PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Rayuan Gombal


__ADS_3

"Hmmm.. mas Meko sama Hani mana?"


Lulu dan Rafka melihat kekiri dan kekanan kedua manusia yang tiba tiba menghilang bagai makhluk astral.


"Ga pamitan juga mau kemana. Dasar aneh..." Lulu mengerutu menyendok es krim kemulutnya.


"Udah biarin aja, mungkin mereka ada keperluan. Waktu nya kita berdua sekarang..."


Rafka menggoda Lulu dengan menaikan alisnya sebelah. Kemudian menunduk menahan senyuman. Melihat Lulu yang mempelototi nya. Namun wajah nya memerah. Ia menyembunyikan rasa malunya dengan bertindak marah pada Rafka.


"Aku ingin pulang..." Lulu turun dari kursinya dan segera berjalan keluar dari tempat itu. .


"Lulu... Tunggu aku." Teriak Rafka memanggilnya. Setelah membayar semua, Rafka bergegas menghampiri Lulu.


Lulu menatapnya yang juga melihat nya berdiri disamping Lulu.


"Kamu kenapa? Aku ada salah ya?" Tanya Rafka dengan hati hati.


"Ga apa apa... Kesal aja sama mas Meko." Jawab Lulu.


"Kok sama aku nya juga jutek gitu?" Rafka menundukkan wajahnya melihat kedepan wajah Lulu.


"Maaf... Tadi aku ga sengaja." Jawab Lulu dengan wajah memerah karna merasa diperhatikan dengan detail.


"Aku lapar... Sebenarnya tadi mau ngajak kamu makan bakso..." Rafka kembali melihat kekiri kekanan lokasi bakso disekitar mereka berdiri.


"Lapar? Kenapa kamu malah makan es krim? Banyak lagi. Rasa durian lagi... Nanti sakit perut lho... Jangan makan bakso ya... Makan nasi aja."


Lulu menoleh kesampingnya menatap Rafka dengan nada yang cemas.


"Oke... Terserah kamu saja..." Jawab Rafka.


"Kalau begitu... Kita ke...."


Lulu melihat kekiri dan kekanan hal serupa yang dilakukan oleh Rafka tadi.


"...sana... Ayo.."


Lulu langsung menarik tangan Rafka dan berjalan ketempat yang ia maksud.

__ADS_1


Pegangan tangan nih?


Ya ampun .. begini ya rasanya...


Rafka mengikuti Lulu berjalan dengan tetap melihat tangannya yang digenggam Lulu. Pandangannya seakan tak mau lepas dari tangan mereka.


Kenapa rasa nya seperti dialiri listrik? Hingga sampai kesini...


Batin Rafka memegang dadanya yang berdetak semakin kencang. Lulu bahkan menggandeng tangan Rafka setelah menyamakan langkahnya.


Mungkin gadis manis itu juga tak sadar akan tingkahnya. Karna berniat untuk mengatasi sakit Yang akan diderita Rafka jika ia tak buru buru makan nasi.


"Kak Rafka duduk disini... Aku akan pesankan makanan."


Lulu langsung berjalan kedepan kasir setelah Rafka duduk ditempat yang ia suruh.


"Hmm... Makan apa ...


Mbak... Pesan satu porsi nasi sama ayam ini ya... Terus... Seporsi bakso." Kata Lulu pada pelayan didepan.


"Atas nama siapa mbak..?" Tanya pelayan itu sambil menulis.


"Ada tambahan minumnya mbak?" Tanya pelayan itu lagi.


"Aku mau teh botol dingin aja dua." Jawab Lulu.


"Oke mbak, silahkan ditunggu... Kami akan segera mengantar." Kata pelayan itu dengan ramah.


Lulu kembali ke meja dimana Rafka menunggu. Ia melihat Rafka yang sedang menunduk.


"Sabar ya... Makanan nya sebentar lagi datang." Kata Lulu yang mengira jika Rafka sangat merasa lapar karna sejak tadi selalu menunduk kebawah.


"Iya... Ga apa apa." Jawab Rafka menoleh sebentar, lalu menunduk lagi.


"Kamu kenapa?" Tanya Lulu yang merasa aneh dengan sikap Rafka.


"Aku gugup..." Jawab Rafka dengan suara pelan.


"Gugup? Kenapa?" Lulu semakin penasaran.

__ADS_1


"Aku hanya sedang berpikir..." Jawabnya yang semakin membuat Lulu penasaran.


"Coba kak Rafka jelaskan..." Lulu sudah terdengar sangat tak sabar.


"Ini..."


Rafka mengeluarkan tangannya dari bawah meja. Lulu menoleh untuk melihat pada tangan yang dimaksud Rafka. Ia sedikit memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti.


"Baru saja.. seorang bidadari menggenggam nya .. aku tak ingin menjadi kotor." Jawab Rafka dengan tersenyum menatap wajah Lulu.


Seketika wajah nya merona. Sudah seperti kepiting direbus. Dadanya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


Rafka tersenyum melihat Lulu yang malu malu. Ia mengusap pucuk kepala Lulu dengan tangan yang ia angkat tadi.


"Dan sentuhan ini kembali lagi pada bidadarinya..." Ujarnya dengan suara berbisik.


Lulu semakin salah tingkah. Kali ini ia kembali menunduk. Hati benar benar berbunga bunga, mendapatkan gombalan hangat dari Rafka.


Dia merayuku... Dengan sebuah gombalan.


Tapi... Kenapa aku sangat senang diperlakukan seperti ini... Aku semakin menyayanginya...


"Satu hal lagi.. kamu jangan bilang sama siapa siapa ya... Kalau bidadari itu pernah menggenggam jemari ku.." bisik Rafka yang semakin membuat Lulu semakin melayang.


Tanpa suara dan jawaban apapun dari Lulu. Ia hanya mengangguk pelan, mengikuti kata kata yang diucapkan Rafka.


.


.


.


Bersambung


Dukung Author dengan memberikan Like vote dan koment menarik kalian ya...


Agar Author lebih semangat lagi dalam menulis karya.


salam cintoooh

__ADS_1


__ADS_2