PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Belum pulang


__ADS_3

"Bunda sama Ayah udah pulang kan mbok?" Tanya Lulu duduk dimeja makan.


"Belum.. tadi udah nelpon ke simbok.. katanya nanti malam sampai dirumah." Jelas Mbok En.


"Oo.. mungkin ga enak kali ya mbok cepat cepat pulang.. keluarga masih bersedih."


"Iya mungkin non..." Jawab mbok pendek.


"Ga apa apa deh.. disini kan ada Mbok... Kita udah partner dari dulu... Betul ga?"


Lulu tertawa memandang Mbok En yang sesang membawakan makanan keatas meja.


"So.. pasti dong..." Jawab Mbok En dengan memainkan jarinya. Menirukan gaya rapper.


Setelah makan, Lulu duduk diruang depan dengan pintu rumah yang terbuka lebar. Udara sangat sejuk siang ini. Sepertinya hujan akan turun.


Sesekali Lulu melihat kearah depan, berharap itu Meko yang datang.


Apa aku telpon aja ya...


Kan ga enak.. nanti orang tua Hani nanya sama Mang Dayat. Bisa bisa ia yamg kena marah.


Namun baru saja Lulu mendial nomor Meko. Mang Dayat sudah berdiri didepan pintu.


"Astaga... Mang... Mamang.. ngagetin aja deh.."


Lulu menepuk nepuk dadanya dengan sebelah tangan. Sementara itu ponselnya terjatuh, beruntung masih diatas sofa.


"Maaf neng... Saya mau pamit. Tadi neng Hani sudah telepon. Langsung pulang katanya." Jelas mang Dayat.


"Iya deh mang ga apa apa. Makasi ya udah anterin Lulu."


Mang Dayat pun keluar dari kediaman Gantara.

__ADS_1


Ada ada aja Hani.. kasihan kan Mang Dayat. Jadi nunggu lama. masih lama deh mas Meko pulang..


30 menit kemudian Meko pulang. Lulu yang sedang duduk diruang nonton mendongak kearah ruang depan.


"Mas Meko udah pulang kaya nya mbok.."


"Iya non.. tapi..." Mbok menggantung ucapannya.


"Lulu...." Hani berlari kearah Lulu dan memeluknya.


"Hani? Bukannya diantar mas Meko pulang?" Tanya Lulu penasaran.


"Ga jadi.. tapi sebenarnya jadi sih. Tapi mami sama papi berangkat kejepang . Nenek ku sakit disana. Jadi kesini deh... Sepi disana. Aku tanya sama Mas Meko dibolehin kok..." Panjang penjelasan Hani.


"Ya iyalah dibolehin... Kamu ga ngerti ya..?" Jawab Lulu yang membalas gandengan Hani.


"Ehem..." Meko berdehem, memalingkan wajahnya karna aalah tingkah oleh perkataan Lulu.


"Ham hem hom... Ganti baju gih.. mas bau..tau?"


Tak berapa lama ponselnya berdering. Sedang kan Meko masih berada didalam kamar mandi.


Dan akhirnya sekarang ponsel Lulu yang berdering.


Bunda...


Ia langsung memencet tombol hijau. Panggilan mereka terhubung.


"Assalamualaikum sayang..." Sapa Sofie dibalik teepon.


"Waalaikumsalaam Bunda..." Jawab Lulu.


"Sayang Bunda minta maaf ya.. belum bisa pulang hari ini sayang... Kata Ayah besok sore baru pulang. Kamu ga apa apa kan ditinggal sendiri." Suara Bunda terdengar galau meninggalkan Lulu.

__ADS_1


"Ya Bund... Selesaikan saja dulu masalah disana. Kasihan tante.. ia pasti terpukul dengan kepergian om Gunawan." Balas Lulu.


"Makasi sayang .. nanti Bunda beritahu ayah." Jawab Sofie dengan Nada lega.


"Titip salam buat keluarga disana ya Bund..."


Panggilan telepon diakhiri. Meko yang baru keluar kamar langsung bertanya dengan menaikan dagunya.


"Bunda bilang, belum bisa sekarang pulangnya. Besok sore jadinya..." Jelas Lulu.


"Oo.. tapi udah 4 hari Bunda sama Ayah pergi kok." Jawab Meko berjalan kedapur mengambil air mineral.


"Udah sabar aja... Mas manja banget iih..." Jawab Lulu asal. Ia kembali membaca buku pelajarannya dengan Hani.


"Hani lagi belajar ya?" Tanya Meko genit.


"Iya mas .." jawab Hani.


"Mas Meko ga lihat kita lagi baca buku.. ga komik lhoo!" Lulu mendengus kesal.


"Orang nanya ma Hani kok... Ya kan Hani.." jawab Meko ga kalah dari Lulu.


"Lu.. aku pengen makan es durian deh... Beli dimana ya? Kangen deh yang segar segar."


Lulu menatap temannya heran. Ia hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus kebukunya.


"Hani.. kamu ngidam?"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2