
Benar saja, siang ini Lulu berdiri didepan gerbang sekolah menunggu Rafka menjemputnya. Perutnya sudah berdendang sejak tadi. Dan yang ditunggu tak kunjung datang.
"Lagi nungguin siapa Lu?" Tanya Nadifa yang tiba tiba sudah berdiri disampingnya.
"Kak Rafka... Aku mau pulang bareng" jawab Lulu dengan senyuman pada temannya.
"Makin dekat aja kamu sama dia .." kata Nadifa.
"Ya.. kami hanya berteman kok..." Jawab Lulu ga enak hati.
"Pantesan kamu ga ngajak aku pulang bareng. Biasanya juga kita makan bakso dulu..."
Wajah Nadifa sedikit cemberut. Lulu melihat Nadifa yang merasa terabaikan sejak kedekatannya dengan Rafka.
"Teman ku ternyata cemburu ya .."
Lulu menggandeng tangan Nadifa yang terlihat cemberut.
"Nad... Kamu kenapa sih...? Kan wajar juga aku dekat seorang lelaki... Syukur syukur dijadiin pacar. Xixixi.... Kenapa kamu aneh begini Nad? Kamu ga semang ya aku punya teman selain kamu?" Tanya Lulu serius.
"Aku ga mau ada orang ketiga diantara kita Lu.." jawab Nadifa ga kalah seriusnya.
"Orang ketiga bagaimana?" Tanya Lulu sambil terkekeh.
"Aku ingin kamu hanya punya aku saja. Dan aku hanya punya kamu saja. Ga ada yang lain. Aku janji bakalan setia kok .." jelas Nadifa.
Lulu mencerna setiap kata yang keluar dari mulut temannya saat ini.
Setia? Apa aku dan dia sedang pacaran ya?
Menggelikan... Jijik juga dengar nya...
"Nad... Kamu bahasa nya udah kayak kita pacaran aja... Kamu mau ganti kelamin ya? Hahahah"
Lulu tertawa terbahak bahak, karna menyangka temannya berakting. Tapi tawa nya hilang seketika, saat melihat wajah Nadifa serius.
Gawat... Apa dia serius ya?
__ADS_1
Aku masih suka sama lelaki. Masa jeruk makan jeruk... Ga banget deh.
Lulu melepaskan pegangannya pada lengan Nadifa. Dan sedikit menjaga jarak dengan Nadifa.
"Lu.. aku sayang sama kamu.. dan mau jadi pacar kamu!"
Deg
Matanya terbelalak diikuti mulut Lulu yang terbuka lebar. Cepat cepat ia menutup dengan kedua tangannya. Tak pernah menyangka dengan keseriusan Nadifa.
Jadi... Dia benar benar cemburu...
"Kamu ngomong apa dih Nad? Kita kan sama sama cewek... Ga mungkin lah..."
Lulu tetap tersenyum melirik Nadifa dari samping. Hingga sebuah tangan itu menyentuh kedua pipinya.
"Aku benaran jatuh cinta dengan kamu Lu... Semenjak kita kecil. Kamu begitu baik... Aku ga rela lepasin kamu dengan orang lain. Aku ingin selalu bersama kamu .. selamanya..."
Sontak Lulu melepaskan tangan Nadifa dari wajahnya. Ia berjalan mundur beberapa langkah menjauhi Nadifa.
Lulu mencoba berjalan meninggalkan Nadifa yang masih melihat nya.
Dasar aneh... Mimpi apa aku semalam? Sampai terjebak dalam hubungan pertemanan selama ini dengan Nadifa.
Apa dia lesbian?
Lulu merasa aneh dengan tubuhnya yang selalu menanggapi dengan bercanda keseriusan Nadifa.
Apa... Dia yang menyentuh...
Lulu menutup mulut dengan kedua tangannya. Rafka yang sejak tadi memanggilnya bahkan tak terdengar olehnya. Pikirannya terhenti saat itu juga.
"Lulu..."
Dia langsung menoleh kearah suara yang memanggilnya.
"Kak Rafka?" Lulu sedikit lega akhirnya Rafka datang juga.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?"
Tanya Rafka menepikan motornya. Dan menghampiri Lulu. Ia memperhatikan wajah Lulu yang sedang gelisah.
"Aku hanya menunggu kamu..." Jawab Lulu.
"Trus... Kenapa berjalan kesini? Kan jauh.." selidik Rafka.
"Iya tadi aku udah nunggu didepan gerbang... Trus perut aku lapar .. jadi.. rencananya mau kesana"
Lulu terpaksa berbohong dan menunjuk sebuah tempat makan tepat dihadapannya. Ia tak mungkin menceritakan hal yang ia alami tadi. Itu sama saja dengan mempermalukan dirinya juga.
"Ayo naik... Aku juga lapar. Kita makan dulu." Ucap Rafka memberikan sebuah helm pada Lulu.
"Ya kak..." Lulu segera memakai helm dan duduk dibelakang Rafka dengan menyamping.
"Hmm... Bagaimana kalau kita makan dirumah aku aja kak... Mbok En lagi masak enak. Tadi pagi aku udah request."
Rafka tertawa dengar usulan Lulu.
"Kaya lagu aja direquest... Apa ga sopan aku makan dirumah kamu?" Tanya Rafka.
"Ya ga apa apa kok... Aku malahan senang."
Jawaban Lulu sukses membuat jantung Rafka berdebar dengan cepat. Ia tak sabar ingin cepat sampai dirumah gadis yang ia idam kan.
"Apa kita beli buah dulu kali yaa?" Rafka merasa ga enak hati.
"Ga usah... Aku udah lapar... Ga sempat kak..."
.
.
.
Bersambung
__ADS_1