PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Ketinggalan


__ADS_3

Meko dan kedua orang tuanya berlarian dilorong rumah sakit. Sekilas ia melihat Nadhifa keluar dari sebuah ruangan.


"Nad... Nadhifa.!" Panggil Meko berlari menghampiri sahabat adiknya itu.


"Mas Meko..." Sapa Nadhifa sambil tersenyum.


"Lulu?" Meko bingung harus bertanya apa. Ia sangat cemas dengan keadaan adiknya.


"Ada didalam... Masuklah. Om tante... Aku mau ambil obat Lulu bentar ya..." Nadhifa segera berlalu dari hadapan mereka.


Sofie dan Gantara mengikuti Meko masuk keruangan perawatan Lulu. Dilihatnya Lulu masih terbaring lemah. Kaki nya terlihat sedikit bengkak.


"Sayang..." Sofie mengecup kening Lulu yang berkeringat. Lalu mengambil tisu dan mengelapnya.


"Nadhifa... Lulu tadi kenapa sayang?" Tanya Gantara setelah melihat Nadhifa masuk kembali keruangan perawatan Lulu dengan kresek berisi obat.


"Aku ga sengaja tadi lihat Lulu lagi berdiri dibawah pohon. Ga tau nya kecapean karna jalan kaki dari sekolahan. Aku tawarin antar pulang aja, didalam mobil ga tau nya badan Lulu udah panas banget. Trus mengigau ga jelas. Aku langsung bawa kesini aja om... Tante." Jelas Nadhifa panjang lebar.


"Makasi ya nak, udah bantuin Lulu." Sofie mengelus lengan Nadhifa dengan ucapan terima kasihnya.


"Kenapa dia ga telepon aku ya bund?" Tanya Meko heran menatap adiknya yang masih tertidur.

__ADS_1


"Mungkin ga mau ganggu kamu Meko..." jawab Gantara.


"Lulu demam tinggi tadi diperiksa om tante, dia kelelahan jalan kaki, dan kakinya sedikit bengkak..." Sambung Nadhifa meneruskan kalimatnya.


"Rafka juga ga jemput Lulu ya..." Gumam Sofie mengelus rambut Lulu.


Mata gadis itu terbuka pelan. Ia melihat sudah ada kedua orang tua dan kakaknya. Lulu memberikan tersenyum yang dipaksakan.


"Sayang .. kamu udah bangun nak.." Sofie membantu Lulu yang mencoba untuk menegakan tubuhnya mencoba sedikit bersandar.


"Maaf merepotkan kamu ya Nad.." basa basi Lulu.


"Aku senang kok, santai ajah. Dan ini obat kamu Lu, udah aku tebus tadi. Kamu cepat sembuh ya. Aku mau pulang duluan. Kabari aku perkembangan nya." Nadhifa menyalami kedua orang tua Lulu dan juga menyalami Meko.


"Teman kamu yang mana? bunda kok belum kenal." Tanya Sofie penasaran.


"Masa sih bund... Ado kok kenal... Itu yg pertama jumpa dirumah. Kan Nadhifa nginap sekamar Lulu." Jelas Gantara.


"Aduuh... Benaran lupa Bunda nya..." Sofie menepuk jidatnya berkali kali.


"Ga apa apa Bund, Lulu memang udah jarang main sama Nadhifa lagi kok... Mungkin karna satu kali pertemuan. Maklumkan bunda lupa ..." Sofie tersenyum mendengar putrinya bicara.

__ADS_1


Udah jarang berteman, karna dia penyuka sesama jenis Bund... Aku ga mau terbawa bawa kepribadiannya yang lain. Aku cukup menjadi aku yang terlahir sebagai perempuan, dan perempuan ditakdir kan bersama seorang lelaki. Allah menciptakan makhluknya berpasang pasangan .. dan aku rela ga berteman dengan orang yang telah lancang menyalahi ketentuan Allah ..


Lulu membatin didepan keluarganya yang saat ini sedang sibuk mengurus kepindahannya kekamar ruang inap. Gantara tidak ingin anaknya berlama lama sakit.


"Mas Meko... Hani mana?" Tanya Lulu pada Meko yang menemaninya diruang inap Lulu. Karna Gantara dan Sofie keluar untuk mengurus administrasi Lulu.


"Ga tau... Dari kemaren dihubungi ga bisa bisa... Mungkin belum balik." Jawab Meko mengetes lagi panggilan untuk Hani.


"Oh .. mungkin masih dikampung ibunya .. katanya sih memang susah jaringan telepon disana." Perkiraan Lulu berdasarkan cerita yang pernah Hani ceritakan padanya.


"Kamu kenapa ga hubungi mas aja tadi pulang sekolah .. kegiatan mas bisa ditinggal kok sebentar." Tegur Meko berdiri disampingnya Lulu yang sedang duduk.


"Ponsel sama dompetku ketinggalan tadi .." jawab Lulu lirih.


"Apa?"


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2