
Baru saja Meko keluar dari kamarnya ia langsung terduduk. Memegang kedua pipinya dan tertawa. Entah apa yang dipikirkan gadis remaja ini.
Sejak kedatangan Rafka ke rumahnya, walaupun ia masih sangat sakit hati kepada ada lelaki itu. Tapi apalah daya dikata jika orang yang di benci sangat ingin berteman dekat dengan nya.
Kemudian Lulu mengambil ponsel diatas nakas yang diletakkan Meko di sana. Maksud hatinya ingin memberitahukan Nadhifa perihal kedatangan Rafka ke rumahnya.
Namun Ia juga terkejut, karena banyak notifikasi dari Rafka setelah pulang dari rumah Lulu.
Apa dia mengirimiku pesan lagi
Lulu membuka notif dari Rafka.
628347788xxxx
Kamu sudah tidur?
hmmm .. dia manis sekali padahal baru pergi dari sini. Sebaiknya aku menukar namanya di ponselku. Ternyata yang sejak tadi itu adalah Rafka?
Kemudian Lulu membaca lagi notif yang baru masuk ke ponselnya.
Kak Rafka
Maaf ya aku ganggu...
Anda
Aku belum tidur kok kak...
Kak Rafka
Oh syukurlah ini juga belum waktunya untuk tidur terlalu cepat.. βΊοΈ
Anda
Ya... Sekarang aku lagi di kamar..
Kak Rafka
Bukannya kedua orang tuamu masih di ruang keluarga?
__ADS_1
Anda
Iya tapi aku males aja, nggak ada yang asik buat ditonton. Itu semua favoritnya Bunda loh...
Kak Rafka
π€π π Kamu lucu ya lu?
Anda
Lucu?
Kak Rafka
Benar, biasanya gadis usia mu itu sangat senang berada di tengah-tengah keluarga...
Anda
Tadi aku ketiduran di luar makanya Mas Meko menggendongku sampai ke kamar..
Kak Rafka
Oh begitu...
Anda
Kak Rafka
Kenapa kamu ingin lagi?
Anda
Aku kan pecinta bakso, jadi aku tahu mana yang enak dan mana yang tidak..
Kak Rafka
Baiklah weekend ini aku kamu jemput mau ke rumah kita akan makan bakso di sana langsung..
Anda
__ADS_1
A apa?
Jangan jangan jangan tidak usah ..
Biar aku sendiri saja yang ke sana, nanti aku akan ajak Mas Meko juga..
Kak Rafka
Tunggu saja dulu aku pasti akan datang...
Anda
π³...
Begitulah akhirnya Lulu membalas satu persatu dari Rafka. Wajahnya seketika merona dan tersipu malu. Mungkin Rafka juga terlihat menarik di matanya.
Berjam-jam mereka saling mengirim pesan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Rafka cepat mengakhiri pesannya dan menyuruh Lulu untuk segera tidur. Ya sangat menyesal karena membuat Lulu tidur terlambat.
" Bisa-bisa dia akan dimarahi guru besok pagi jika terlambat kalau begitu aku akan menjemputnya.."
Rafka tersenyum sembari melihat isi chat mereka tadi yang sudah sangat panjang di ponselnya.
"Sepertinya aku akan sering datang ke rumah itu..."
Rafka tersenyum senang dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamarnya, mungkin di sana ada wajah gadis manis yang baru saja ia kenal.
Lulu juga telah masuk ke dalam selimutnya, dengan bibir yang tersenyum. Ia memejamkan matanya berharap, esok akan lebih baik dari pada hari ini.
"Kenapa aku bisa melihat wajah kak Rafka. Padahal dia sudah pulang. Mungkin sekarang dia sudah tidur nyenyak dan bermimpi indah di rumahnya." Gumam Lulu
Ada apa dengan mereka berdua? Mereka sama-sama membayangkan wajah satu sama lain. Mungkin ini adalah cinta, tapi karena mereka masih sangat muda mereka tak menyadari hal itu telah datang ke dalam hatinya.
Cinta memang sangat menyenangkan, senyuman akan datang sendiri. Rasa ingin bertemu begitu besar dan itu adalah rindu.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung