PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Digrebek mantan


__ADS_3

Setelah sang juara dari kelas masing masing selesai diumumkan dan diberikan penghargaan, mereka kembali masuk ke kelas masing masing. Guna menerima Raport dan hanya orang tua yang menerimanya.


Lulu dan Nadifa berdiri didepan kelasnya menunggu kedatangan Ayah dan Bundanya.


"Itu mereka Lu... Aku nyusul mami ke kelas ya... Sampai jumpa lagi."


Lulu berlari kecil menghampiri orang tuanya. Dia langsung memeluk Gantara. Kemudian juga memeluk Sofie.


"Anak ayah memang pintar... Selamat ya sayang." Gantara mendaratkan sebuah kecupan dikepala Lulu sebagai hadiah.


"Makasi Yah .."


"Sayang... Bunda bangga sama kamu... Tingkatkan lagi untuk yang terbaik.."


"Makasi bunda.."


Lulu memeluk Sofie dan mengantar mereka masuk kedalam kelasnya.


"Ini kelasku... Ayah sama Bunda duduk disini ya. Sebentar lagi guru kelas ku masuk. Oh ya .. namanya buk Dewi. Aku tunggu di taman ya..."


Lulu mengambil tas sekolahnya dan keluar melangkahkan kakinya dengan perasaan yang bahagia, kebahagian yang double. Karna kedua orang tua nya datang disaat hari terbaiknya disekolah.


"Eeh... Lo yang tadi dilapangan ya?"


Tiga orang siswi menghampiri Lulu yang sedang duduk sendirian di kursi taman sekolah.

__ADS_1


Ia melihat dengan jelas wajah ketiga nya secara bergantian.


"Mmm .. ternyata lo yang punya mata minus itu ya ..


Kenapa mencari gue?"


"Hei... Jaga mulut lo ..!" Salah seorang dari mereka menunjuk Lulu dengan wajah sangat jutek.


"Kalau ga ada kepentingan silahkan pergi. Jangan rusak hari kebahagiaan gue."


Lulu kembali ke buku yang ia baca tadi. Sebuah cerita menarik mengenai sejarah indonesia.


"Hei lo ..!"


Salah seorang siswi itu menarik buku Lulu hingga terbelah menjadi dua bagian. Ia berdiri lagi mendorong dada siswi yang kasar itu.


Lulu berteriak kearah nya. Sehingga murid yang berada dekat disana menghampiri mereka. Penasaran dengan apa yang tengah terjadi.


"Itu hukuman untuk mu karna sudah bersikap kurang ajar padaku. Ayo kita pergi..." Siswi itu pun berlalu tanpa ada rasa bersalah.


"Hei .. kalian tunggu dulu..."


Terdengar suara seorang cowok dari arah belakang Lulu. Ia menghampiri siswi yang berbuat kasar pada Lulu.


"E eh .. Rafka tuh... Mampus lu Mel..." Mereka bisik bisik kepada teman satunya.

__ADS_1


"Dia ga bakalan marahan gue .." siswi yang dipanggil Mel itu merasa tak takut dengan ucapan temannya.


"Rafka .. sayang kamu disini .."


Mela mendekati Rafka dan langsung menggandeng tangan Rafka. Tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Sementara Lulu mulai berpikir jika mereka memang pacaran. Soalnya Rafka tak melepaskan tangannya yang digandeng siswi itu.


"Lo ga usah kepedean deh .. lepasin aah..." Rafka menjaga jaraknya dari Mela.


"Sayang.. kamu kok gitu sih?" Mela memonyongkan kan bibirnya manja melihat Rafka.


"Apaan sayang sayang .. kita udah lama putus ya... Lagian lo ga pernah berubah Mel... Nyesel gue pernah pacaran ama lo. Ngapain lo ganggu anak kelas dua?"


Rafka memangku kedua tangan nya didepan dada menatap tajam Mela yang sudah ketauan. Ia mengambil buku yang terbelah daei tangan Lulu lalu memperlihatkan nya kedepan Mela.


"Ini buku pelajaran Mel... Mending lo ganti ini buku. Udah mau SMA juga... Tinggalin kenangan yang baik disekolah lo... Jangan kayak preman..."


"Iya besok aku bawa gantinya. Dirumah masih banyak tuh .. sekalian buku kelas selanjutnya hue bawain semua buat dia..."


Mela melototi Lulu. Dengan wajah yang menahan marah. Lulu memperhatikan seraya tersenyum tipis.


Hehehe .. mampus lo... udah minim akhlak, Digrebek dah ama mantan


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2