PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Pihak ketiga


__ADS_3

"Mas Meko..!!!"


Lulu datang dengan wajah cemas bersama Rafka. Ia langsung berdiri disamping Meko yang terlihat baik baik saja.


"Lho... Kenapa Hani nangis?" Tanya Lulu heran.


"Dia ga kuat liat mas kesakitan tadi..." Jawab Meko asal.


"Mas Meko sakit apa? Aku jadi cemas. Hampir aja kasih tau Ayah sama Bunda." Lulu memperhatikan Hani yang keluar dari ruangan Meko.


"Mas... Kamu sakit apa?" Tanya Rafka kemudian.


"Cuma kebanyakan makan sambal. Tadi aku makan tahu gejrot." Jelas Meko dengan wajah datar. Menyembunyikan rasa malunya.


"Astagaa... Aku kira mas kenapa kenapa. Trus kenapa Hani bisa nangis gitu?" Tanya Lulu lagi.


"Kan udah aku bilang, dia sedih tadi lihat aku kesakitan. Setelah disuntik Dokter, sakitnya jadi hilang." Jelas Meko untuk kedua kalinya.


"Awas lho ya... Berani macam macam sama Hani. Dia sahabat terbaik aku..." Ancam Lulu dengan tegas.


"Jangan dipelototi gitu donk .. orang lagi sakit ini.." kata Meko memalingkan wajahnya dari Lulu.


Berkat sambal Meko mendapatkan pujaan hatinya. Hari ini begitu indah bagi pasangan Meko dan Hani. Status mereka sudah jelas sebagai pacar.


Mengingat Hani yang masih sangat belia, Meko harus ekstra hati hati dalam bicara maupun bertindak. Karna pemikiran seorang gadis yang masih labil bisa menyebabkan hubungan bubar.


Meko harus mencontohkan perbuatan yang baik, dan bisa menahan diri agar tak kelepasan dengan Hani. Masa masa ini, menuntut Meko untuk lebih mengayomi dan menjaga Hani.


Bukannya jadi musuh dalam selimut, melindungi dari orang lain, tapi malah diri sendiri yang menjerumuskan.


"Mas, kata Dokternya udah boleh pulang." Kata Hani yang memasuki ruangan rawat Meko.


"Bagus kalau gitu... Yuk"

__ADS_1


Meko berdiri, merapikan pakaiannya dan berjalan menghampiri Hani. Ia memeluk pundak Hani dari samping. Dan meninggalkan Lulu dan Rafka.


"Kita malah ditinggal..." Ucap Lulu dengan kesal.


"Sebentar Lu .." cegah Rafka menarik tangannya.


"Apa?" Tanya Lulu.


"Biarkan mereka duluan. Kita akan ikuti saja..." Ajak Rafka keluar dari ruangan.


"Kenapa kak?" Tanya Lulu.


"Kamu ga perhatiin mereka?" Tanya Rafka lagi.


"Ada apa memangnya?"


"Seperti nya mereka benar benar sudah jadian deh... Hari ini Hani terlihat lebih malu malu. Ia menjaga image nya didepan Meko. Kan Perempuan begitu jika sudah suka sama lelaki.


Dan mas Meko terlihat sangat menyayangi nya. Aku lihat tadi, saat mas Meko memandang Hani."


"Mungkinkah, Hani nangis terharu karna pernyataan cinta mas Meko?" Tanya Lulu merasa bisa menyimpulkan pendapat Rafka tadi.


"Bisa jadi... Kamu bisa lihat sendiri mereka."


Rafka juga ikut menggandeng Lulu jalan mengikuti Meko kearah parkiran.


"Jadi sekarang, pegangan tangan sudah termasuk program pacaran kak Rafka?" Tanya Lulu dengan wajah memerah menatap Rafka.


"Selanjutnya, kamu harus membiasakan diri. Jangan memerah seperti ini lagi..." Goda Rafka sambil menyentil hidung Lulu.


"Hanya pegangan tangan... Jangan lebih dari itu." Sahut Lulu dengan wajah senang.


"Betul, karna kita masih remaja... Dan belum pantas untuk lebih dari sekedar pegangan tangan. Ada pihak ketiga nantinya.."

__ADS_1


Semangat Rafka menggoyang kan tangan nya kedepan dan kebelakang. Persis seperti anak TK berjalan.


"Pihak ketiga?" Tanya Lulu bingung.


"Hu um.. pihak ketiga diantara lelaki dan perempuan..." Jawab Rafka sengaja menggantung.


"Perempuan juga donk.." jawab Lulu dengan serius.


"Kalau itu bisa diusir, masih sejenis manusia, dengan sebutan perebut pacar orang." Jawab Rafka senang karna berhasil menbuat Lulu penasaran.


"Lalu apa pihak ketiganya jika bukan manusia?" Tanya Lulu sangat penasaran.


"Syetan, yang menggoda manusia berbuat dosa dan mengerjakan apa yang dilarang Tuhan. Terlebih disaat sepasang anak muda ditempat sepi... Ia merayu untuk melakukan hal hal terlarang."


Penjelasan Rafka akhirnya bisa dimengerti juga oleh Lulu. Rafka termasuk tipe laki laki yang sangat menghargai perempuan. Dan ia selalu menjunjung nilai moral dalam pergaulannya.


Dijaman sekarang pemuda yang mempunyai pemikiran seperti Rafka, bisa dibandingkan dengan 1 berbanding 10. Sangat susah ditemui.


Ilmu dan pelajaran yang diterimanya dari keluarga dan sekolah, benar benar diamalkan salam kehidupan sehari hari. Menjaga perkataan dan prilaku. Nilai plus untuk Rafka yang dibesarkan oleh neneknya saja.


Diluar sana, begitu banyak anggota keluarga, tapi tetap tak bisa mengontrol tingkah laku dan perkataan anak anak muda mereka. Semua serba mengikuti kemajuan zaman dan tak lagi menjunjung tinggi nilai agama dan moral.


"Selama ada Tuhan dihati kita... Syetan takan bisa mengacau ketentuan sang pencipta." Sambung Lulu.


Mereka naik kemobil Rafka dan melajukan mobilnya pulang kerumah.


.


.


.


__ADS_1


Dukung Author dengan memberikan Like, vote, hadiah dan koment menarik Kalian..


Author bukan lah siapa siapa tanpa pembaca setianya...😘😘


__ADS_2