
Hari yang dinanti kini tiba. Kelulusan Lulu dan teman teman SMP nya. Menerima kenyataan sebagai siswi lulusan terbaik tahun ini. Dengan nilai paling tinggi.
Lulu bahkan bisa memasuki sekolah manapun yang ia sukai. Tapi tetap saja, semenjak hari jadi nya dengan Rafka, Lulu minta sekolah ditempat sang pacar sekolah.
Semua telah disiapkan. Hanya menunggu untuk menginjakan kakinya dihalaman sekolah itu sebagai pelajar siswi disana.
Tentu saja hari hari nya akan selalu dihiasi bumbu cinta, karna akan setiap hari bertemu dengan Rafka. Membayangkan semua itu, seulas senyuman terukir dibibir cantik Lulu.
"Kenapa kamu?" Tanya Meko heran menatap Lulu.
"Biasa aja..." Jawab Lulu merapikan majalah yang telah ia buka tadi.
"Ga sabaran ya buat sekolah lagi? Seragam putih abu abu .." ledek Meko dengan senyuman meledek.
"Ya iyalah mas... Aku ga sabar buat belajar sebagai siswi SMA." Ucapnya semangat.
"Benaran... Cuma itu alasannya?" Goda Meko lagi sambil mendekatkan kepalanya kebahu Lulu.
"Mas .. ih... Sakit tau. Rambut landak mu ga nyaman dikulit..." Lulu segera berdiri sambil mengusap ngusap lengannya.
Malam ini hanya ada mereka dirumah yang ditemani mbok En. Karna Gantara dan Sofie menghadiri jamuan makan malam kerabatnya.
"Sebelum ayah pulang.. enaknya ngapain ya mas? Masih jam tujuh ini..." Lulu duduk kembali disamping Meko yang sedang asik dengan game nya.
"Makan bakso..." Jawab Meko datar.
"Hayuk mas... Aku siap siap ya..." Lulu langsung berdiri dan berlari kekamarnya. Mengambil jaket dan mengganti celananya.
"Adeeh terpaksa deh... Lagian ini mulut ga bisa ngomong tanpa mengeluarkan kata kata yang selalu benar." Ucap Meko yang juga terkekeh sambil berjalan kekamarnya mengambil jaket dan kunci motor.
Mereka berdua keluar dari pekarangan kediaman Gantara. Dan sebelumnya pamit pada mbok En, dan berjanji akan membawakan juga untuk mbok En.
__ADS_1
"Mas... Jangan ngebut ya.. aku ngeri" Lulu berteriak dibelakang Meko yang membawa motornya dengan kecepatan cukup tinggi.
"Iya deh maaf..." Meko langsung memperlambat motornya. Karna takut terjadi apa apa pada Lulu.
"Mas .. siapa itu?" Tunjuk Lulu keseberang jalan berlawanan arah dari mereka.
"Mana mas tau?" Jawab Meko nyengir.
"Seperti Nadhifa lho mas .." jelas Lulu setelah mempertajam penglihatan nya.
"Masa sih? Kenapa dia?" Tanya Meko yang langsung menepikan motornya dan ikut melihat.
"Kita lihatin aja dulu mas..." Bisik Lulu memberi petunjuk.
Mereka berdua melihat Nadhifa yang sedang bertengkar hebat dengan seorang wanita lainnya. Cukup kasar, bahkan saling menampar dan menangis.
Lulu dan Meko memperhatikan sambil memperjelas pendengaran mereka mendengar perkataan dari kedua gadis itu.
"Mas salah... Yang benar itu... Mereka lagi bertengkar..." Jawab Lulu merasa betul dengan tebakan nya.
"Memang, bertengkar karna rebutan cowok." Sarkas Meko yang merasa Lulu mempermainkan ucapannya.
"Mereka itu pacaran mas..." Jelas Lulu sambil menepuk pelan pundak Meko.
"Pa..pacaran?" Ucap Meko tak percaya.
"Mas ga ngeh gitu kenapa aku dan Nadhifa sudah ga pernah bareng lagi?" Tanya Lulu merasa Meko tak memperdulikan pertemanan nya dengan Nadhifa.
"Kenapa emangnya?" Tanya Meko penasaran.
"Karna Nadhifa lesbian. Dan dia nembak aku buat jadi pacarnya." Jelas Lulu pada Meko yang langsung menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Astaga.... Trus kamu terima?" Tanya Meko penasaran.
"Ya ga lah mas... Aku masih normal. Aku masih suka cowok lah. Apalagi seperti Rafka. Nah dia nya marah... Dan kita putus deh sebagai sahabat." Jelas Lulu panjang.
"Mengerikan sekali ternyata." Meko bergidik sambil menaikan kedua bahunya.
"Memang... Aku kasihan sama pilihannya mas, menyalahi kodrat yang telah Tuhan berikan padanya." Ujar Lulu terdengar sedih.
"Kamu yang sabar ya .. semoga Nadhifa dapat hidayah lagi, dan kembali kejalan yang benar."
"Aamiin..."
.
.
.
Hi bebs kuh...
Mohon maaf karna baru bisa up lagi kali ini.
Tetap ikuti cerita Lulu dan keluarga Gantara ya...
Dukung Author dengan Like and komentar menarik kalian...
Salam cintooh...
Calisa Ardi.
__ADS_1