
Hani menunjuk Meko didepan Lulu. Dengan anggukan cepat dan tersenyum. Lulu langsung mengatakan pada Meko.
"Mas... Teman aku Hani... Katanya titip salam..." Bisik Lulu masih didepan Hani.
Deg....
Jantung Hani berdetak kencang melihat Meko tersenyum kearahnya. Ia membalas senyuman Meko dengan senyuman termanisnya.
"Ya... Makasi udah nemani Lulu.. salam nya aku terima..." sapa ramah Meko. Ia mengambil sesuatu diudara didepan Hani lalu menggenggam nya dan memasukan kedalam saku jaket yang ada didada kirinya.
Ya ampun... Tampannya... Walaupun hidung nya ga seperti Kim tae young... Tapi ia lebih menggoda... Karna nyata didepan mata..
Mas Meko... Aku padamu.... Saranghae...
Lulu menepuk lengan Hani karna terlihat sedang tersenyum sendiri memandangi kakaknya.
"Diih... Lulu.. ngagetin aja..." Lirih Hani menatap Lulu.
"Kamunya bengong aja..." Jawab Lulu.
"Mas Meko... Tampan siih..." ucap Hani yang terus terang pada Meko dengan wajah yang memerah.
Mendengar pujian langsung dari mulut Hani, Meko juga ikut salah tingkah. Ia segera turun dari motor dan mengajak Hani naik keatas motornya.
"Lu .. kamu pulang diantar supirnya Hani aja ya .. mas ada keperluan." Kata Meko asal.
Membuat Lulu menganga dengan wajah tak percaya. Ia berteriak memanggil Meko. Namun motornya sudah berlalu dari hadapan Lulu.
__ADS_1
"Yang adiknya siapa sih... Kenapa malah membawa Hani? Dasar aneh..." Gumamnya kesal dengan wajah cemberut.
"Neng .. itu nona muda saya dibawa kemana?" Tanya supir Hani yang tiba tiba mendatangi Lulu.
"Mereka ada keperluan mendadak mang... Mendingan anterin saya ya... Kita tunggu aja dirumah saya. Hani pergi sama kakak saya kok..."
Ajak Lulu menggunakan sedikit kesempatan untuk bisa mengantar nya pulang kerumah tanpa berpanas panasan.
Ia merasa lucu mengingat tingkah Meko dan Hani tadi. Mereka langsung pergi hanya sebuah pujian dari seorang Hani.
Hani memang sangat cantik dibandingkan dengan mantan mas Meko. Ia lebih imut dan sabar. Jauh beda dengan mantan mas Meko yang sangat egois.
Ga apa apa juga sih kalau Hani pacaran sama mas Meko... Ipar sekaligus sahabat... Asik kaya nya tuh ..
Lulu tersenyum sendiri memikirkan kejadian yang belum tentu akan terjadi. Itu hanya sebuah wacananya saja. Dan ia sangat berharap seperti itu.
"Mang... Tunggu disini aja ya. Ada Pak Kum.. kan bisa ngobrol ngobrol. Nanti saya buatkan minum.." jelas Lulu pada Mang Dayat.
"Iya neng .. ga apa apa atuh.. ga usah ngerepotin... Sekalian sama kue nya ya neng .." basa basi mang Dayat yang mengundang tawa pak Kum dan Lulu.
"Beres mang... Saya masuk dulu ya.." jawab Lulu dengan wajah riang.
"Mang Dayat lucu juga ya .. cocok nemanin kang Entis diacara lawakan tuh... Sama sama sundaan kan. Wkwkwkkw"
Ia bergumam sepanjang jalan menuju rumahnya. Dengan tawa menghiasi wajahnya.
"Mbok... Minta tolong suruh bibi buatin kopi susu 2 gelas. Sekalian kue nya ya Mbok... Ada supirnya teman Lulu didepan." Pinta Lulu menggandeng tangan Mbok En yang sudah seperti neneknya sendiri.
__ADS_1
"Di posko ya pak Kum?" Lulu mengangguk menjawab pertanyaan mbok En.
"Mana temannya?" Tanya Mbok En yang melihat Lulu sendirian.
"Dibawa sama mas Meko... " Jawabnya pendek.
"Apa hubungannya sama den Meko?" Mbok En mengernyitkan keningnya merasa heran.
"Tadi mas mau jemput Lulu... Karna satu kata pujian buat mas Meko dari Hani... Ia langsung mengajak Hani naik motornya. Makanya Lulu pulang sama supir Hani... Nanti mereka pulang kesini kok." Jelas Lulu panjang kali lebar.
"Bisa ya begitu...ahahahha" mbok En tertawa lepas. Begitu juga Lulu yang ikut tertawa.
"Aku ganti baju ya mbok.. udah gerah.."
Lulu masuk kedalam kamarnya. Segera masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang gerah dengan siraman air sejuk.
Ia berganti pakaian kemudian turun lagi kebawah. Mencari sosok Sofie yang masih tak terlihat.
"Bunda sama Ayah udah pulang kan mbok?"
.
.
.
Bersambung
__ADS_1