
Mereka telah kembali kerumah, membawa beberapa bungkus bakso untuk asisten dirumah nya. Mereka menerima dengan senyuman.
"Bunda .. ayah... Mas Meko... Aku kekamar ya..."
Setelah pamit Lulu masuk kekamarnya. Ia merapikan buku buku yang sudah terpakai lagi saat awal sekolah.
Aku harus beli perlengkapan sekolah.. ini sudah mulai habis. Aku hubungi Nadifa saja. .
Panggilan terhubung terdengar suara menyahuti sapaan Lulu.
"Nadifa..." Sapa Lulu
"Lulu... Aku kangen.." teriak nya manja.
"Lebay .. temani aku beli perlengkapan sekolah ya.." ajak Lulu.
"Maaf Lu.. aku ga bisa?" Jawab Nadifa dengan nada sedih.
"Kenapa?" Tanya Lulu gusar
"Karna ini sudah malam... xixixi..." goda Nadifa dari seberang.
"Ya ampun.. Nadifa .. aku mintanya buat besok pagi sayang .." Lulu juga ikut terkekeh dengan candaan Nadifa.
"Iya deh ... Besok kita berangkat jam berapa?" Tanya Nadifa semangat.
"Mmm... Pukul sepuluh aja. Sekalian makan siang ditempat Favorit kita.. udah lama ga kesana.." jawab Lulu.
"Mmm.. kamu mau lihat mas yang ganteng itu lagi ya..?"
Ledek Nadifa, membuat wajah Lulu memerah. Untuk Nadifa sedang tak melihatnya. Kalau tidak Lulu sudah menjadi bulan bulanan sahabatnya itu.
"Kalau iya kenapa?" Dia ikut tertawa.
"Ya ga apa apa sih .. bagus lah..." Jawab Nadifa asal.
"Okeh... Aku tunggu dirumah ya...?"
"Okeh sayang .. see you.."
Lulu mematikan ponselnya. Lalu kembali pada kegiatannya yang memasukan buku buku lama kedalam lemari bagian bawah.
Ia sengaja tak membuangnya. Karna sewaktu waktu diperlukan Lulu bisa langsung mengambilnya disana.
Sebuah notif menyala di ponselnya.
Lulu mengambil ponselnya dan duduk ditepi ranjang.
Nomor baru?
Siapa ini?
Aah... Aku buka saja...
+ 628347788xxxx
π
Hanya sebuah emoticon?
Apa dia menyapa ku?
Aku balas yang sama saja.
Anda
π
Lulu meletakan ponselnya dan kembali menyusun buku buku dibagian bawah lemari.
__ADS_1
Dua notif langsung masuk keponselnya.
+ 628347788xxxx
Lagi ngapain?
Anda
Lagi beres beres..
+ 628347788xxxx
Mau kemana?
Anda
Cuma memindahkan buku yang ga dipakai kelemari bagian bawah.
+ 628347788xxxx
Oh... Syukurlah...
Anda
π
+ 628347788xxxx
Apa kamu suka membaca?
Anda
Ya... Bisa dibilang begitu..
Maaf.. kamu siapa ya?
Lulu membalas chat asyik duduk ditepi ranjang dengan menyilakan kakinya. Ia semakin penasaran siapa yang menyapanya barusan.
+ 628347788xxxx
Aku hanya seorang teman... βΊοΈ
Anda
Apakah kamu tidak mempunyai nama?
+ 628347788xxxx
Menurutmu... Aku lebih bagus dipanggil apa?
"Aneh .. kenapa dia yang bertanya tentang namanya siapa?
Apa saat lahir dia tak diberi nama oleh orang tuanya? Ga mungkin ga ada deh..." gumam Lulu
Anda
Kamu biasa dipanggil apa?
+ 628347788xxxx
Terserah kamu mau panggil aku apa... π€
Anda
ππ€
+ 628347788xxxx
Panggil saja Valdo.. βοΈ
__ADS_1
Anda
Valdo ya... Terasa ga asing.
+ 628347788xxxx
Tentu... Kita kan teman Lulu...
Anda
Benarkah?
Kenapa aku ga ingat?
+ 628347788xxxx
Teman dimasa mendatang...
Anda
Kamu sengaja bertele tele ya..
+ 628347788xxxx
Kamu marah?
Anda
Kenapa marah?
+ 628347788xxxx
Karna aku menganggap mu seorang teman...π
Anda
Tidak... Aku tidak marah.
Kenapa bertanya seperti itu?
+ 628347788xxxx
Apa kamu mau aku jadikan pacar saja? π
Anda
Aku?
Pacar?
Kenal aja enggak... π
+ 628347788xxxx
Jadi kalau sudah kenal... Kamu mau?
"Siapa sih orang yang bernama Valdo ini? Harusnya tak kulayani dia .."
Lulu kembali merapikan bukunya. Meletakkan ponselnya diatas ranjang. Ia mengabaikan notifikasi yang berturut turut masuk keponselnya.
"Apa dia ga ada kerjaan yang lebih penting ya ..? Bisa bisa nya modus sama gadis kecil manis seperti aku ini..."
.
.
.
Bersambung
__ADS_1