
Tibalah dihari pementasan drama yang sudah dipersiapkan jauh jauh hari oleh siswa siswi ini. Tak luput dari bantuan aktris papan atas yang turut melatih mereka beberapa kali.
"Lu... Itu ada ayah sama Bunda... Mas Meko juga." Hanin terlihat malu saat melihat kekasihnya bersama ayah dan ibu Lulu.
"Iya .. tadi udah ketemu kok. Salting ya... Ketemu camer..." Lulu meledek Hanin yang terlihat memerah.
"Mulan... Jaga Prabu mu... Jika tidak aku akan merebutnya.. hahahha"
Hanin berjalan meninggalkan Lulu bak wayang yang baru dikeluarkan oleh dalang dari panggungnya.
"Haniin... Hanin .. " ia juga kembali kebelakang layar untuk berkumpul bersama teman temannya.
Tema pementasan drama kali ini, mengangkat dari kisah valakor layangan sobek. Mengajarkan pada semua jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milikmu, apalagi itu milik orang lain.
"Teman teman, tetap santai jangan tegang. Bayangkan adegan ini nyata tanpa ada penonton yang membuat kalian gugup. Kita tim dan tim selalu bekerja sama dengan baik .."
Begitu Rafka memberikan arahan, mereka menyatukan satu tangan kedepan dan bersorak keras untuk mengusir rasa gugup yang sejak tadi mampir dan mengelak untuk pergi.
"Marilah kita saksikan .. sebuah drama yang berjudul... Hanya aku pemilik hatimu .."
Semua yang hadir diruangan aula bertepuk tangan dengan meriah. Mereka tak sabar menyaksikan pentas drama yang dilatih langsung oleh aktris papan atas indonesia.
Tak lupa juga sang aktris berperan sebagai ibu dari Mayang, sang valakor.
"Mulan, hari ini aku pulang telat .. kamu jangan tunggu ya."
Rafka yang berperan sebagai Prabu suami Mulan terlihat menyantap sarapan pagi.
"Tapi mas, bukankah kamu janji mau mengantar aku kerumah ibu." Jawab Mulan yang diperankan oleh Lulu.
__ADS_1
"Sayang, aku sangat sibuk belakangan ini. Bisa bisa aku dipecat jika tak menuruti ketentuan kantor. Kamu pesan taxi online saja ya. Dan sampaikan salam ku pada ibu .."
Mulan melepas kepergian suaminya kekantor. Ia kembali berbenah dirumah. Layaknya sebagai seorang istri. Dan riuh tepuk tangan mulai terdengar karna akting Lulu yang sangat apik.
Ponselnya berbunyi dan Mulan atau Lulu mengangkat nya sambil meletakan sapu ditepi dinding.
"Hallo..."
"Hai istri Prabu Dewantara.. atau aku katakan babunya Prabu Dewantara. Hahaha .." suara seorang perempuan terdengar mengejek nya dari seberang ponsel.
"Siapa ini? Kenapa anda menghakimi saya? Dan anda kenal suami saya?" Mulan terlihat panik. Ia duduk dikursi meja makan.
"Aku wanita yang sangat dicintai suamimu, bahkan kami sedang menanti kelahiran anak pertama kami. Tidak seperti kamu yang mandul!"
Tiba tiba Mulan mematikan ponselnya begitu saja.
"Kenapa sayang?" Sang ibu mertua muncul dari kamar yang diperankan oleh Tika, teman sekelas Lulu.
Mulan meninggalkan ibu mertuanya.
" Maafkan mama Mulan, mama tak bisa mencegah Prabu untuk bersama perempuan itu. Orang tua macam apa aku ini."
Tepuk tangan riuh kembali terdengar saat ibu mertua berakting sedih.
Didalam kamar, Mulan terduduk lesu. Ia tak percaya dengan ucapan wanita yang baru saja menghubunginya.
"Aku harus bertanya sendiri pada mas Prabu. Mungkinkah perihal pulang nya yang selalu telat ini, ulah dari perempuan itu?"
Walaupun tengah malam akhirnya Prabu pulang dengan wajah lelah khasnya.
__ADS_1
"Belum tidur kamu?" Tanya nya sambil menyerahkan tas dan jas pada Mulan.
"Ga bisa tidur mas."
"Kenapa?"
"Tadi ada orang iseng nelpon. Dia bilang istri kamu yang sedang hamil."
Mulan berhenti bicara menatap Prabu yang terlihat gugup. Ia bahkan tak menatap Mulan.
"Orang iseng kali..." Jawab Prabu sambil mengganti pakaiannya.
"Awas aja kalau kalau iseng ambil suami aku. Aku bakalan bunuh dia!!"
Suara Mulan tegas dan lantang terdengar ditelinga Prabu. Dan ia hanya menanggapi dengan tersenyum kecut.
Keesokan harinya, Mulan sedang menyapu halaman depan rumahnya. Setelah melepas kepergian Prabu.
Seorang wanita cantik menghampirinya, sambil bertanya.
"Permisi?"
"Ya .. ada yang bisa saya bantu?" Jawab Mulan ramah.
"Benar kah ini kediaman Nyonya Dewantara?"
.
.
__ADS_1
.