
"Jadi gini Bund... Aku lapar, trus makan bakso nya bang Mail. Dia juga ngikutin aku.. pake rangkul rangkul segala. Pertama.. aku udah ga senang tingkahnya.
Trus..nungguin bakso dia malah bercandain aku... Dan ..."
Lulu langsung terdiam, ia merasa sungkan untuk lebih panjang lagi cerita dengan Sofie.
"Dan....?" Sofie semakin penasaran.
Lulu menatap Sofie dengan wajah yang memerah. Ia menunduk malu untuk cerita lebih lanjut pada Sofie.
"Sayang ..." Sofie masih menunggu.
Tiba tiba Lulu berbisik pada Sofie, padahal hanya ada mereka berdua disana.
"Dia tak sengaja menyentuh area sensitifku..." Jelas Lulu berbisik.
"Apa?" Sofie benar benar kaget. Ia langsung melihat kebagian bawah putrinya.
"Bunda .. bukan yang Disana... Tapi disini..."
Lulu menunjuk dadanya lalu menunduk kembali. Ia sangat malu memberitahu ini pada Sofie.
"Sayang.. bukankah itu hanya ketidak sengajaan bukan?" Tanya Sofie tersenyum pada Lulu.
"Benar Bunda .." Lulu mengangkat kepalanya dan masuk dalam dekapan Sofie.
"Tidak apa apa... Kan tadi katanya Rafka hanya berniat bercanda. Jadi dia tak sengaja melakukannya. Lagi pula... Ini juga tidak akan rusak. Benar kan?"
Lulu merasa lega setelah mendengar wejangan dari Sofie. Ia tak perlu khawatir lagi.
__ADS_1
"Masalah sudah selesai... Sekarang Bunda mau mengajak kamu kesuatu tempat favorit Bunda. Mau ikut?" Ajak Sofie.
"Kemana Bund?" Lulu terlihat bersemangat.
"Ayo kamu siap siap... Nanti juga bakalan tau. Bunda tunggu didepan ya."
Sofie berjalan keluar Lulu dan menutup kembali pintunya. Lulu bingung sejenak lalu tiba tiba bergegas kekamar mandi.
Saat ini ia telah siap memakai pakaian santai ala anak muda jaman now.
Ternyata memiliki ibu pengganti tidak begitu buruk. Aku jadi ada teman curhat. Bunda Sofie ternyata sangat perhatian. Sama dengan Bunda ku yang ada disyurga..
Walaupun hanya seorang ibu pengganti tapi .. hati mereka sama sama baik dan lembut. Aku suka.
Lulu segera menemui Sofie didepan ruang tamu. Disana sudah ada Meko dan Gantara yang menunggu Lulu berdiri dihalaman.
"Ayo... Semua sudah siap? Kita berangkat..."
"Aku kira hanya berdua dengan Bunda saja... ðŸ¤"
Lulu menyikut lengan Meko yang duduk disampingnya.
"Kamu .. apaan sih. Sakit tau..." Meko kelihatan membalas adiknya.
"Ga lah sayang... Kita perginya bareng bareng... Kamu pasti suka. Sikutnya jangan sering nempel dilengan... Nanti bisa biru biru .. sakit lho"
Ujar Sofie tersenyum melihat kebelakang tempat Lulu dan Meko duduk sambil saling sikut.
"Kalian sudah besar ini.. masih aja bercandaan... 😆" Gantara tertawa menatap putra putrinya dari spion mobil.
__ADS_1
"Maaf Ayah... Lulu sengaja kok 😆"
Gadis ini tertawa terbahak bahak. Sebenar mya dalam hati ia sangat menyayangi kakaknya. Meko selalu membantunya dalam keadaan susah saat Ayah mereka tak peduli pada mereka.
Karna teguran Gantara Lulu lantas menggandeng tangan Meko dan menempelkan kepalanya ke bahu Meko.
"Mas Meko... Jangan marah ya... " Dengan wajah puppy eyes.
Meko memalingkan wajahnya dan menatap Lulu dengan menjulurkan lidah nya pada Lulu. Kemudian ia tertawa dan mengecup kening adik satu satunya.
"Naah gitu donk... "
Ternyata Gantara memperhatikan dari depan. Ia menoleh kearah Sofie yang juga melihat kebelakang.
"Sampai... Ayo turun"
Mereka turun disebuah pondok bakso terenak disana. Wajah Lulu langsung berbinar saat keluar dari mobil. Ia menepuk nepuk tangan nya karna kegirangan.
"Asyik .. aku udah lama pengen kesini lho Bund... Tapi ga ada yang nemani. Karna jauh juga..."
Lulu menghampiri Sofie yang tersenyum mendengarnya bicara.
"Ini tempat favorit Bunda dengan Ayudia... Kami biasa duduk.... Aa disana! Ayo kesana...kebetulan masih kosong"
.
.
.
__ADS_1
Bersambung