PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Calon Pacar Lulu


__ADS_3

"Ada bermacam jalan kehidupan bagi tiap anak cucu adam Lu... Aku juga mengalami hal yang sama dengan mu. Mungkin kamu lebih beruntung..." Rafka menerawang jauh melihat kearah kolam renang.


"Maksud kamu?"


Lulu penasaran dengan ucapan Rafka yang sangat mengharu biru baginya. Terdapat ungkapan kesedihan yang selalu Rafka simpan.


"Ya begitulah... Kamu kehilangan ibumu.. dan masih ada Ayah dan Saudara mu."


Rafka menghentikan perkataannya. Ia menerawang jauh melihat kearah kolam renang.


"Aku masih ga ngerti dengan maksud kak Rafka."


Lulu memandang Rafka yang terlihat sedih. Wajah sendu nya membuat Lulu bisa berpikir jika Rafka pernah mengalami masa susah.


"Ya... Seperti kukatakan tadi. Masih ada keluarga mu. Walaupun ibu mu meninggal.


Ketika aku berumur 5 tahun, ayah dan ibu meninggal saat bertugas diluar kota. Saat itu gempa, dan hotel tempat mereka runtuh.


Mereka tak tertolong karna tertimpa reruntuhan bangunan."


Rafka sengaja tak meneruskan ucapannya. Ia berusaha untuk sekuat mungkin didepan Lulu.


"Maaf kak... Aku ga bermaksud membuat mu mengingat kejadian itu lagi."


Rafka tersenyum memandang Lulu yang turut bersedih mendengar kisah Rafka dan orang tuanya.


"Ga apa apa... Aku senang bisa berbagi cerita dengan mu.


Saat ini aku tinggal dengan nenek ku."


Rafka memetik sebuah bunga dari belakang dia duduk. Dan memberikan pada Lulu.


"Terimakasih.. "


Lulu menerima bunga itu dengan wajah memerah. Ia tersipu malu.


"Cantik..."

__ADS_1


Rafka memandang Lulu dengan wajah berbinar.


"Apa kamu sedang dekat dengan seseorang saat ini?"


Apa maksudnya dengan pertanyaan itu?


"Kan aku cuma dekatnya sama Nad... Eh sama kak Rafka aja. Memangnya kenapa kak?"


Lulu tak melanjutkan mengucapkan nama Nadifa. Ia sangat tak sudi mempunyai sahabat seperti Nadifa. Membayangkan nya saja ia sudah bergidik ngeri.


"Nadifa? Kenapa tak diteruskan?"


Lulu tak menyangka jika Rafka akan bertanya tentang perkataan nya tadi.


"Tidak apa apa..." Jawab Lulu salah tingkah.


"Kamu pernah pacaran ga?" Tanya Rafka sembari mengambil bunga berwarna merah.


"Hmmm... Belum pernah .. kata Ayah... Ga boleh pacaran dulu. Kan masih SMP. Terlalu anak anak..." Jawab Lulu dengan wajah merona.


Apa kak Rafka mau ngajak aku pacaran ya?


Lulu sudah berteriak dalam hatinya. Diam diam ia sering mencuri curi pandang pada Rafka. Dan saat Rafka melihat nya ia langsung memalingkan wajahnya.


"Kalau begitu... Aku akan tunggu jika kamu sudah SMA .." kata Rafka begitu pelan.


Tapi sangat jelas ditelinga Lulu. Ia benar benar senang mendengarnya. Walaupun harus menunggu 1 tahun lagi. Tapi Lulu akan berusaha setia menanti Rafka.


"Huh??"


Mata Lulu membelalak melihat Rafka yang sedang tersenyum padanya.


"Ya... Aku sangat menyukai mu Lu. Tapi aku akan tunggu setahun kemudian. Walaupun itu agak lama. Aku ga ingin merusak aturan Ayah mu."


Benarkah yang aku dengar ini...


Ya Tuhaaan... Akhirnya .. aku ditembak juga.

__ADS_1


"Kak Rafka menyukai ku?" Tanya Lulu tak percaya.


"Sangat menyukai mu .." Rafka mempertegas lagi kosa katanya.


"Huh?"


Lulu terlihat bingung dengan wajahnya yang memerah dan tersipu malu. Ia melihat Rafka yang sudah berdiri dan memanggilnya.


"Ya sudah... Aku harus pulang. Nenek sendirian dirumah. Kapan kapan mainlah kerumah ku..."


Ajak Rafka diiringi oleh Lulu berjalan disampingnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Ia masih memikirkan penembakan yang barusan dilakukan Rafka.


"Bunda... Kak Rafka mau pulang katanya ..."


Lulu memanggil Sofie yang asik nonton TV diruang keluarga dengan Mbok En.


"Ya... " Jawab Sofie memalingkan wajah kearah mereka.


"Tante... Aku balik dulu. Makasi atas makan siangnya." Sungkan Rafka.


Kemudian ia menyalami tangan Sofie dan Mbok En. Lulu mengantar Rafka ke luar rumah. Dan melihat Rafka melajukan motornya keluar gerbang.


"Hati hati dijalan calon pacar ku..." gumam Lulu sambil menutup kembali pintu rumahnya.


Tak hentinya senyuman diwajahnya. Ia terus berjalan masuk kedalam kamar.


"Luku kekamar ya Bund .."


Setelah mendapatkan anggukan dari Sofie. Lulu langsung berlari masuk kekamarnya.


"Ditembak .. untuk tahun depan... Wkwkwkw... Lucu banget dia..."


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2