PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Traktiran Bakso


__ADS_3

Lulu melihat kedalam kelas, suasana disana masih nampak lama.


Aduh.. bagaimana ini... Perut ku sangat lapar


Ia bersandar didekat jendela. Memegang perutnya yang lapar. Rafka mendekatinya.


"Lulu temani aku sebentar?" Rafka langsung menarik tangan nya.


"Eh.. mau kemana kak?"


"Udah ikut aja .." Rafka dengan asyik berjalan.


"Ta tapi... Tangan ku" Lulu melihat kearah tangannya yang masih dipegang Rafka.


"Kenapa dengan tangan mu?" Rafka menoleh pada Lulu.


"Biar aku yang pegang sendiri.. hehe"


Lulu mencoba tersenyum melihat Rafka yang tiba tiba berhenti. Ia melihat tangan Lulu dalam genggaman nya. Lantas segera melepaskan.


"Peganglah .."


Ia malah merangkul pundak Lulu dan mengajak berjalan menuju gerbang sekolah.


Aduh .. mending tangan aja dipegang. Pake dirangkul segala ..


Tubuh Lulu kaku seperti robot karna dirangkul oleh Rafka. Ia seperti menahan nafasnya. Karna bahunya pun tegang tak bergerak sejak tadi.


Menyadari hal itu Rafka melepaskan rangkulannya. Dan terus berjalan kedepan. Sedangkan Lulu langsung menghela nafasnya sambil menggerak gerakan bahunya yang tegang.


Rafka menyadari hal itu hanya tersenyum melihat Lulu sekilas menoleh kebelakang.


"Cepatlah... "


"I iya kak"

__ADS_1


Sumpah demi apa... Bisa bisa nya dia merangkul ku. Bikin tegang saja... Kenapa dia malah mendekati ku ya .. jadi bertanya tanya...


"Ga usah gitu juga deh Lu.. aku cuma mau ngajak kamu makan bakso aja kok..."


Deg...


Lulu menghentikan langkahnya. Bingung dengan Rafka yang selalu tau dan bisa menjawab apa yang dia pikirkan.


Benaran ini orang indigo deh... Atau penerawang... Semacam dukun sakti mungkin...


"Iya kak... Maaf" sahut Lulu pelan.


" Kenapa minta maaf?" Tanya Rafka heran.


"Ga apa apa..."


Jawab Lulu cepat mendahului Rafka. Dan langsung duduk dimeja bakso depan sekolahnya.


"Eeh... Ada sieneng... Ketemu lagi. Benaran ternyata sekolah disini. Mau makan bakso ya neng?"


"Ga bang... Mau pesan pecel lele..." Jawab Lulu sambil tersenyum.


Kemudian Rafka datang dan langsung duduk disebelah Lulu.


"Bakso dua ya bang..." Minta Rafka. Pada Bang Mail.


"Kok dua... Kan si mas nya sendirian.." tanya bang Mail bingung.


"Iya... Buat teman saya ini satu..." Jawab Rafka menyentil kening Lulu.


" Jadi temannya .. Tapi katanya sieneng mau pecel lele..."


Jawab bang Mail lagi jujur sambil melap lap meja didepannya. Ia melihat dua orang remaja yang keliatan bingung.


"Coba dijelasin dulu deh... Neng mau makan apa? Nanti saya racik bakso... Ga mau. Kalau si masnya sudah jelas mau makan bakso..."

__ADS_1


Bang Mail ikut duduk didepan mereka menunggu penjelasan Lulu. Tapi Lulu malah tertawa sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Bang.. tadi saya hanya bercanda. Kan bang Mail cuma dagang bakso... Ya jelas saya kesini mau makan bakso yang bang Mail jual. Gituu..."


Jelas Lulu sambil terkekeh. Rafka yang memperhatikan Lulu sejak tadi ikut tersenyum sambil menyentil lagi kening Lulu.


"Aww... Sakit kak.." Lulu mengusap ngusap kepalanya.


"Orang tua juga dikerjain..." Ucap Rafka sambil tertawa.


Apa an dia.. udah berapa kali nyentil kening aku... Tunggu aja nanti ku balas perbuatan mu Thoyib.


"Udah nggak apa-apa kok mas, si neng nya udah biasa bercanda, tadi bang Mail sengaja in aja lanjutin bercandanya, biar fokus gitu .."


jawab bang Mail sambil meracik bakso untuk mereka berdua. Lulu masih mengusap-ngusap keningnya yang disentil oleh Rafka.


"Beneran sakit ya Lu? maaf deh... biar baksonya aku yang traktir kalau gitu, sebagai ganti rugi" imbuh Rafka dengan penuh rasa penyesalan.


"Iya.. nggak masalah kak biasa aja" Lulu Tersenyum melihat Rafka.


"Kalau gitu lagi deh yang tadi kurang"


Goda Rafka sambil berusaha menyentuh kening Lulu yang berusaha menghindar darinya.


Seketika Rafka langsung menghentikan tangannya karena sudah salah sasaran.


Apa itu tadi...?


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2