
Lulu duduk dipinggir ranjang memegang botol yang tadi ia isi dengan air minum. Melihat keluar jendela, terbayang dengan tingkah kakak dan ayahnya tadi.
Padahal mereka sedang bertengkar hebat dimeja makan. Lulu merasa senang jika pertengkaran itu tak berlangsung lama.
Apa orang dewasa seperti itu ya? Mereka berusaha untuk cepat menyelesaikan masalah mereka. Apalagi mereka ayah dan anak. Syukurlah... Aku senang mas Meko sudah berdamai dengan ayah..
Lulu meletakan botol minumya, naik ketempat tidur. Ia melihat Nadifa sekilas. Sahabatnya sedang tidur dengan nyenyak. Ia sedikit tersenyum membelai lengan Nadifa.
Dengan mata yang masih terbuka lulu berbaring memandang langit langit kamarnya. Dan photo photo k-pop kesayangannya.
Matanya mulai terpejam, kantuknya terasa menjalar. Ia merasakan seseorang sedang memeluknya. Perlahan mere..mas ***********. Lulu sudah masuk kealam mimpinya.
Tangan itu menggerayangi tubuh Lulu. Tak luput juga bibir perawan gadis itu seseorang sedang melu..matnya dengan hangat. Lulu yang benar benar tertidur ia tak merasakan apa apa. Atau itu hanya sebuah mimpi baginya.
Tok
Tok
Tok
"Non... Bangun non... Sarapan udah siap."
Mbok En mengetuk pintu kamar Lulu berkali kali. Mbok En merasa ini baru pertama kalinya Lulu seperti ini.
Tok
Tok
Mata lulu mengerjap karna masih merasakan kantuk. Perlahan ia melihat jam dinakasnya. Tubuhnya langsung terduduk.
__ADS_1
Ia melihat Nadifa juga masih terlelap dengan nyenyak.
"Ya mbok.. aku udah bangun."
Mbok En lega setelah mendapat jawaban dari Lulu, ia berjalan kembali kedapur membantu nyonya baru dirumah ini menyiapkan sarapan.
Lulu memegang kedua dadanya yang masih kecil. Entah apa yang ia pikirkan, menatap Nadifa yang tidur membelakanginya.
Apakah aku mimpi ya... dia menyentuh dadaku. Bahkan mencium bibirku... Siapa itu..
"Nad.. ayo bangun.. kita sarapan. Udah bangun telat ini. Mas Meko pasti udah duluan"
Lulu membangunkan sahabat nya. Ia kemudian kekamar mandi. Nadifa menoleh kesamping, ia tersenyum melihat kearah kamar mandi.
Mandi pagi akan menyegarkan tubuh kita .. aah segar sekali..
Tak lama kemudian Lulu keluar dari kamar mandi. Ia memakai pakaiannya. Namun saat menghadap cermin ia sedikit terganggu dengan tanda merah dipangkal dada nya.
"Kamu kenapa Lu?"
Suara Nadifa mengejutkan Lulu. Ia cepat cepat pakai baju nya kembali.
"Tidak apa apa, mandilah.. aku tunggu dibawah"
Lulu mengeringkan rambutnya. Saat Nadifa bangun Lulu membersihkan tempat tidurnya. Ia berjalan keluar menuju ruang makan.
Banyak pertanyaan bergentayangan di kepalanya. Tentang tanda merah yang muncul. Juga dengan mimpi aneh yang ia alami semalam.
"Kenapa Lu?"
__ADS_1
Meko menepuk pundak Lulu dengan pelan hanya untuk mengagetkan adiknya. Karena ia melihat Lulu seperti orang kebingungan pagi ini.
Sofie memperhatikan gadis manis yang sudah duduk disebelah Meko. Tanpa peduli Lulu dan Meko telah menerimanya atau bukan. Ibu sambung mereka memberikan dua piring sarapan dihadapan mereka.
"Makasi bu..." Meko melihat Sofie dan tersenyum padanya.
"Sama sama sayang .."
Hati Sofie sangat senang, penyambutan Meko pagi ini begitu baik. Sangat berbeda saat mereka pertama kali bertemu. Ia menyentuh pundak Meko dengan lembut.
"Makasi tante .."
Lulu bahkan juga mengucapkan terimakasih walaupun dengan memanggilnya tante. Tapi Sofie cukup senang pagi ini.
"Dihabiskan ya sayang .."
Sofie kembali ketempat duduknya. Matanya berbinar binar karena bahagia. Mbok En bisa lihat itu, ia juga ikut tersenyum melihat anggota keluarga majikannya sudah mulai akur.
" Selamat pagi semua.... "
Gantara datang dengan senyuman kehangatan. Meko dan Lulu menyahuti salam Gantara. Sarapan pagi ini sepertinya peluang besar bagi Sofie untuk bisa berdamai dengan anak anak sahabatnya.
"Lulu.. ayah hari ini tidak kerja. Kamu mau pergi kemana? Kita akan pergi bersama." Tawaran Gantara untuk Lulu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung