian berikan!

__ADS_1


Yang satu adalah suami yang telah mengkhianati seluruh kepercayaan dan cintaku, dan yang satunya adalah adik tiri yang sejak awal tak pernah baik padaku. Aku muak melihat kedua orang ini tersenyum bahagia, bisa-bisanya mereka melupakan dosa yang telah mereka perbuat padaku! Mereka berdua telah melakukan kesalahan karena mengundangku, akan aku pastikan mereka menyesal!


Sherina berjalan dengan langkah kaki yang angkuh. Dia lantas mendekati Satya dan Sofia yang kini tampak sedang menjamu seorang tamu.


"Wahh ... selamat atas pernikahan kalian berdua!" celetuk Sherina yang sontak saja membuat semua perhatian tertuju padanya. Fina dan Panji juga memandang ke arahnya, bahkan tamu yang saat ini berbincang dengan Satya segera menepi. Mereka semua menaruh perhatian pada Sherina, karena mereka tahu bahwa Sherina adalah mantan istri dari mempelai pria.


"Kau benar-benar berani datang ke sini? Untuk apa? Jangan kira kau akan disambut dengan baik oleh kami!" ucap Sofia dengan pandangan merendahkan.


"Haha, tentu saja aku berani. Lagi pula aku memang tidak mengharapkan sambutan baik dari kalian. Dan aku minta maaf ... aku tidak bawa uang sumbangan ataupun hadiah pernikahan untuk kalian! Bukan karena aku tak punya uang, tapi karena sebagian hartaku sudah kalian rebut dan nikmati! Aku benar 'kan, Kak Satya?" tanya Sherina dengan alis terangkat sebelah.


"Ckck, mana ada aku berbicara sembarangan. Dasar sepasang pengantin yang tidak tahu malu," cecar Sherina lagi sambil geleng-geleng kepala. Bermaksud menunjukkan di hadapan tamu soal betapa rendahnya Satya dan Sofia.


Sontak saja para tamu yang hadir mulai bergosip. Mereka saling berbisik dan membicarakan soal apa yang dikatakan oleh Sherina. Harga diri Satya dan Sofia sama-sama terancam, tetapi mereka berdua tak mampu untuk membela diri, mereka takut jika mereka berbicara lagi maka itu akan menjadi bumerang bagi mereka.


Sebagai ibu kandung Sofia, Fina merasa sangat marah karena Sherina datang dan mengacaukan hari baik putrinya. Dia yang sudah tidak bisa menahan diri lagi akhirnya maju dan berteriak, "Dasar anak tak punya sopan santun! Bagaimana bisa kau berbuat begini pada adikmu?!"

__ADS_1


Sherina menyeringai, dia merasa geli dengan ucapan ibu tirinya ini. "Sopan santun? Memangnya kau siapa? Punya hak apa kau mengajariku sopan santun? Tanyakan pada putrimu sendiri! Apa sejak awal dia pernah menganggapku sebagai kakaknya?! Didik anakmu sendiri dengan benar, baru setelah itu kau berhak mengkritik diriku!"


"Hahaha, bodohnya aku. Aku lupa kalau kau adalah wanita rendahan. Naik ke ranjang ayahku dan berlagak jadi nyonya menggantikan mendiang ibuku! Memang ya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kalian ibu dan anak, sama-sama wanita rendahan!" hardik Sherina lagi.


"Cukup, Sherina! Berhenti menghinaku dan ibuku! Berhenti menganggap jika kami lebih rendah daripada kau! Kami masih lebih baik darimu!" teriak Sofia yang emosinya mulai tersulut. Sebisa mungkin dia berusaha untuk mengembalikan hinaan yang dia terima.


"Lebih baik? Dilihat dari sisi mana? Bahkan dilihat menggunakan kaca pembesar pun, secuil kebaikan kalian juga tidak kelihatan!" bentak Sherina.


"Hidup kami masih lebih baik dibanding dirimu! Jangan kira dengan punya latar belakang yang bagus, maka kau sudah pantas berlagak hebat! Kau ini perempuan menyedihkan! Aku sama sekali tidak pernah mengundangmu! Yang aku undang adalah orang dari keluarga Bashara!"


"Semua orang memang tahu jika kau masuk ke keluarga Bashara. Tapi kau itu cuma digunakan sebagai tumbal untuk menerima kutukan! Keluarga Bashara sama sekali tidak menganggapmu! Buktinya, sekarang saja kau hadir sendirian. Mana suamimu itu, hah?! Mana?!" tanya Sofia dengan nada menantang.


"...." Sherina terdiam, tidak mungkin baginya untuk mengatakan jika Vicky tidak datang bersama karena lebih peduli pada masalah Cleo.


"Cih, sungguh memalukan melihatmu masih berani bersikap sombong! Diabaikan oleh suami yang baru! Sedangkan suami yang lama, dia lebih mencintaiku!" ucap Sofia yang kemudian merangkul tangan Satya dengan erat.

__ADS_1


"Sherina-Sherina ... dasar wanita yang malang!" Sofia tersenyum puas, dia merasa bangga karena telah memberikan penghinaan setimpal kepada Sherina.


__ADS_2