PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Rafka Revaldo


__ADS_3

26


Lulu masih sibuk membereskan buku bukunya. Ia.masih melirik ponsel yang terletak diatas ranjang mengeluarkan bunyi notifikasi pesan masuk.


Ada perasaan senang dan bangga pada dirinya sendiri, sebagai remaja ia tentu senang jika ada yang mengidolakannya.


Ya seperti saat sekarang ini. Ia tak tau dari mana pemuda yang bernama Valdo itu mendapatkan nomor chatnya.


"Bunyi terus sejak tadi... Apa dia nungguin ya?


Nanti kalau dicuekin.. dikira aku sombong... Tapi kalau diladeni... Murahan ga ya??"


Ia berpikir sendiri berjibaku dengan pikirannya. Begitulah remaja, setelah mereka bertanya kemudian menjawab sendiri pertanyaan itu 😆.


Anggap aja aku kasihan ya...


Jangan mikir yang aneh aneh deh...


+ 628347788xxxx


Lulu...


+ 628347788xxxx


Masih ada disana ga sih?😅


+ 628347788xxxx


Jangan marah donk...


+ 628347788xxxx


Aku bercanda doang...


+ 628347788xxxx


Kalau aku bawain bakso...


Kamu ga marah lagi kan?😉


+ 628347788xxxx


Lulu...

__ADS_1


Nangis nih 😭


+ 628347788xxxx


Sebenarnya .. kamu kenal aku Lu...


+ 628347788xxxx


Kepo ga ya... 🤔


+ 628347788xxxx


Kepo donk... 🤭


+ 628347788xxxx


Balas ya...


Aku mau mandi dulu... ✌️


"Ya ampun...."


Lulu membaca satu persatu chat pendek yang dikirim pemuda itu. Bibirnya tertarik sedikit membacanya.


Ga perlu dibalas. Aku kan ga kepo...


Tapi... Dia kok bisa yakin ya .. kalau aku kenal dia."


Lulu mengulangi membaca chat mereka dari awal. Ia berusaha mencari tau siapa pemuda yang mengaku sebagai Valdo padanya.


Siapa ya Valdo ini... Perasaan aku ga pernah punya teman yang namanya Valdo...


Ga pernah kenal... Jadi aku baru kenal..


Hmmmm ..


Apa jangan jangan dia Rafka? Tapi namanya... Aku ga ingat nama panjang nya..


Lulu membuka pencarian di ponselnya. Ia mencari tau tentang siswa SLTP TRI SAKTI yang lulus dengan hasil terbaik dari yang terbaik.


"Rafka Revaldo...


Hmmm... Jadi dia pakai nama Valdo ya agar aku tak kenal. Dia pikir aku bodoh apa?"

__ADS_1


Masih dengan pikiran mencari tau tentang penelpon misteriusnya. Kepala nya terasa pusing. Karna ia mengingat kejadian memalukan dikedai Bakso bang Mail.


Tak lama merenung dengan beribu pertanyaan dikepalanya. Ponsel Lulu berdering.


"Ini kan nomor tadi. Buat apa dia nelpon. Mandi nya cepat banget. Dasar makhluk aneh.


Yang begini patut dibudidayakan nih."


Kekeh Lulu menatap nomor yang memanggilnya melalu ponsel. Kemudian panggilan itu berhenti.


Lulu meletakan lagi ponselnya diatas meja belajar, ia merasa bahwa Valdo telah menyerah.


Tak lama kemudian nomor Valdo menghubunginya lagi. Lulu menoleh kearah ponselnya dan memejamkan matanya malas.


"Kenapa sih nelpon terus...? Ganggu orang aja."


Lulu memencet tombol merah dilayar ponselnya. Ia kembali ke kegiatannya bersikap tak acuh dengan kabar didalam ponsel. Bahkan ia Sampai mematikan data nya.


Benar saja 30 menit berlalu dengan damai. Akhir mu ya pekerjaan gadis itu selesai. Ia juga menyisihkan barang yang sudah tak dipakai lagi untuk dibakar dihalaman belakang nanti dengan mas Meko nya.


Tok


Tok


"Ya Bund..."


Sahut Lulu saat membuka pintu kamar. Ia melihat Sofie berdiri didepan pintu.


"Sayang... Ada temanmu yang datang. Sekarang lagi dibawah ditemani ngobrol sama Ayah dan Meko. Yuk turun..." Jelas Sofie.


"Ya Bund... Aku ganti baju dulu.. udah bau debu ini." Lulu mengangkat lengannya keatas.


"Kamarnya udah beres?" Tanya Sofie sambil melirik kedalam kamar Lulu.


"Ya udah... bunda tunggu dibawah ya..."


"jangan lama lama kasihan temannya..." goda Sofie


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2