
"Ada apa Meko?" Tanya Ayah masih tidak sabar setelah mereka duduk diluar ruangan perawatan Lulu.
"Barusan aku tau. Jika Lulu tidak berteman lagi dengan Nadhifa, dan itu sudah lama yah..." Meko berhenti sejenak.
"Kenapa?" Tanya Sofie heran.
"Sejak Lulu tau jika Nadhifa menyukainya... Suka dalam arti lain bund.." Meko memperhatikan kedua orang tuanya.
"Maksudmu bagaimana? Ayah kurang paham." Gantara merasa aneh dengan perkataan Meko. Dan ia memastikan lagi apa yang ada dipikirannya sekarang.
"Nadhifa seorang Lesbian yah .." jawab Meko dengan suara pelan.
"Lesbian? Nadhifa?" Tanya Bunda heran dengan matanya yang besar.
"Benar.... Apa Ayah dan Bunda tidak mendengar ucapan Lulu tadi? Ia tak lagi suka berteman dengan Nadhifa. Dan aku ga mau Lulu berteman dengan golongan kaum nabi Luth bund. Mereka sangat menjijikan." Jelas Meko yang tak ingin adiknya terbawa arus pergaulan yang salah.
Gantara dan Sofie saling melihat, wajah mereka terlihat tegang. Tapi tetap berusaha tenang.
"Sekarang kita fokus ke Adik mu saja ya Meko... Setelah dirumah nanti kita pikirkan sesuatu, jika Nadhifa masih menghubungi Lulu.." jawab Gantara bijak.
"Kamu yang tenang ya Meko..." Sofie memegang lengan putranya. Dan mengajak mereka masuk kedalam ruang perawatan Lulu.
...****...
__ADS_1
Tiga hari berlalu, dan hari ini Lulu sudah diperbolehkan pulang kerumah. Gantara sangat bahagia putri kecilnya sudah ceria seperti sedia kala.
"Mas, apa sebaiknya kita cari sopir aja untuk antar jemput Lulu sekolah? Aku ga ingin kejadian kemaren terulang lagi." Pinta Sofie merapikan baju baju Lulu dikamar anaknya. Sementara Lulu masih duduk diruang keluarga.
"Mas juga berpikiran sama... Kamu yang urus ya? Besok mas mesti keluar kota. Tapi ga nginap..." Ujar Gantara yang sedang duduk diranjang Lulu melihat istrinya merapikan pakaian Lulu.
"Baiklah... Aku yang cari nanti... Kita cari yang berpengalaman dan ahli..." Sofie tersenyum menatap suaminya sekilas.
"Kamu mau makan apa Lu? Mas mau keluar nih.. mau dibeliin apa?" Tanya Meko sambil memakai jaketnya berdiri didepan Lulu.
"Ga ada mas... Aku ingin rebahan aja..." Jawab Lulu yang terlihat mengantuk setelah minum obatnya.
"Kalau berubah pikiran, hubungi mas aja ya .." Lulu mengacungkan jempolnya kearah Meko.
"Mas berangkat ya.. bilangin sama ayah dan Bunda."
"Eh iya Lu... Kamu jangan berhubungan lagi dengan Nadhifa oke?" Pinta Meko pada Lulu. Kemudian melanjutkan langkahnya keluar rumah setelah mendapat anggukan dari Lulu.
W"Pagi mas ..." Sapa Rafka yang sedang memarkirkan motornya di halaman rumahnya.
"Hei... Kenapa baru nongol sekarang? Sudah pulih kamu?" Tanya Meko ramah pada Rafka.
"Alhamdulillah mas .. ini juga baru masuk sekolah hari ini." Jawab Rafka.
__ADS_1
"Raf... Kamu jaga Lulu ya .. jangan sampai ia berteman lagi dengan Lesbian seperti Nadhifa." Kata Meko mendekat pada Rafka.
"Lesbian mas?" Tanya Rafka terkejut.
"Iya.. LGBT... menjijikan bukan? Mas Berangkat ya... Mau jemput Hani dulu." Rafka menyalakan motornya dan melajukan motornya keluar pagar rumahnya.
"Ooo pantes .. saat itu Lulu nanya tentang hal itu.. ternyata tentang Nadhifa..." Gumam Rafka sambil berjalan kedalam rumah.
"Eeeh... Ada nak Rafka..." Sapa Mbok En yang sedang meletakan bubur untuk Lulu.
"Kak Rafka?" Lulu menolehkan kepalanya melihat kedatangan Rafka.
"Hi Lu..." Sapa Rafka dan duduk disofa ruangan keluarga.
Dia terlihat kurus ..
Lulu tersenyum menatap Rafka yang juga tersenyum melihatnya.
"Kamu sudah sembuh?" Tanya Rafka mengeluarkan roti dari dalam tasnya.
.
.
__ADS_1
.