
"Lu.. aku pengen makan es durian deh... Beli dimana ya? Kangen deh yang segar segar."
Lulu menatap temannya heran. Ia hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus kebukunya.
"Hani.. kamu ngidam?"
Lulu pun masih tak menoleh pada Hani. Namun Hani rupanya sedang bicara dengan menggunakan kode pada Meko.
"Hani..."
Karna tak ada jawaban, Lulu menoleh kearah temannya itu.
"Oh.. ya ampun... Hani.. mas Meko.. apa yang kalian lakukan?" Nada bicaranya semakin tinggi.
"Kami hanya bicara..." Jawab Hani malu malu.
"Begitulah..." Jawab Meko.
"Lebih baik aku kekamar saja..." Ancam Lulu.
"Disini saja... Kalau kamu pergi, dari siapa yang akan mengawasi kita? Nanti syetannya gampang mempengaruhi lho.."
Bujuk Hani mendekatinya. Karna tak mungkin juga Lulu meninggalkan mereka berdua dalam situasi sepi begini.
"Jadi gimana Hani, Kita cari es duriannya yuk... Kamu ikut aja Lu, Kita pakai mobil Bunda." Ajak Meko.
"Jangan mas Meko. Suruh mang Dayat aja kesini. Kasian juga dia sendirian dirumah. Mang Dayat kan ga dekat sama security baru dirumah." Ide Hani.
"Bagus juga idenya. Dari pada mas Meko yang nyetir, bisa bisa ga fokus nanti. Malah nabrak." Ledek Lulu.
Hani segera menghubungi mang Dayat supirnya diminta untuk kerumah Lulu.
Sedang asik merencanakan kepergian mereka bersama sama. Ponsel Lulu berdering.
Kak Rafka?
__ADS_1
"Sebentar aku kekamar dulu ya... Tunggu aku"
Segera Lulu berlari kedalam kamar. Ia mengangkat telepon dari Rafka.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalaam.. Lu..."
"Kak Rafka.. gimana kabarnya?" Tanya Lulu.
"Sangat semangat... karna Aku ada didepan sekarang." Jawab Rafka dengan tersenyum.
"Kamu udah pulang?" Tanya Lulu.
"Lihatlah kedepan..."
Sambungan ponselnya terputus. Lulu langsung berlari keluar. Hani dan Meko yang sedang duduk santai menunggu kedatangan Mang Dayat. Berdiri karna Lulu menerobos mereka.
"Ada apa an dia Han...?" Tanya Meko pada Hani.
Mereka juga mengikuti Lulu yang berlari didepannya. Mereka melihat Lulu berlari hingga gerbang depan. Bahkan pak Kum juga ikut kaget melihat anak majikannya terburu buru.
"Ada apa non?" Tanya pak Kum.
"Buka gerbangnya pak Kum..."
Dengan cepat pak Kum membuka gerbang pagar rumah kediaman Gantara.
Dibalik sana sudah berdiri Rafka dengan tulisan besar dibelakangnya.
"Jadilah pacarku Lulu.."
Tulisan yang dihiasi dengan banyak bunga dan coklat. Rafka sendiri membawa sebuah boneka kelinci besar setinggi satu meter berwarna pink.
Ia tersenyum melihat Lulu dari balik gerbang yang terbuka.
__ADS_1
Rafka...
"Kejutan...." Ucap Rafka saat melihat Lulu.
"Ternyata ada Rafka disana..." Ucap Meko berdiri didekat pos jaga Pak Kum.
"So sweet... Pengen deh ada ngasih kejutan kaya gitu..." Ucap Hani melirik pada Meko. Ia memegang pipinya yang ikut memanas.
"Aku bisa lebih dari itu..." Jawab Meko tiba tiba.
Hani hanya menanggapi dengan malu malu. Ia menggeser berdiri lebih dekat dengan Meko.
"Semangat mas Meko.. aku tunggu .."
Kata kata Hani sukses membuat Meko memerah. Ia jadi salah tingkah. Sampai mengambil daun tanaman disampingnya dan menggigitnya.
"Kamu...?" Tanya Lulu setelah Rafka menghampiri nya.
"Ya... Seperti kata mas Meko.. ga harus nunggu tahun depan. Sekarang lebih tepat." Terang Rafka sembari tersenyum kearah Meko.
Lulu juga ikut menoleh ke arah Meko dengan menyipitkan matanya.
Dasar.. ga bisa dipercaya. Ia mungkin sudah cerita semua pada Rafka. Malu deeh...
Gerutu Lulu dalam hati menatap Meko dengan tajam.
Mati aku...
Batin Meko yang menerima tatapan aneh dari Lulu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung