
"Ya udah .. salam buat orang tuanya.." tambah Sofie yang membuat Lulu terbelalak.
Apa maksudnya dengan salam itu?
Apa mereka saling mengenal?
Jangan jangan mereka bermaksud menjodohkan ku?
Atau memang kami telah dijodohkan?
"Lulu antarkan Rafka kedepan sayang... " Pinta Sofie pada putrinya.
"Ya Bund .." jawab Lulu malas.
"Rafka maaf ya .. Bunda ga bisa antar kedepan." Kata Sofie dengan tersenyum.
"Iya .. ga apa apa tante .." jawab Rafka senang.
"Panggil Bunda aja... Biar samaan dengan Lulu dan Meko." Sofie lagi lagi membuat Rafka senang.
"Udahan belum pamitan nya .. lama deh . Kaya mau nikahan aja."
Lulu mengomeli Rafka yang masih berdiri bicara dengan orang tuanya.
"Eh iya .. assalamualaikum om, tante dan mas Meko ." Pamit Rafka.
"Waalaikumsalaam..." Jawab mereka serentak.
Lulu berjalan mendahului Rafka. Ia membuka pintu dan berniat akan langsung menutup nya setelah Rafka keluar.
"Lulu tunggu ..!"
Gadis itu kembali menoleh kearah Rafka. Ia juga ikut keluar dan berdiri dihalaman.
"Maafkan aku..." Ucap Rafka lirih.
__ADS_1
"Untuk apa?" Tanya Lulu sinis.
"Untuk hari ini... Dan kemaren kemaren..." Jelas Rafka memandang wajah cantik Lulu.
"Lupakan .. aku tak masalah dengan itu lagi. Dan aku akan mengganti nama di kontak kak Rafka..." Jelas Lulu.
"Jadi sekarang kita berteman?"
Rafka sangat berharap bisa dekat dengan gadis itu. Bahkan ia ingin Lulu menjadi pacarnya.
"Baiklah... Kita berteman."
Ia tersenyum melihat Rafka menjabat tangan nya untuk bersalaman.
"Terimakasih... Aku pulang dulu."
Rafka melambaikan tangannya pada Lulu yang sekarang sedang tersenyum padanya.
Lulu memegang dada nya yang terasa aneh saat ini. Bahkan ia baru mengalami hal ini sekarang.
Jantung sehat... Bagus...
Tanpa sadar ia melewati keluarganya yang sedang terpana dengan mulut yang membola melihat Lulu yang tadinya kesal, sekarang bisa gembira seperti ini.
Bahkan mengangkat peralatan kotor bekas makannya dengan Rafka.
"Apa aku sedang bermimpi Yah?" Tanya Meko masih melihat Lulu didapur.
"Ya.. kurasa kita dialam mimpi Lulu. Hahahah"
Gantara tertawa sambil mengusap kepala Meko yang ia lihat terlalu menampakan ekspresi kagetnya.
"Ayah... Jangan begitu. Bagus dia ada perubahan. Berarti Rafka memberi dampak positif bagi Lulu. Bunda semakin suka anak itu."
Sofie kembali menyaksikan acara favoritnya setelah melihat Lulu sekilas.
__ADS_1
"Sudah Meko... Tutup mulut mu. Jangan lebay...
Adikmu perempuan.. tentu harus bisa berbenah dan mencuci piring. Itu kan sangat mudah."
Perkataan Gantara mendapat lirikan dari sipemilik nama Lulu.
Apa mereka membicarakan ku sejak tadi?
Lulu duduk diantara keluarganya. Ikut melihat acara ditelevisi. Bahkan Ia sudah menguap beberapa kali sehingga Gantara menyuruh putrinya untuk segera tidur.
"Tidur kekamar sayang. ."
Gantara membelai rambut Lulu yang sedang bersandar disampingnya.
"Lulu.. aku ga mau menggendong mu lagi. Berat tau. Udah... Pindah kekamar sana."
Imbuh Meko yang geram melihat Lulu tak bergerak sama sekali. Ia mengguncang bahu Lulu.
"Kita telat Meko... Lulu benar benar masuk kealam mimpinya."
Perkataan Gantara membuat mereka semua tertawa. Seperti biasa Meko berlangganan menggendong adiknya kekamar.
"Kamu berat sekali Lulu... "
Namun ia tetap berjalan kekamar Lulu dan membaringkan adiknya dikasur. Juga menyelimutinya.
"Selamat adik mas yang paling cantik... Bahagia selalu ya...."
Meko mengecup kening Lulu. Lalu ia mematikan lampu dan menutup pintu kamar Lulu. Memberi ruang pada Lulu untuk tidur nyenyak hingga pagi.
Namun ada yang tidak tidur ternyata. Ia menahan tawa sambil menutup mulutnya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung