
Mbok En kemudian masuk kedapur. Ia menoleh kearah kedua kamar anak majikannya. Sementara itu Gantara dan Sofie duduk menyantap makan malam mereka.
Wanita paruh baya itu berjalan masuk kedalam kamar Lulu. Yang sudah biasa ia masuki.
"Non... mbok masuk ya..."
Lulu Mengangguk dengan boneka beruang Peggy dipelukannya. Sementara Nadifa asik memainkan ponselnya duduk disofa kamar Lulu. Ia melirik sebentar, kemudian kembali ke game favoritnya.
"Ada apa mbok?" Lulu merebahkan kepalanya kepangkuan mbok En.
"Mbok.. aku ga butuh ibu lagi sejak kepergian bunda... udah cukup ada mbok disampingku.. aku sudah senang."
"Tapi non... bu Sofie sepertinya baik loh... katanya ia dari panti asuhan..."
Lulu mendongakan kepalanya, mencerna ucapan mbok En.
"Trus kalau orang dari panti asuhan itu selalu baik toh mbok? Buktinya... beberapa tahun yang lalu.. pengurus panti asuhan menjual 19 balita keluar negeri. Untung nya mereka ketahuan. Dan balita itu diasuh dipanti asuahan HARAPAN IBU. Tempat bunda biasa membawaku untuk memberikan santunan untuk anak anak disana tiap bulan."
__ADS_1
Lulu mengingat berita beberapa tahun lalu yang mengurangi kepercayaan orang orang beruang untuk menjadi donatur kepanti asuhan lainnya.
"Non ga kenal dengan bu Sofie disana?"
Lulu menatap heran penuh penasaran wajah mbok En yang tersenyum padanya.
"Maksudnya mbok?"
"Gini lho... Ayudia.. bunda kamu dan den Meko... dulu nya berteman dengan buk Sofie dipanti asuhan. Dan bunda kalian sendiri yang memilih Sofie sebagai penggantinya untuk ayah kalian.
Tapi Tuan Gantara baru siap nya sekarang untuk.menikah lagi. Percayalah non... ayah kalian sangat mencintai bunda kalian. Ayudia masih didalam hatinya hingga kini. Mereka berdua hanya menjalankan amanat dari bunda kalian."
Lulu berjibaku dengan pikirannya. Kemudian menoleh kearah Nadifa yang sejak tadi menyimak ucapan mereka.
"Ga ada salahnya dicoba aja Lu... kamu percayakan dengan pilihan bunda mu? Ibu tiri ga jahat jahat banget kok. Kamu tau... Mamiku yang sekarang itu bukan Mami kandung ku. Ibuku sudah meninggal sejak aku lahir. Papi menikah lagi setelah aku berusia 5 tahun.
Buktinya ... dia sangat baik pada ku. Walaupun sudah memberiku seorang adik yang lucu. Kamu lihat Rafa kan..? dia masih 3 tahun. Bayangkan... dia menunda kehamilan nya untuk fokus mengurusku.. aku sayang banget sama mamiku..."
__ADS_1
Lulu mengangguk angguk mendengar cerita Nadifa. Ia juga berpikir sama, tak ada salah nya mencoba menerima Sofie sebagai ibunya.
"Non... ada pepatah yang bilang lho... tak kenal maka tak sayang.. non ngertikan maksud mbok? Lagian mbok udah tua gini.. udah bau tanah.. bentar lagi malaikat mau ajak mbok ketempat suami mbok. Atau malah malaikat maut udah ngikutin mbok dari tadi...wkwkwk.. kan mbok ga mungkin selalu menjaga non Lulu yang cantik ini. Kalau bu Sofie sebaya dengan bunda non.. dia pasti mengerti cara nya mengurus anak gadis suaminya yang cantik ini."
Panjang lebar mbok En berkata, Lulu malah menangis membayangkan jika mbok En dijemput malaikat maut. Ia memeluk wanita tua yang sangat ia sayangi itu.
"Lho lo lo... kok malah nangis...?"
"Aku sayang Mbok..."
"Iya... mbok juga sayang kalian... kalian udah seperti cucu mbok sendiri, walaupun mbok ga punya anak dan cucu. Tapi kalian mengisi kekurangan mbok.."
Mbok En juga membalas pelukan Lulu. Nadifa yang sudah mulai berkaca kaca memeluk Lulu dari belakang.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung