PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Antar jemput setiap hari


__ADS_3

Sebenarnya Lulu sangat paham jika Meko hanya beralasan saja. Hatinya pun senang. Tapi ia tak terlalu memperlihatkan pada Rafka.


"Masa tiba tiba sih mas?" Protes Lulu.


"Baru inget barusan..." Jawab Meko asal.


"Kamu bareng aku aja... Ga bakalan ngebut kok.." imbuh Rafka meyakinkan Lulu.


"Udah ikut aja, Rafka... Kamu izin dulu sama Bunda dan Ayah didalam. Temani lah Lu..."


Meko melajukan motor sport nya keluar dari pagar. Sementara itu Lulu mengikuti Rafka dari belakang untuk menemui orang tuanya.


"Ee.. ada nak Rafka..." Sambut Gantara sebelum Rafka menyapa.


"Assalamualaikum om, tante..." Sapa Rafka ramah sambil menyalami tangan mereka bergantian.


"Waalaikumsalaam..." Jawab mereka serentak sambil menerima salam tangan dari Rafka.


"Aku mau izin ngantar Lulu kesekolah Tante, om.. kebetulan sekolah aku berada disebelahnya. Kebetulan lewat disini.. jadi aku mampir aja."


Lancar sekali dia ngomongnya... batin Sofie


Perkataan Rafka disambut hangat oleh Sofie dan Gantara. Ia memperhatikan pakaian seragam sekolah Rafka yang sudah SMA.


Anak ini sangat sopan... Tak mengapa lah jika Lulu berteman dengan nya.


Gantara membatin sambil melihat kedua anak muda didepannya secara bergantian.


"Wah... Kamu baik sekali Rafka. Gimana dong yah?"


Tanya Sofie menoleh kearah suaminya dan melirik Lulu sekilas. Mereka tau putrinya sangat senang dan mengharapkan dapat izin dari kedua orang tuanya.


"Makasi ya sebelumnya nak Rafka .. tapi... Apa ga merepotkan?" Tanya Gantara sengaja menggoda Lulu.


"Ga kok Om..." Jawab Rafka pasti.

__ADS_1


"Ya udah deh... Tapi kalian jangan ngebut ya. Santai aja bawa motornya ya Rafka. Dijaga putri Om baik baik."


Perkataan Gantara langsung ditanggapi dengan senyuman oleh Rafka dan Lulu.


"Makasi Om... Kalau begitu kami jalan dulu. Assalamualaikum.."


Mereka berjalan keluar pagar rumah Lulu. Dengan wajah merona Lulu mengikuti Rafka dari belakang. Senyuman tak pudar dari bibirnya.


"Ini helmnya..."


Meko memberikan helm untuk Lulu. Kemudian ia memakainya. Dan bersiap duduk diatas motor matic Rafka.


"Makasi kak..." Rafka tersenyum akhirnya Lulu buka suara.


"Untuk apa?" Tanya Rafka sengaja.


"Udah jemput aku..." Jawab Lulu singkat.


"Mulai sekarang... Setiap hari aku akan menjemputmu.."


"Apa tidak merepotkan?" Tanya Lulu memastikan.


"Tentu saja tidak... Justru menyenangkan bagiku.."


Lulu semakin berbunga bunga mendengar ucapan Rafka. Tapi ia tak berharap terlalu banyak pada Rafka, kepastian dari pemuda itu tentang hubungan mereka belum jelas.


Lulu hanya menilai hubungan mereka saat ini sebuah pertemanan saja. Atau Rafka masih melakukan pendekatan pada nya. Entahlah...


Lulu berjibaku dengan pikirannya dibelakang Rafka. Motor itu dilajukan dengan kecepatan standar.


Hingga sampai disekolah semua murid yang sudah datang menoleh kearah mereka. Lulu turun dari motor Rafka dan memberikan helm.


"Apa aku bisa mengantar mu pulang nanti?" Tanya Rafka sambil menggantung helmnya.


"Sepertinya bisa kak.." Lulu langsung menjawab dengan wajah yang berbinar.

__ADS_1


"Baiklah .. tunggu aku disini..." Rafka sumringah.


"Ya kak .." Lulu menjawab dengan senang hati.


"Masuklah... Aku pergi dulu..."


Rafka melambaikan tangannya pada Lulu yang melihat nya pergi. Senyuman terus menemani nya saat ini. Hingga ia tak sadar seseorang sudah berdiri disampingnya.


"Hmmm... Menyenangkan sekali..." Suara Nadifa membuat ia terkejut.


"Benar... Menyenangkan..."


Lulu menggandeng tangan Nadifa dan masuk kedalam pekarangan sekolah.


"Mereka tak berkedip melihat adegan tadi..."


Goda Nadifa sambil menunjuk semua murid yang menatap Lulu.


"Bodo... " Jawab Lulu asal sambil terus memeluk lengan Nadifa.


"Aku cemburu..."


Nadifa menghentikan langkah kakinya, melihat serius kearah Lulu.


"Aku takan selingkuh sayang... Dia hanya teman..."


Lulu berakting seperti disinetron, mereka tertawa dan masuk kedalam kelas.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2