
Lulu turun dari motor Meko persis didepan gerbang sekolahnya. Ia melambaikan tangan pada Meko saat melajukan motornya.
Ia masuk kepekarangan sekolah dan berbelok kearah kelasnya. Namun ia ditabrak oleh seseorang yang terlihat buru buru.
Nadifa?
Lulu melihat mantan sahabatnya itu sekilas. Nadifa buru buru membereskan buku buku yang terjatuh.
"Lulu..."
Saat Nadifa sudah berdiri ia menyapa Lulu. Masih sama dengan senyuman manisnya dulu. Sayang sekali ternyata Nadifa pecinta perempuan juga. Ia sama sekali tak tertarik pada seorang lelaki.
"Aku duluan..."
Lulu segera berlari untuk masuk kekelasnya. Beruntung mereka tak satu kelas.
Nadifa... Andai kamu normal seperti aku.. mungkin persahabatan kita akan lebih lama dari ini.
Kau bahkan telah menjamah ku saat tidur dirumah. Dan aku tak bisa lagi berdekatan dengan orang yang telah menyalahi kodratnya.
Lulu menelan salivanya membayangkan apa yang telah diperbuat Nadifa padanya malam itu. Ia bergidik ngeri.
"Kenapa kamu?" Tanya Hani, sahabat baru Lulu dikelas ini.
Mereka memang sempat dekat saat kelas 7, namun Hani pindah sementara ke luar negri ikut orang tua. Dan dikelas 9 ini ia sudah kembali belajar di SMP TRI SAKTI.
__ADS_1
"Ga kenapa Han... Tadi cuma disenggol hantu .." jawabnya asal.
"Ih.. ngeri deh... Masa iya... Makhluk tak kasat mata bisa nyenggol kamu. Kalau kata orang tua tua dulu... Bisa kesambet lho. Paling ga nanti kamu sakit. Lebih baik kamu berobat kedukun deh... Atau di Ruqyah aja, jangan kedukun deh... Syirik."
Terang Hani panjang kali lebar. Lulu malah cuek sambil menggeleng kan kepalanya. Beginilah tipe Hani, sesuatu yang pendek bisa dijelas kan dengan panjang.
"Hani hani... Percuma aja tinggal diluar negeri kalau pemikiran kamu masih primitif... Wkwkwkwk"
Hani memukul Lulu dengan buku yang sedang ia baca.
"Dikasi tau ga percaya...nanti Kualat lho.." sumpahnya pada Lulu.
"Yang ada itu... Kuala lumpur... Bukannya kualat. Koala sekalian... Diternakin biar bisa dijual..." Sanggah Lulu.
"Sekalian deh .. kalau mau beternak... Cape saya..."
Lulu sudah melupakan aku sekarang. Ia sudah mempunyai sahabat baru. Dan meninggalkan aku.
Aku akan mendekati dia lagi. Dengan cara ku...
Dia berbalik kekelasnya. Lulu terlihat memperhatikan bayangan seorang yang sedang mengintainya dari balik pintu. Dia tau bahwa itu Nadifa. Sahabat masa kecilnya yang sangat mencintai nya setelah remaja. Dan itu sangat tak pantas.
Tuhan telah menciptakan segala sesuatunya berpasang pasangan. Atas dasar apa manusia berhak menentukan jalan hidup sendiri.
Dan itu hanya akan mendatangkan mudharat dan dosa besar. Lebih baik sebagai hasil ciptaannya berjalan lah sesuai jalannya. Jangan membuat sendiri aturan aturan yang tak jelas dan tak masuk akal.
__ADS_1
Pelajaran telah selesai. Saat ini Lulu sedang duduk dikantin seorang diri makan bakso bang Mail favoritnya.
Berkat bantuan Lulu dan beberapa murid, bang Mail dapat berjualan langsung didalam kantin yang ia sewa dengan harga yang murah.
Dan Lulu bisa makan sepuasnya, asal itu masih sesuai dengan kantongnya.
"Hei... Lo!"
Gertak seorang gadis yang terlihat tomboy tengah membentak Lulu.
"Ada apa?" Sahut Lulu santai.
"Jangan deketin pacar gue!" Katanya dengan menaikan dagu keatas.
"Apaan sih .. orang aku udah punya pacar. Ngapain godain pacar orang. Lagian lo bisa nanyakan baik baik... Mau dikeluarkan dari kantin ini.?" Ancam Lulu.
"Siapa lo? Mang nya ini sekolahan punya bapak lo."
Maki gadis tomboy lagi.
"Emang iya... Punya bapak gue. Masalah buat lo?"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung