
Hari yang membuat mereka deg deg an pun nyata. Mereka yang terlibat pementasan drama kini berhadapan langsung dengan aktris papan atas negeri ini.
Walaupun dengan usia yang cukup matang sang aktris masih terlihat cantik dengan balutan busana khasnya.
"Kamu perlu mendalami dengan baik keseluruhan sandiwara, bukan hanya karakter kamu. Aktor ada untuk mengarahkan tema dan plot yang lebih besar pada suatu sandiwara.
Jika kamu tidak memahami tema dan ide-ide yang lebih besar pada naskah, penampilan mu akan terlihat tidak pas dengan cerita.
Saat membaca naskah, tanyakan diri mu tema utama karya tersebut. Bagaimana karakter saya masuk ke dalam cerita?
Untuk mendalami karakter kamu, kamu perlu menyelami lebih dari sekadar apa yang terdapat pada naskah dan mulai memikirkan apa yang membuat karakter mu menonjol.
Semua ini mungkin tidak akan terlihat di layar/panggung, tetapi fakta-fakta kecil ini akan membantu kamu menampilkan karakter sepenuhnya dan dapat mengarahkan kepada penemuan-penemuan penting tentang bagaimana kamu akan memainkan peran tersebut. Saat memikirkan “jawabannya”, percayai instingmu."
Semua terkesima mendengar penjelasan mahal dari sang aktris.
"Saya akan melihat kemampuan akting kalian semua sesuai peran yang kalian perankan. Dimulai dari pemeran utama wanita.
Mmm.... Mulan silahkan kedepan .."
Lulu terkejut saat nama Mulan dipanggil. Ia maju ketengah teman temannya.
"Silahkan Mulan... Saya yakin kamu bisa "
Sang aktris tersenyum manis menunggu akting dari Lulu. Ia memperhatikan gesture Lulu yang mulai berakting. Serta mimik wajah yang berekspresi kan kesedihan yang sangat mendalam.
"Jangan pernah kau sentuh aku Prabu.. jika kau mendambakan dia .. seperti rembulan yang bersinar setiap malam untuk mu. Kau tinggalkan aku! Aku takan mengusik hati dan jiwa mu untuk ku miliki.
Aku ... Menerima takdir ku Prabu .. pergilah"
"Cut..
__ADS_1
Mulan... Sangat sedih, ia terluka nak. Bukannya disakiti hatinya. Ia terkhianati oleh Prabu yang sangat ia cintai. Gadis baik dan lembut itulah Mulan.
Lebih dalami lagi sayang... Agar penonton dapat menikmati cerita ini. Silahkan..."
Pengarahan sang aktris membuat Lulu sedikit paham. Ia haru benar benar masuk kedalam jiwa Mulan.
"Jangan pernah kau sentuh aku Prabu..
jika kau mendambakan dia .. seperti rembulan yang bersinar setiap malam untuk mu.
Kau tinggalkan aku!
Aku takan mengusik hati dan jiwa mu untuk ku miliki.
Aku ... Menerima takdir ku Prabu .. pergilah"
Tanpa terasa air mata Lulu mengalir membasahi kedua pipinya.
kalian bisa menjiwai peran kalian masing masing. Tinggalkan dirimu yang sebenarnya dan masuk lah kedalam peran kalian."
"Makasi buk .." Lulu duduk sambil menyeka pipinya yang basah oleh air mata. Ia merasa sangat senang.
Dan saat ini mereka tengah menikmati bakso ternama disekolahnya.
"Keren banget... Bisa latihan bareng aktris terkenal..." Hanin masih merasakan kebahagiaan nya. Ia tak henti hentinya tersenyum.
"Cukup Mayang .. habiskan saja bakso mu. Setelah itu kita pulang. Ibunda pasti telah menunggu kedatangan ku, karna hari sudah sore." Rafka tertawa mendengar ucapan kekasihnya.
"Mulan ternyata kau.... Teganya .. teganya.. bestie"
Mereka melihat ada keramaian ditaman sekolah. Dan mendengar obrolan siswa siswi mengenai video viral. Yakni video tanpa busana seorang anak sekolah.
__ADS_1
Karna penasaran, Hanin mencari video viral.
"Lu... Kamu harus lihat ini deh...!"
Hanin menyodorkan ponselnya kehadapan Lulu. Mata nya terbelalak melihat siapa yang tengah berpose didalam sana tanpa sehelai benang pun.
Suara tawanya renyah membuat dua orang lelaki mendekati nya, dan adegan vulgar tersebut terjadi.
Lulu memejamkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Mereka saling menatap dan tak terasa air mata Lulu tumpah seketika.
"Kenapa dia melakukan itu Nin?" Suara Lulu lirih.
Rafka melihat curiga pada Lulu dan Hanin. Dengan gerakan cepat ia mengambil ponsel yang dipegang Hanin.
"Astaghfirullah..."
Rafka baru sebentar melihatnya dan mengembalikan lagi ponsel Hanin.
"Bukan salah kamu Lu... Jangan nangis lagi."
Benar saja, jika seseorang sudah memilih jalan yang salah, itu adalah kemauannya sendiri tanpa bisa menyalahkan orang lain.
Selera makan nya seketika hilang. Ia berpikir apa yang tengah dipikirkan mantan sahabatnya itu. Apakah sungguh pelik kehidupan yang ia jalankan sekarang?
Dari menyukai sesama jenis, dan sekarang ia mempertontonkan apa yang seharusnya ia jaga dengan baik.
.
.
.
__ADS_1