
"Untuk membahas perbuatan kak Rafka tadi ya? trus merasa bersalah, Minta maaf, Bertanggung jawab? Apa benar begitu?"
Tanya Lulu yang terlihat emosi. Suara nya sangat nyaring. Untung saja disekitar mereka masih sepi. Dan bang Mail belum kembali membeli kecap.
Tubuh Rafka seketika mencodong kebelakang saat mendengarkan semua perkataan Lulu yang cepat seperti Rapper.
Dia mau apa lagi? Belum puas setelah memegang dada ku dengan jelas. Dasar mesum. Rasanya aku ingin menendangnya.
Seharusnya dia diam saja agar situasi kembali normal...
Nafas gadis itu terlihat sesak menahan amarah. ia memalingkan wajahnya kearah yang berlawanan.
"Lu... Aku minta maaf ya aku benar-benar tidak sengaja, tadi semua berdiri karena bercanda Lulu."
Rafka berdiri dan meletakkan uang dibawah mangkok bakso. Sedangkan baksonya masih banyak tersisa.
Ia berjalan meninggalkan Lulu seorang diri. Tak lama kemudian bang Mail datang. Ia langsung sibuk dengan pekerjaannya.
"Ya sudah .. jangan dibahas lagi. Aku mau ke kelas!!"
Lulu langsung berdiri tanpa melihat ke belakangnya. Ia tak menyadari jika Rafka tak ada lagi disana. Ia langsung berjalan dari arah yang berlawanan.
"Ada apa ini? Bakso ku masih banyak di mangkoknya. Udah dimakan belum ya?"
Bang Mail geleng geleng kepala melihat tingkah Lulu yang dari tadi bicara sendiri.
__ADS_1
"Dasar bocah... Makanya jangan pacaran pacaran dulu... Selesai in dulu belajar. Nah... Seperti itu .. berantem... Bakso ku terabaikan... Padahal sudah susah payah menghidangkan dengan senyuman. Malah ditinggal seperti ini... Terlaluuu"
Bang Mail mengerutu sendiri. Ia membereskan dua mangkok bakso yang masih penuh ketempat lain. Lalu menutupnya. Berharap mereka berdua akan kembali lagi karna kangen dengan baksonya yang belum jadi masuk ke perut.
"Ternyata ada duit toh? Tapi ini banyak lebihnya. Nanti aja aku beri kembalian."
Dengan langkah sangat kesal Lulu kembali ke kelasnya. Ia bisa menunggu sambil duduk dikursi kayu panjang didepan sekolah.
Kenapa bisa siih...?
Seharusnya kan itu terjadi dimalam pertama ku nanti. Dasar Rafka... Ia merusak semuanya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh..
Ada sedikit pengumuman..
Nah itu kan aku .. ada apa sih... ga jelas deh..
Lulu semakin dibuat kesal oleh orang pemilik suara tersebut. Ia meninjukan kepalan nya diatas kursi kayu yang keras. Ia seperti berubah menjadi siluman rubah yang punya kekuatan. ðŸ¤
Saya... Mohon maaf sebesar besarnya. Saya benar benar tidak sengaja....
Jangan sampai lo sebut Rafka.....
Lulu semakin murka dibuatnya. Ia sudah paham 8ni semua adalah ulah Rafka yang sengaja mempermalukan nya.
__ADS_1
Saya ulangi...
Saya Rafka minta maaf pada Lulu dengan tulus dari hati yang paling dalam. Semoga kamu mau maafin ya Lulu.
Aku ga mau diawal pertemanan kita sudah terlihat jelek dimatamu. Jika kamu maafin aku kamu angkat tangan kanan ku.
Jika kamu masih marah maka teruslah mendengar aku bicara sampai kamu mau memaafkan aku Lulu.
Semua orang sedang melihat Lulu. Wajahnya memerah seketika. Ia berdiri dan berjalan menuju dimana Rafka berada.
Awas lo Rafka .. lo benar benar membuat seisi sekolah ini tau masalah kita... bahkan orang tua dan guru menyimak setiap perkataan lo dengan baik. Gue akan menghanjar lo...!!
Sebagian murid bersorak pada Lulu intuk mau menerima kata maaf Rafka. Mereka memberi semangat dengan terus bertepuk tangan.
Lulu terasa seperti berjalan dikarpet merah penuh dengan sambutan dan lampu kamera yang mengambil gambarnya.
Dia membuka pintu sebuah ruangan dengan langkah tergesa gesa Lulu masuk. Suara Rafka masih terdengar ditelinga nya.
"Apa yang lo lakukan?"
Degh!
.
.
__ADS_1
.
Bersambung