
"Sangat mengejutkan, seorang Nadhifa..." Rafka kembali mengulangi perkataannya. Sambil menggelengkan kepala.
"Kaum nabi Luth..." Rafka menatap Lulu lama.
Ia tak percaya Lulu bisa bersahabat dengan Nadhifa selama itu dan baru mengetahui nya sekarang.
Semoga saja, Lulu ga terpengaruh dengan pergaulan yang bersifat negatif.
Masa sih aku lupa?
Apa Lulu pernah cerita ya...
Kenapa jadi songong gini ya...
"Kak Rafka kenapa liatin aku gitu?" Tanya Lulu yang merasa aneh dengan tatapan Rafka.
"Cantik..." Rafka langsung berdiri untuk pamit pulang. Dengan wajah tersipu malu Lulu berjalan mengikuti Rafka hingga kedepan halamannya.
"Aku pamit ya, bilang sama om dan tante. Sampai jumpa lagi Lu..."
Lulu melambaikan tangannya hingga motor Rafka keluar dari pekarangan rumahnya.
**********
2 tahun kemudian
Hari ini persiapan acara perpisahan sekolah, menjelang mengetahui pengumuman kelulusan mereka.
Lulu semakin cantik dan hubungan nya dengan Rafka cukup baik dan harmonis. Walaupun seringkali ada perbedaan pendapat diantara kedua. Diusia mereka ego sering kali datang menghampiri tanpa mampu berusaha untuk mengalah.
Nadhifa sekarang terlihat lebih senang bermain dengan siswa laki laki. Gaya nya pun semakin terlihat tomboy. Semoga saja apa yang dicemaskan Lulu dan Rafka tidak lagi terjadi.
__ADS_1
Mereka mengadakan sebuah pentas drama, mengangkat kisah tentang hubungan percintaan segitiga. Kisah ini cukup menarik, karna Lulu menjadi pemeran utamanya.
"Lu... Kamu udah hafalkan skrip nya?"
Rafka mendekati Lulu dan duduk disebelahnya.
"Aku capek..." Ia menyenderkan kepalanya ke bahu Rafka. Dengan memukul mukul kertas yang ia gulung ke keningnya.
Rafka tersenyum melihat sekilas kekasihnya lalu melihat lurus kedepan.
"Mulan... Rasa ini seakan mampu ku membagi untuk Mayang... Apakah kau marah?"
Lulu menegakan kepalanya, ia berpikir bahwa Rafka mulai mengajak nya latihan.
"Prabu.. kau masih pertanyakan hati ku yang sekarang seperti teriris pisau yang berlumur jeruk nipis? Kau tau rasanya Prabu.?"
Lulu berdiri, ia berjalan mundur menjauhi Rafka dengan wajah sedih. Dengan tangan didada, seperti benar benar merasakan sakit nya percintaan.
"Rasa cinta ku masih sebesar cahaya matahari hari pada mu Mulan. Dan itu akan selalu ada. Jangan bersedih wahai kekasihku .." Rafka mendekati Lulu. Lulu menghindar saat ia akan meraih tangan Lulu.
"Mulan .. maafkan rasa ini ..."
"Cut .. cut.. cut... Kalian seperti membaca puisi saja." Hanin mendekat dengan membawakan cemilan untuk sahabatnya.
"Aaah... Kamu ganggu ajah" Lulu mengambil sepotong roti berlapis blueberry dan duduk untuk menikmatinya.
"Santai .. makan gih... Nanti kita latihan. Tau ga dengan siapa?"
Lulu dan Rafka terlihat penasaran dengan pelatihnya kali ini. Ia menatap Hanin ingin mendengar sebuah nama.
"Cornelia Aghata..."
__ADS_1
"Kereeeen ... seniman pencinta panggung teater." Jawab Lulu yang mengetahui sedikit siapa Cornelia Aghata. Atau pemeran sarah dalam film Si Doel anak Betawi.
Rafka terlihat sedikit pucat. Ia tak bisa membayangkan aktingnya akan disaksikan langsung oleh artis ternama di negeri ini.
"Kamu kenapa kak?" Hanin melambaikan tangannya kewajah Rafka.
"Ganti aja ya pemeran prianya.."
"Kamu takut ya yang?" Lulu menggodanya dengan tersenyum melihat Rafka.
"Ga nyangka aja Lu..." Rafka mengambil sepotong roti dan mengunyahnya tepat saat ia sedang gugup.
"Pementasan drama kita hanya tinggal 10 hari lagi. Dan pemeran belum bisa menjiwai karakternya dengan kuat. Setidak nya kita beruntung. Karna beliau mau membantu kita berkat seseorang yang baik.
Teman teman... Aku akan berusaha untuk menjadi Mayang yang baik. Aku akan merebut Prabu hingga jatuh kepelukan ku. Lihat saja Mulan... Kau tak mendapatkan bahkan secuil kulit Prabu.." Hanin tersenyum sinis sesuai perannya sebagai valakor.
"Kalian kira aku makanan? Secuil kulit... Kamu terdengar seperti kanibal nin... Iihh .. sereem..."
Rafka berdiri dan berlari meninggalkan kedua sahabat yang sedang tertawa melihat tingkah konyol Rafka.
.
.
.
Lulu hadir lagi. Mohon maaf pembaca setiakuh... karna baru bisa on lagi sekarang. Cukup banyak kesibukan yang menyita waktu dan tak sempat untuk menghalu didalam kisah ini.
Insya Allah, kisah ini akan berlanjut untuk kedepannya.
__ADS_1
calisa ardi
πβΊοΈππ₯°π