
"Ya .. saya sendiri.."
Wanita itu menatap Mulan dari atas hingga bawah. Ia memperhatikan setiap sisi, bagian mana yang membuat Prabu begitu tergila gila pada wanita ini.
Dia adalah Mayang yang diperankan oleh Hanin. Penampilan nya dibuat khas ala ala valakor jaman now.
"Menantu bunda cantik banget.." Sofie menyenggol lengan Meko yang terlihat begitu mengagumi Hanin yang terlihat sangat cantik diatas panggung.
"Aamiin..." Jawab nya tersenyum.
"Anak ini..." Dan Gantara menggelengkan kepalanya melihat tingkah Meko.
"Aku kenapa?" Tanya Meko pura pura tidak tau. Senyuman tampak disudut bibirnya. Dan mereka melanjutkan menyaksikan drama.
"Ternyata begini wanita yang dibanggakan Prabu" gumam Mayang menyelidiki Mulan dari atas hingga bawah.
"Maaf .. saya sedang bicara dengan siapa ya? Dan apa keperluan anda kesini?" Tanya Mulan menatap aneh wanita didepannya.
"Aku wanita yang akan mengambil Prabu dari mu!" Terdengar jelas dan tegas setiap ucapan Mayang.
"Omong kosong!" Jawab Mulan tak kalah tegas.
"Terserah apa katamu... " Mayang menerobos masuk kedalam rumah Mulan. Ia melihat sekeliling setiap sudut ruangan.
"Dan aku ingin tinggal dirumah besar ini. Karna sebentar lagi kami akan mendapatkan keturunan." Mayang menoleh kearah Mulan dan tersenyum sombong.
Deg!
__ADS_1
Jantung Mulan berpacu dengan cepat, amarahnya mulai terlihat. Dadanya begitu sesak dan sakit hatinya seperti terbakar dan menjadi abu.
Dia tetap diam sembari menghubungi Prabu yang katanya akan kembali bekerja lembur.
Dua kali menghubungi nya Mulan hanya menerima pesan dari operator.
"Kemana suami ku?"
Terlihat Mulan berjalan didepan panggung. Ia seperti berpikir sementara itu Mayang terus mengagumi properti didalam rumah Mulan.
"Penonton..." Teriak Mulan menghadap Audiens.
"Ooiikk .." sahut penonton yang masih siswa siswi disana.
"Ada valakor...." Tunjuk Mulan kepada Mayang yang tampak senang senang saja. Ia bahkan tersenyum.
Para guru dan wali murid juga tertawa sembari bertepuk tangan. Melihat Drama yang dibumbui dengan sedikit komedi didalamnya.
"Heh.. kamu!" Mulan berteriak memanggil Mayang. Mereka saling menatap tajam.
"Aku akan mempertahankan apa yang memang itu adalah milikku. Tak ada yang bisa mengambil milikku, Hanya Tuhan yang mampu merubah semuanya.
Jadi jangan berharap jika apa yang kau mau akan terlaksana. Jangan bermimpi! Semua berjalan bukan seperti maumu.. itu takan terjadi." Ucapan lantang dan penegasan dari Mulan membuat Mayang sedikit ciut.
Ponsel Mulan berdering dan ia segera mengangkatnya. Ternyata dari Prabu suaminya. Maka Mulan meminta suami nya untuk pulang sekarang juga. Tanpa aba aba ia memutuskan sambungan ponsel secara sepihak.
Dan tentu itu akan membuat Prabu cemas. Bergegas ia segera keluar dari kantornya dan menuju parkiran. Hatinya tidak tenang.
__ADS_1
"Mulan.... Mulan..." Panggilan dari mertua nya membuatnya meninggalkan Mayang di sana.
"Ada apa ma? Aku baru akan kekamar mama..."
"Ada suara ribut apa diluar? Mama jadi ga bisa memejamkan mata." Jawab Mertuanya .
"Oh... Mertua ku sayang..." Mayang menghampiri ibu Prabu dan segera menyalami dan memeluknya.
Melihat adegan itu Mulan terkejut, mata nya terbelalak dan dada nya begitu terasa panas.
"Em... Mm... Anu. Mulan.... Mama kekamar saja"
Bergegas mertua nya masuk, ia tak ingin Mulan mengetahui bahwa ia mengenal Mayang. Pikiran Mulan seakan akan sedang berpikir keras. Apa hanya dia yang dibodohi dirumah ini?
"Mama mau kemana? Apakah tidak kangen dengan cucu Mama yang ada diperutku? " Ucap Mayang dengan nada sedikit dibuat buat.
Pementasan drama yang diadakan sekolah Lulu sangat berkesan bagi yang menonton nya. Bermakna sangat dalam dan memberikan pelajaran kepada siapa saja.
Hari itu menjadi hari paling membahagiakan bagi semua murid disana.
.
.
.
.
__ADS_1