PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Bertemu jin awewe


__ADS_3

"Pak mampir sebentar ya kesana. Ada yang ingin aku beli." Ucap Nadifa pada sopir nya.


"Ya Non.." jawab supirnya.


Nadifa masuk kedalam gerai makanan yang dimaksudnya. Ia bermaksud membeli bakso, saat menunggu antrian. Nadifa duduk dikursi tunggu. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengotak atiknya.


Merasa bosan, ia melihat ramai nya pengunjung digerai ini. Kemudian memasukan kembali ponselnya kedalam tas.


Matanya tertuju pada seseorang yang sangat ia kenal. Terlihat sedang tersenyum malu malu dengan seorang lelaki didepannya.


Nadifa berdiri dan memperhatikan lebih jelas. Ternyata memang benar itu Lulu dan Rafka.


Ternyata mereka disini juga...


Dan hanya berdua?


Apa mereka pacaran?


Hati nya menjadi sangat sakit. Karna melihat orang yang ia sayangi dekat dengan orang lain. Ia sangat cemburu. Dan bermaksud akan mengganggu kebahagiaan mereka yang sedang terexpose.


"Mbak.. pesanannya sudah jadi.." teriak seorang pelayan.


Nadifa berjalan kedepan dan membayarnya. Kemudian menghampiri Lulu dan Rafka.


"Hai... " Sapa Nadifa dengan ramah.


"Hmmm Nadifa bukan...?" Tanya Rafka ragu.


Sementara Lulu yang sedikit kurang senang melihat kehadiran Nadifa. Ia tak ingin menyapa bahkan menoleh pun tidak.


"Ya kak .. aku Nadifa. Sahabatnya Lulu.." ucap nya memperkenalkan diri.


"Mantan kali..." Jawab Lulu sinis tanpa melihat nya.


Kenapa dengan dua orang yang bersahabat ini. Bukankah mereka sangat dekat. Kenapa Lulu sepertinya tak menyukai Nadifa. Apa mereka sedang bertengkar? Batin Rafka


Rafka mengernyitkan keningnya setelah mendengar ucapan Lulu yang tampak kurang bersahabat.


"Aku hanya mampir menyapa kalian..." Ucap Rafka lagi dengan sopan dan ramah.


"Oh... Kamu membeli bakso juga?" Tanya Rafka melihat bungkusan bakso yang dibawa Nadifa.


"Ya.. karna kita sangat memfavoritkan makanan ini." Jawab Nadifa.

__ADS_1


"Ya kan Lulu?" Tambah Nadifa lagi dengan bertanya pada Lulu.


"Ya.."


Lulu terpaksa menjawab pertanyaan Nadifa walaupun dengan wajah masam. Karna tak ingin terlihat sombong didepan Rafka. Itu bisa merusak reputasinya didepan pacarnya.


"Oh begitu ya... " Rafka terlihat canggung dengan aksi kedua gadis didepannya.


"Ya sudah... Aku pulang duluan ya... Selamat bersenang senang.." ucap Nadifa dengan wajah yang dipaksakan tersenyum.


"Ya.. sampai ketemu lagi." Sahut Rafka dengan nada pelan.


Tentu saja itu hanya sebuah basa basi. Kemudian Rafka melanjutkan makannya yang tertunda. Ia tak ingin bertanya langsung pada Lulu. Memberikan sedikit jeda pada perasaan Lulu yang terlihat kesal pada Nadifa.


Sesekali melihat Lulu yang masih cemberut, suatu hal yang sangat lucu bagi Rafka.


Kenapa dia ga nanya sih?


Malah diliatin aja dari tadi. Kak Rafka ga peka..


Lulu yang awalnya sudah kesal, jadi bertambah kesal karna Rafka yang tak kunjung bertanya padanya.


Apa dia nungguin aku nanya ya?


Biar ga mudah ketebak .. xixixi


Rafka masih melanjutkan menyantap makanan nya. Hingga habis. Ia memperhatikan Lulu juga telah menghabiskan baksonya. Yang tersisa hanya kuah nya saja.


Katanya kesal... Tapi habis juga tuh baksonya.


Rafka kembali menahan senyuman. Dan itu sangat terlihat. Wajahnya nampak memerah. Ia tak tahan lagi dan izin ketoilet. Dalam toilet Rafka benar benar melepaskan gelak tawanya. Mengingat wajah sang pacar.


"Kenapa dia? Masuk kamar kecil malah ketawa terus dari tadi..." Ujar salah satu lelaki didalam toilet.


"Kesambet jin awewe kali didalam..." Jawab lelaki disebelahnya lagi juga ikut tertawa.


"Kalau jin awewe nya seksi... Gue juga mau tuh... Kedalam.. hahaha" mereka berdua ikut tertawa.


Rafka berhenti karena mendengar suara tawa pengunjung toilet. Ia menutup mulutnya dan menyalakan kran air.


Apa tawa ku bisa menular ya... Wkwkwkw..


Dengan wajah datar, Rafka keluar dari toilet dan mencuci tangannya. Matanya sesekali melirik kedua orang lelaki yang menatapnya penuh heran.

__ADS_1


"Maaf mas... Saya mau lewat.." sapa Rafka keluar dari toilet.


"Tuh kan, pasti ada sesuatu dikamar kecil itu.." ujar temannya.


"Ya iyalah ada .. dia baru dari dalam.." jawab temannya asal.


"Apa?" Tanya temannya serius.


"Masuk aja... Siapa tau masih ada sisanya... Ahahahha"


Mereka keluar dari toilet dan masih membahas tentang Rafka yang tiba tiba tertawa.


"Kenapa?" Tanya Lulu yang melihat Rafka sering melihat kebelakangnya.


"Eh .. ga ada. Cuma itu... Mereka berdua. Kamu lihat kan?" Rafka menunjuk kedua orang yang kebetulan lewat tidak jauh didepan mereka.


"Ya... Kenapa?" Tanya Lulu masih memperhatikan kedua lelaki itu.


"Ga tau... Tadi tertawa terus. Sepertinya mereka homo deh..." Jawab Rafka asal, untuk menyamarkan kelakuan nya sendiri.


"Ih.. ngeri..." Lulu terlihat jijik.


Seketika ia mengingat tentang Nadifa yang juga penyuka sesama perempuan.


"Kamu kenapa?" Rafka malah balik bertanya.


"Eem... Kalau cewek suka cewek disebut apa an ya kak?"


.


.


.


Bersambung



Dukung Author dengan Like Vote serta koment menarik kalian ya mbeb...


Sebagai vitamin buat Author agar lebih semangat lagi dalam menulis karya.😘


salam cintoooh

__ADS_1


__ADS_2