
"Mas, Lulu sama kak Rafka sebentar lagi mau kesini." Kata Hani masuk kedalam ruang perawatan Meko.
Dokter didalam hanya tersenyum melihat sepasang remaja ini. Wajah Meko memerah karena malu.
"Kenapa kamu kasih tau mereka Hani?" Bisik Meko.
Duh... Anak jaman sekarang, udah panggil mas dibalas panggil hunny lagi sama pacar nya. Kalah deh ama aku yang masih jomblo..
Dokter menggeleng kan kepalanya. Melihat tingkah kedua orang didepan nya. Memang salah sangka itu menyakitkan, dan buat hati sakit.ðŸ¤
"Tadi Lulu nelpon mas... Makanya aku bilang aja." Jawab Hani dengan berbisik juga.
"Adek .. perutnya ga apa apa ya. Cuma ga cocok aja makan sambal terlalu banyak. Lain kali biasakan menjaga pola makan nya ya. Apa yang dilarang, jangan dimakan." Jelas Dokter wanita yang membatin jomblo tersebut.
"Jadi mas Meko ga sakit maag parah gitu Dok?" Tanya Hani tiba tiba.
"Ga dek... Masih gejala aja. Dijaga ya pola makannya. Jangan makan telat. Nanti maag nya benar benar datang." Jawab Dokter dengan ramah.
"Ya.. makasi Dokter..." Jawab Meko.
Dokter keluar dari ruang pemeriksaan Meko. Hani terlihat cemberut. Ia duduk disamping tubuh Meko yang terbaring.
"Kamu kenapa? Kok ga senang gitu?" Tanya Meko melihat Hani cemberut.
"Habisnya... Sakit nya mas ga parah.. ga seru." Jawab Hani.
Meko membelalakkan matanya mendengarkan jawaban Hani. Gadis kecil ini malahan ingin dirinya sakit. ðŸ¤
"Apa apaan kamu... Ya baguslah aku ga sakit." Jawab Meko dengan wajah datar.
"Kan kaya di sinetron gtu mas... Hani jagain mas Meko kalau bisa dirawat ya. Nah ini ga... Cuma kebanyakan makan sambal aja ih... Kan ga seru." Jelas Hani tak masuk akal.
Meko malahan tertawa. Ia mendorong lengan Hani dengan pelan. Lalu tertawa lagi.
__ADS_1
"Pengen jadi pacar yang berbakti..? Gitu ya?" Tanya Meko menggoda.
"Nah benar mas.... Eh maksud aku... Bukan kaya gitu. Maksud aku... " Jawab Hani dengan gugup.
"Udah deh... Ga apa apa... Kalau gitu aku bikin lebih parah aja ya.. lain kali aku nabrak truk gitu... Biar masuk ke kolong nya. Kalau gitu kan para tuh? Biar kamu bisa rawat aku disini. Jadi pacar yang berbakti." Ledek Meko.
"Ih... Apa an itu... Nama nya cari mati. Bukan kecelakaan yang aku harapkan... Tapi..." Bantah Hani dengan suara pelan.
"Tapi apa? Pacar ku yang berbakti?" Hoda Meko lagi.
"Pacar apaan? Kamu aja ga pernah nembak aku.." lirih Hani pelan.
Iya sih .. kapan aku nembak dia ya?
Kok udah disebut pacar aja..
Meko menatap Hani yang masih cemberut. Ia menahan gelak. Mencoba untuk mengikuti permainan gadis ini. Mencoba mencari tau apa yang diinginkannya.
"Han... Trus kamu pengen ditembak? Ntar mati lagi.." goda Meko menggenggam tangan Hani.
Sementara Hani masih tertunduk. Ia diam seribu bahasa. Ada perasaan malu dan deg deg an saat Meko bilang dia adalah pacar yang berbakti. Apa lagi digenggam dengan lembut seperti ini.
"Mas sebenarnya hanya menggoda aku? Atau benaran suka sama aku ga sih?" Tanya Hani tiba tiba.
"Kenapa?" Tanya Meko. Ia menggenggam dengan lembut tangan halus Hani.
"Aku ingin tau aja... Mas udah lebih dewasa dari aku. Aku ga mau dianggap main main kayak gini. Bilang aja... Mas anggap aku sebagai apa?" Jelas Hani serius.
Kali ini menatap wajah Meko dengan berani. Mencari tau kebenaran dalam diri lelaki ini. Karna usia mereka yang terpaut lumayan jauh.
"Kamu pengen mas jujur?" Tanya Meko menjawab pertanyaan Hani tadi.
"Mas udah lama kok suka sama kamu. Tapi kamu masih memakai seragam SMP. Mas mau nunggu kamu pakai seragam SMA dulu. Biar ga dianggap jalan sama adek sendiri.
__ADS_1
Mas mau nembak kamu... Tapi kamu sabar ya, mas ada cara lain buat ungkapin perasaan sama kamu. Kalau mas sayang sama Hani."
Penjelasan Meko membuat hati Hani berbunga bunga. Ribuan kupu kupu seperti terbang diperutnya. Itu membuat sangat geli. Wajahnya merona sudah seperti kepiting direbus.
Meko tau jika Hani merasa sangat senang. Ia juga bicara jujur sama Hani tentang perasaannya.
"Tapi kan, mas Meko barusan nembak aku?" Tanya Hani dengan nada malu malu.
"Mmm... Jadi mau jadi pacar aku?" Sambung Meko dengan menggenggam kedua jemari Hani.
Meko menunggu jawaban gadis kecil dihadapannya. Ia ragu jika gadis seusia Hani akan ragu menerima nya yang sudah berusia 20 tahun.
"Ya mau... " Jawab Hani membuat Meko serasa melayang keudara. Pernyataan cinta nya kali ini diterima oleh Hani.
"Hani... Makasi ya udah beri mas kesempatan. Mas akan jaga kamu sampai kita naik kepelaminan. Mas harap Hani juga menjaga hati kamu ya. Walaupun jarak kita yang terpaut jauh.. mas yakin akan menunggu kamu untuk dijadikan istri. Kamu bersedia kan?"
Mata Hani berkaca kaca mendengar ungkapan hati Meko. Akhirnya bulir bening itu terjatuh kebawah. Dengan senyuman ia menganggukan kepalanya. Karna tak bisa lagi bicara, menahan sebak didada.
Meko senang melihat Hani yang mempunyai pikiran lebih dewasa dari Lulu.
Hani menyandarkan kepalanya diatas tangan Meko. Ia menangis terisak terisak.
"Maaf ya .. moment nya dirumah sakit, udah kaya orang sekarat aja." Ucap Meko sambil membelai kepala Hani.
"Ya mas ga apa apa.. Hani akan menunggu hari itu tiba..." Jawan Hani dengan sesegukan.
"Mas Meko..!!!"
.
.
.
__ADS_1
Dukung Author Dengan memberikan Like, hadiah, vote and koment menarik kalian. Aku bukan apa apa tanpa mu mbebs ku tayank...😘