
Ooh .. jadi Rafka yang beli ..
Syukurlah .. sering sering aja... Xixiixix
"Dimakan Rafka, Lulu.. Bunda tinggal dulu..." Sofie langsung berlalu.
"Eh iya tante" jawab Rafka sambil tersenyum.
Mereka sama sama menatap mangkok yang berisi bakso terletak diatas meja. Lidah Lulu sudah tak sabar ingin menikmatinya. Namun ia juga akan merasa malu karna terlalu buru buru memakannya.
Sementara Rafka yang melirik Lulu dari samping bisa mengetahui, bahwa gadis itu sangat ingin menyantap makanan favoritnya.
"Bakso ini terlihat cantik..." Suara Rafka membuat Lulu menoleh padanya.
"Hah?" Lulu spontan mengeluarkan suara.
"Sangat sayang untuk dinikmati." Sambungnya lagi.
"Begitulah..." ucap Lulu menambahkan, yang sebenarnya ia sangat menyesal berkata seperti itu.
"Apa akan bisa kenyang hanya dengan saling memandang??" Tanya Rafka yang menatap Lulu juga menoleh padanya.
"Menurutmu?" Tanya Lulu jengah.
"Kenapa tidak dimakan?" Rafka melempar pertanyaan lagi.
"Ya... Ga kenapa napa..."jawab Lulu asal.
"Baiklah .. kalau begitu aku akan memakannya."
Rafka langsung menggeser mangkok bakso yang sudah tak sabar ingin ia nikmati. Mencoba sedikit kuah originalnya.
"Mmmm... Ini sangat enak." Rafka melirik Lulu yang langsung melihat tingkahnya.
"Benarkah?" Tanya Lulu antusias.
"Kamu ga percaya?" Lulu hanya diam melihat Rafka mencampur bakso dengan sambal dan kecap.
Rafka menyodorkan sendoknya yang berisi sebuah bakso. Tanpa sadar Lulu membuka mulutnya dan bakso berakhir dengan tragis.
__ADS_1
"Mmmm... Benar benar lezat."
Lulu langsung menggeser mangkok bakso kearahnya. Ia menyicip kuah originalnya sebelum mencampurkan sambal dan kecap.
Sedangkan Rafka masih terdiam, ia seakan mematung karna Lulu dengan sigap memakan bakso dari sendoknya.
Apa kah ini benar terjadi?
Mungkin dia tidak sadar karna didepannya ada semangkok bakso yang menggoda.
Tapi sendok ini? Sayang sekali harus dicuci...
Rafka tersenyum sendiri sambil terus melihat sendok dan Lulu secara bergantian.
"Hei... Kenapa baksonya ga dimakan?"
Tanya Lulu dengan mulut berisi pada Rafka yang terlihat tak jelas saat ini.
"Ya.. tentu saja .."
Rafka kembali memakan bakso nya yang sebelum nya ia telah minta maaf pada sendok itu, karna harus menghapus sisa mulut Lulu disana.
Tak berapa lama kedua mangkok itu telah bersih. Menyisakan rasa tak ikhlas dari mangkok itu sendiri.
Entah mengapa?? 🤪 Mungkin Author juga butuh bakso kala ini...
"Kak... Kenapa kesini?"
Tanya Lulu antusias, karna dari tadi tak sabar ingin menanyakan perihal ini saat melihat Rafka dirumahnya.
"Aku kan sudah bilang... Kejutan..."
Jawab Rafka sengaja menggantungkan kalimatnya, memancing pertanyaan dari Lulu.
"Kapan?" Lulu mengernyitkan keningnya.
"Bukankah aku tadi mengirim pesan padamu?" Jelas Rafka dengan senyuman manisnya.
"Benarkah?" Lulu masih bingung dengan pernyataan Rafka.
__ADS_1
Gadis ini sengaja atau memang ia ga tau ya?
Apa dia sedang mengerjaiku?
"Jadi... Apa jawaban mu?" Tanya Rafka tiba tiba.
"Tentang apa?" Lulu sudah mulai sedikit kesal karna Rafka terdengar bertele tele.
"Pertanyaan ku tadi..."
"Rafka .. jangan bertele tele .. selesaikan perkataanmu. Biar aku tau apa maksudmu."
Tegas Lulu dengan nada sedikit ia tahan karna tak ingin orang tua nya mendengar ucapan nya.
"Baiklah .. aku akan pulang saja." Rafka langsung berdiri.
"Hei ..."
"Tante .. aku pamit dulu... Sudah malam."
Rafka langsung berjalan keruang keluarga yang mana ayah dan bunda Lulu disana sedang menikmati acara TV.
"Ya nak Rafka... Hati hati dijalan..." Jawab Gantara.
"Kapan kapan main kesini lagi ya..."
Sambung Meko yang baru datang dari arah dapur. Lulu yang berdiri dibelakang Rafka tampak cemberut pada Meko yang meledeknya.
"Iya mas .. lain kali saya mampir lagi." Jawab Rafka senang.
"Ya udah .. salam buat orang tuanya.." tambah Sofie yang membuat Lulu terbelalak.
Apa maksud Bunda dengan salam itu?
.
.
.
__ADS_1
Bersambung